<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8614409007174362239</id><updated>2012-02-17T08:39:04.982+07:00</updated><category term='MELAYU RAYA'/><category term='SEJARAH ISRAEL'/><category term='TELUK KUANTAN'/><category term='MELAYU TALUK'/><category term='BAHASO TOLUAK'/><category term='BUDAYA KUANTAN'/><category term='SASTRA TERLARANG'/><title type='text'>RANTAU  OSO NAN KURANG DUO PULUA</title><subtitle type='html'>KUANTAN BLOGGER MANIA BATANG KUANTAN TEPIAN NAROSA KUANTAN SINGINGI SINAMBEK</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://komunitasbloggerkuantansingingi.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8614409007174362239/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitasbloggerkuantansingingi.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>RANTAU  OSO NAN KURANG DUO PULUA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10317424324579479504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>17</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8614409007174362239.post-2721216719037464682</id><published>2009-08-14T14:12:00.007+07:00</published><updated>2009-10-18T10:30:24.723+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MELAYU RAYA'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="post" id="post-9"&gt;     &lt;h2&gt;&lt;a href="http://salgucan.blog.friendster.com/2008/02/dari-lankasuka-menjadi-pattani/" rel="bookmark" title="Permanent Link to Dari Lankasuka menjadi Pattani"&gt;Dari Lankasuka menjadi Pattani&lt;/a&gt;&lt;/h2&gt;     &lt;small&gt;&lt;/small&gt;      &lt;div class="entry"&gt;      &lt;h2&gt;august 24th,2009 by onga unui&lt;/h2&gt;&lt;h3 class="entry-header"&gt;Hilangnya Sebuah Negeri Islam di semenanjung Melayu&lt;/h3&gt; &lt;div class="entry-content"&gt; &lt;div class="entry-body"&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;Bagi sebagian umat, Pattani mungkin hanya sebuah nostalgia negeri Melayu. Orang-orang yang memperhatikan peta Asia Tenggara sekarang akan mengetahui bahwa sebuah negeri Islam yang dulu berjaya kini telah hilang dan tinggal kenangan. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;Berbeda dengan nasib negeri lainnya seperti Bosnia, Kashmir, Chechnya atau Palestina yang tak pernah sepi dari pemberitaan. Pattani ditakdirkan telah menjadi sebuah negeri yang dilupakan orang, sepi dan tidak naik panggung. Namanya hanya terdapat pada peta dan dokumen lama saja. Demikian juga dengan orang Patani, hilang dan tak dikenal. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;Patani yang dimaksud dalam tulisan ini bukanlah Changwad atau wilayah Pattani sebagaimana terdapat dalam peta negara Thailand sekarang, tetapi lebih kepada sebuah negeri yang sempadannya lebih luas (Negeri Pattani Besar) yang meliputi wilayah-wilayah Narathiwat (Teluban), Yala (Jalor) dan sebagian Senggora (Songkla, daerah-daerah Sebayor dan Tibor) bahkan Kelantan, Kuala Trengganu dan Pethalung (Petaling).&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://faizn.blogs.friendster.com/photos/uncategorized/image55.PNG"&gt;&lt;img class="image-full" alt="Image55" src="http://faizn.blogs.friendster.com/photos/uncategorized/image55.PNG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;Pattani itu Langkasuka &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;Negeri Pattani memiliki sejarah yang cukup lama, jauh lebih lama daripada sejarah negeri-negeri di Semenanjung Melayu seperti Malaka, Johor dan Selangor. &lt;span&gt;Sejarah lama Pattani merujuk kepada kerajaan Melayu tua pengaruh Hindu-India bernama Langkasuka sebagaimana dikatakan oleh seorang ahli antropologi sosial di Prince of Songkla University di Patani, Seni Madakakul bahwa Langkasuka itu terletak di Patani.&lt;/span&gt; Pendapat beliau ini didukung oleh ahli sejarawan lainnya seperti Prof. Zainal Abidin Wahid, Mubin Shepard, Prof. Hall dan Prof. Paul Wheatly. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;                     &lt;img alt="Bendera_patani_raya" src="http://faizn.blogs.friendster.com/photos/uncategorized/bendera_patani_raya.gif" border="0" /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;Lebih jauh bahkan Sir John Braddle menegaskan bahwa kawasan timur Langkasuka meliputi daerah pantai timur Semenanjung, mulai dari Senggora, Patani, Kelantan sampai ke Trengganu, termasuk juga kawasan sebelah utara negeri Kedah (M. Dahlan Mansoer, 1979). &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;Dalam buku sejarah negeri Kedah, Hikayat Merong Mahawangsa, ada menyebutkan bahwa negeri Langkasuka terbagi dua: Sebagian terletak di negeri Kedah yaitu terletak di kawasan tebing sungai Merbok. Sebagian lainnya terletak di sebelah timur Kedah, yaitu di pantai Laut China Selatan. &lt;span&gt;Dalam hal ini Prof. Paul Wheatly tanpa ragu mengatakan bahwa Langkasuka terletak di Patani sekarang.&lt;/span&gt; Pendapat beliau dikuatkan dengan temuan kepingan batu-batu purba peninggalan kerajaan Langkasuka di daerah Jerang dan Pujud (nama-nama kota pada masa itu). Konon, menurut buku Negarakertagama, Jerang atau Djere merupakan ibukota Langkasuka. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;Sedangkan asal muasal orang Pattani menurut para antropolog berasal dari suku Javanese-Malay. Sebab ketika itu suku inilah yang mula-mula mendiami Tanah Melayu.&lt;/span&gt; Kemudian berdatangan pedagang Arab dan India yang melakukan persemendaan sehingga menurunkan keturunan Melayu Pattani di selatan Thai sekarang. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;Tanah Melayu telah didatangi pedagang dari Arab, India dan China sejak sebelum masehi. Seorang pengembara China menyebutkan bahwa ketika kedatangannya ke Langkasuka pada tahun 200 masehi, ia mendapati negeri itu telah lama dibuka. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;Pengaruh Sriwijaya &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;Sebelum menjadi negeri Islam, Pattani (baca: Langkasuka) dikenal sebagai kerajaan Hindu Brahma. Rajanya yang terkenal adalah Bhaga Datta (515 M) yang berarti "pembawa kuasa". Ketika kerajaan Sriwijaya di nusantara berhasil menaklukkan Nakorn Sri Thamaratt (sekarang Ligor di Thailand) pada 775 M dan kemudian mengembangkan kekuasaannya ke selatan (Pattani), mulailah penduduk Pattani meninggalkan agama Hindu dan memeluk Buddha. Sebuah berhala Buddha zaman Sriwijaya yang ditemui dalam gua Wad Tham di daerah Yala membuktikan pertukaran agama di atas. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;Di bawah pemerintahan Sriwijaya inilah Pattani mulai menapaki kemajuan, ramai dan terkenal. Hasil negeri Pattani pada waktu itu banyak berupa pertanian dan perniagaan. Beberapa pengetahuan bernilai seperti teknik membajak dan berdagang diterima oleh orang Pattani dari orang Sumatera. Diyakini juga bahwa kerajaan Sriwijaya inilah yang membawa dan mengembangkan bahasa Melayu ke Pattani. Besarnya upeti yang diberikan setiap tahun ke kerajaan Sriwijaya menunjukkan bahwa Pattani ketika itu kaya dan makmur. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;Memeluk Islam &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;Tak diketahui pasti kapan Pattani memeluk Islam, namun kalau dilihat kebanyakan karya sastra sejarah dan merujuk kepada Teeuw dan Wyatt, juga W.K Che Man maka dapat diperkirakan bahwa Pattani menjadi negeri Islam pada 1457 (Martinus Nijhoff, 1970). &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;Masuknya Patani kedalam Islam ibarat sebuah "dongeng", namun itulah adanya, seperti tertulis dalam buku-buku sejarah. Dikisahkan pada waktu itu Pattani (Langkasuka) diperintah oleh raja Phya Tu Nakpa. Raja dikabarkan menderita sakit yang tak kunjung sembuh. Beliau mendengar ada seorang tabib, syeikh Said, seorang Muslim, yang mampu menyembuhkan sakitnya. Tabib tersebut sanggup mengobati penyakit sang Raja asal dengan syarat jika sembuh dari sakitnya maka Raja harus memeluk Islam. Namun Raja Phya Tu Nakpa ingkar janji setelah sembuh. Akhirnya Raja sakit kembali. Kejadian ini terulang sampai tiga kali. Pada kali ketiga inilah Raja bertaubat, ia tidak akan memungkiri janjinya lagi. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;Setelah Raja sembuh dari sakitnya, beliau bersama keluarga dan pembesar istana memeluk Islam. Raja Phya Tu Nakpa berganti nama menjadi Sultan Ismail Shah. Sejak saat itu mulailah Islam berkembang dan pengaruh Hindu-Buddha mulai berkurang, lemah dan akhirnya hilang dari Pattani. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;Raja Phya Tu Nakpa (Sultan Ismail Shah) diketahui juga sebagai pengasas negeri Pattani. Beliaulah yang mengganti nama kerajaan lama menjadi Pattani yang berarti "Pantai Ini". Karena beliau secara kebetulan menemukan suatu tempat yang indah dan ideal untuk dijadikan negeri di tepi pantai. Riwayat lain mengatakan Patani berasal dari kata "Pak Tani". Yaitu pemilik pondok (seorang petani garam) ditepi pantai yang ditemui oleh Raja ketika beliau bepergian mencari lokasi negeri baru. (Ibrahim Shukri, tanpa tahun)&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;&lt;img alt="Seal_pattani_1" src="http://faizn.blogs.friendster.com/photos/uncategorized/seal_pattani_1.png" border="0" /&gt; Setelah berpindah ke Pattani, Pattani menjadi lebih ramai dan oleh karena lokasinya yang baik, tempat baru ini menjadi makmur dan mewah. Pattani menjadi pusat daya tarik saudagar-saudagar dari timur seperti Jepang, China, Siam dan Eropa. Tercatat pada 1516 kapal dagang Portugis singgah pertama kalinya di pelabuhan Pattani. Pinto, seorang saudagar dan penjelajah asal Portugis menyatakan: &lt;span&gt;"Pada masa saya datang ke Pattani dalam tahun itu saya telah berjumpa hampir-hampir 300 orang Portugis yang tinggal di dalam pelabuhan Pattani.&lt;/span&gt; Selain dari Portugis didapati juga bangsa-bangsa timur seperti Siam, China dan Jepang. &lt;span&gt;Orang-orang Jepang besar juga perniagaannya di pelabuhan ini." &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;Menaklukkan Siam &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;Sepeninggal Sultan Ismail Shah, putranya yaitu Sultan Muzaffar Shah, diangkat menjadi Sultan Pattani. Selain meneruskan dan memajukan negerinya, Sultan Muzaffar Shah sering melakukan lawatan ke negara tetangga seperti Malaka, Siam. Namun dalam lawatan ke Siam (sekarang Thailand) beliau diperlakukan tidak selayaknya oleh Raja Siam. &lt;span&gt;Raja Siam merasa lebih tinggi derajat dan kedudukannya daripada Sultan Pattani. Sehingga perlakuan ini menimbulkan perasaan terhina dalam jiwa Sultan Muzaffar. &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;Ketika mengetahui kerajaan Siam diserang oleh Burma pada 1563, Sultan Muzaffar Shah bersama adiknya Sultan Mansyur Shah memanfaatkan kesempatan ini untuk menyerang Siam. &lt;span&gt;Dengan mengerahkan 200 kapal perang dan ribuan pasukan, Siam akhirnya jatuh ke tangan Sultan Muzaffar pada tahun itu juga. &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;Sayang, tak lama kemudian, Sultan Muzaffar meninggal secara mendadak di muara sungai Chao Phraya dan dimakamkan di sana. Sebelum meninggal Sultan Muzaffar mengamandatkan kekuasaan kepada adiknya, Sultan Mansyur Shah. Hal ini dilakukan karena sampai akhir hayatnya Sultan Muzaffar tidak mengetahui bahwa permaisurinya sedang hamil. Sekalipun Sultan Muzaffar mempunyai anak dari selirnya (Pengiran Bambang), namun dalam tradisi pewarisan tahta di kerajaan Melayu tidak mengenal calon Raja dari anak selir. Sehingga diangkatlah adiknya (Sultan Mansyur Shah) menjadi Sultan Pattani sampai akhir hayatnya (1564-1572). &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;Sebelum meninggal, Sultan Mansyur Shah telah berwasiat agar anak saudaranya — anak Sultan Muzaffar Shah — yaitu Patik Siam (10 th), pewaris sah kesultanan, diangkat menggantikan dirinya. Namun pengangkatan ini menimbulkan kebencian dan kedengkian dari Pangiran Bambang (anak Raja dari selir). Para ahli sejarah mengatakan bahwa peristiwa ini merupakan titik awal perselisihan dan perebutan kekuasaan dalam istana. Antara tahun 1573-1584 merupakan tahun-tahun penuh gejolak bagi kesultanan Pattani. Tercatat dua kali terjadi perebutan kekuasaan disertai pembunuhan yang semuanya melibatkan anak-anak dari selir (anak Raja yang bukan dari permaisuri). &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;Kejayaan dan Keruntuhan &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;Pattani mencapai zaman keemasannya ketika diperintah oleh empat orang Ratu yaitu Ratu Hijau (1584-1616), Ratu Biru (1616-1624), Ratu Ungu (1624-1635) dan Ratu Kuning (1635-1651). &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;Pattani pada zaman Ratu-ratu sangat makmur dan kaya. Kekuasaannya meluas hingga ke Kelantan dan Trengganu sehingga terkenal dengan sebutan Negeri Pattani Besar.&lt;/span&gt; Kecuali Johor, tidak ada negeri lain di belahan timur Semenanjung Melayu yang memiliki kemakmuran dan kekuatan sehebat Pattani kala itu. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;Kekuatan negeri Patani tergambar dari kemampuannya mematahkan empat kali serangan kerajaan Siam pada 1603, 1632, 1634 dan 1638. Pattani memiliki 3 buah meriam besar yang sangat masyhur yaitu Seri Negara, Seri Pattani dan Mahalela. Mampu mengerahkan 180.000 pasukan siap tempur dan diperkuat oleh sebuah benteng yang tak kalah terkenalnya yakni Benteng Raja Biru.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a href="http://faizn.blogs.friendster.com/photos/uncategorized/untitled1.jpg"&gt;&lt;img class="image-full" alt="Untitled1" src="http://faizn.blogs.friendster.com/photos/uncategorized/untitled1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://faizn.blogs.friendster.com/photos/uncategorized/seripatani_1.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;Sayang, masa kejayaan ini hanya bertahan 67 tahun. Ketika Ratu Kuning meninggal pada 1651, Patani mengalami proses kemerosotan secara politik, militer dan ekonomi. Pattani hanya mencatat kemajuan ketika dipimpin oleh Raja Sakti I dan Raja Bahar yang mampu menyatukan Senggora (Songkla) dan Pethalung. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;Pada akhir abad ke-17 ini, Patani mulai kehilangan era keemasannya. Tidak adanya peperangan dengan Siam, yang merupakan musuh tradisi bersama, sampai menjelang kejatuhannya (hampir satu abad) menyebabkan negeri Pattani Besar yang tadinya bersatu (meliputi Kelantan, Trengganu, Pattani Awal, Senggora dan Pethalung), perlahan-lahan mulai memisahkan diri. Perang yang terakhir yang melibatkan Pattani - Siam terjadi pada 1638. Sejak tahun itu tidak ada lagi peperangan di antara kedua negara. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;Kekuatan politik dan daya tarik pelabuhannya sebagai pusat dagang utama juga semakin redup, seiring dengan makin banyaknya pusat-pusat dagang yang baru seperti Johor, Malaka, Aceh, Banten dan Batavia (Jakarta). &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;Sebagai negara perairan, ekonomi Patani sangat tergantung pada perniagaan. Kemerosotannya pada bidang ini telah menyebabkan barometer ekonomi Patani anjlok. Maka boleh dikata, sejak awal abad ke-18, pelabuhan Pattani hanya sebagai tempat persinggahan saja bukan pusat dagang dan bisnis lagi. Ditambah lagi faktor ketidakstabilan politik, perpecahan wilayah dan krisis pucuk pimpinan, maka lengkaplah Patani menjadi "Orang Sakit di Semenanjung Melayu". &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;Malang bagi Pattani, karena hampir bersamaan dengan kemerosotan ini, Siam, di bawah pimpinan Panglima Taksin bangkit kembali dan berhasil mengusir Burma dari seluruh negeri. Sehingga ketika Pattani lengah dan lemah, Siam berhasil menaklukkannya pada 1785. Maka mulai tahun inilah, Patani berada dalam cengkeraman Siam. Bahkan pada 1909, lewat Perjanjian Bangkok antara Inggris-Siam, Pattani akhirnya terserap menjadi wilayah "resmi" Siam yang kemudian merubah namanya menjadi Thailand sampai sekarang ini.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;/div&gt; &lt;/div&gt;     &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="post" id="post-8"&gt;&lt;small&gt;&lt;/small&gt;      &lt;div class="entry"&gt;      &lt;p&gt;Kerajaan Melayu Jambi ini adalah kerajaan Melayu yang berpusat di &lt;strong&gt;sepanjang aliran sungai Batang Hari dari Kabupaten Dharmasraya di Provinsi Sumatera Barat sampai ke pantai timur sumatera di Provinsi Jambi sekarang&lt;/strong&gt;. Kerajaan ini diasaskan setelah Kerajaan &lt;strong&gt;Sriwijaya &lt;/strong&gt;yang berpusat di Palembang mengalami kemunduran. Maka dengan kesempatan ini, wilayah Jambi yang sebelum itu merupakan daerah penguasaan &lt;strong&gt;Sriwijaya&lt;/strong&gt;, melepaskan diri dan membentuk sebuah kerajaan yang baru. Setelah Kerajaan Sriwijaya dimusnahkan pada tahun 1025 oleh serangan &lt;strong&gt;Kerajaan Chola&lt;/strong&gt; dari &lt;strong&gt;India&lt;/strong&gt;, banyak orang bangsawan Sriwijaya melarikan diri ke pedalaman, terutamanya ke hulu sungai Batang Hari. Mereka kemudian bergabung dengan &lt;strong&gt;Kerajaan Melayu Tua&lt;/strong&gt; yang sudah lebih dahulu bertapak di daerah tersebut, dan sebelumnya merupakan daerah taklukan Kerajaan Sriwijaya. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Pada tahun 1088&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;Kerajaan Melayu Jambi&lt;/strong&gt; menaklukkan &lt;strong&gt;Sriwijaya&lt;/strong&gt;. Keadaan jadi berbalik dimana daerah taklukannya adalah Kerajaan &lt;strong&gt;Sriwijaya&lt;/strong&gt;. Pada masa itu, Kerajaan Melayu Jambi dikenali sebagai Kerajaan &lt;strong&gt;Dharmasraya&lt;/strong&gt;. Lokasinya terletak dari bahagian &lt;strong&gt;selatan Kabupaten Sawah Lunto/Sijunjung, Sumatera Barat,&lt;/strong&gt; sampai &lt;strong&gt;seluruh wilayah Jambi.&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hanya ada sedikit catatan sejarah mengenai &lt;strong&gt;Dharmasraya&lt;/strong&gt; ini. Di antaranya yang cukup terkenal adalah rajanya yang bernama &lt;strong&gt;Shri Tribhuana Raja Mauliwarmadhewa (1270-1297)&lt;/strong&gt; yang menikah dengan &lt;strong&gt;Puti Reno Mandi&lt;/strong&gt;. Sang raja dan permaisuri memiliki dua orang puteri yang cantik jelita, iaitu &lt;strong&gt;Dara Jingga&lt;/strong&gt; dan &lt;strong&gt;Dara Petak&lt;/strong&gt;. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Dara Jingga Di tahun 1288&lt;/strong&gt;, Kerajaan&lt;strong&gt; Dharmasraya&lt;/strong&gt;, termasuk Kerajaan&lt;strong&gt; Sriwijaya&lt;/strong&gt;, menjadi taklukan Kerajaan &lt;strong&gt;Singhasari &lt;/strong&gt;di era &lt;strong&gt;Raja Kertanegara&lt;/strong&gt;, dengan mengirimkan &lt;strong&gt;Senopati Mahisa/Kebo/Lembu Anabrang&lt;/strong&gt;, dalam &lt;strong&gt;ekspedisi PAMALAYU 1 &lt;/strong&gt;dan&lt;strong&gt; 2.&lt;/strong&gt; Sebagai tanda persahabatan, Dara Jingga menikah dengan Senopati dari Kerajaan Singasari tersebut. Mereka memiliki putra yang bernama&lt;strong&gt; Adityawarman&lt;/strong&gt;, yang di kemudian hari mendirikan &lt;strong&gt;Kerajaan Pagar Ruyung&lt;/strong&gt;, dan sekaligus menjadi penerus kakeknya, &lt;strong&gt;Mauliwarmadhewa&lt;/strong&gt; sebagai penguasa &lt;strong&gt;Kerajaan Dharmasraya&lt;/strong&gt; berikut jajahannya, termasuk eks Kerajaan Sriwijaya di Palembang. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Dara Petak Di tahun 1293&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;Mahisa/Kebo/Lembu Anabrang&lt;/strong&gt; beserta &lt;strong&gt;Dara Jingga&lt;/strong&gt; dan anaknya, &lt;strong&gt;Adityawarman&lt;/strong&gt;, kembali ke Pulau Jawa. &lt;strong&gt;Dara Petak&lt;/strong&gt; ikut dalam rombongan tersebut. Setelah tiba di Pulau Jawa ternyata &lt;strong&gt;Kerajaan Singasari&lt;/strong&gt; telah musnah, dan sebagai penerusnya adalah &lt;strong&gt;Kerajaan Majapahit&lt;/strong&gt;. Oleh karena itu &lt;strong&gt;Dara Petak&lt;/strong&gt; dipersembahkan kepada &lt;strong&gt;Raden Wijaya&lt;/strong&gt;, yang kemudian memberikan keturunan: &lt;strong&gt;Raden Kalagemet&lt;/strong&gt; yang bergelar &lt;strong&gt;Sri Jayanegara&lt;/strong&gt; setelah menjadi &lt;strong&gt;Raja Majapahit kedua&lt;/strong&gt;. &lt;/p&gt;     &lt;/div&gt;          &lt;/div&gt;        &lt;div class="post" id="post-7"&gt;     &lt;h2&gt;&lt;a href="http://salgucan.blog.friendster.com/2008/02/asal-muasal-kata-sumatera/" rel="bookmark" title="Permanent Link to ASAL MUASAL KATA SUMATERA"&gt;ASAL MUASAL KATA SUMATERA&lt;/a&gt;&lt;/h2&gt;     &lt;small&gt;August 14th,2009 by onga unui &lt;/small&gt;      &lt;div class="entry"&gt;      &lt;h3 class="post-title entry-title"&gt;&lt;a href="http://ewink.blogspot.com/2007/09/asal-muasal.html"&gt;ASAL MUASAL&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;  &lt;div class="post-body entry-content"&gt; &lt;p&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_3jnBzeJ3tdg/RvFHj52v6RI/AAAAAAAAAJA/M9udUYd7MDM/s1600-h/Sumatra_pol_2002.jpg"&gt;&lt;img src="http://bp1.blogger.com/_3jnBzeJ3tdg/RvFHj52v6RI/AAAAAAAAAJA/M9udUYd7MDM/s200/Sumatra_pol_2002.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;"SUMATERA"&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;NAMA ASLI pulau Sumatera, sebagaimana tercatat dalam sumber-sumber sejarah dan cerita-cerita rakyat, adalah “Pulau Emas”. Istilah pulau ameh kita jumpai dalam cerita Cindua Matto dari Minangkabau. Dalam cerita rakyat Lampung tercantum nama tanoh mas untuk menyebut pulau mereka yang besar itu. Seorang pelaut dari Cina yang bernama I-tsing (634-713), yang bertahun-tahun menetap di Sriwijaya (Palembang sekarang) pada abad ke-7, menyebut pulau Sumatera dengan nama chin-chou yang berarti “negeri emas”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam berbagai prasasti, pulau Sumatera disebut dengan nama Sansekerta: Suwarnadwipa (“pulau emas”) atau Suwarnabhumi (“tanah emas”). Nama-nama ini sudah dipakai dalam naskah-naskah India sebelum Masehi. Naskah Buddha yang termasuk paling tua, Kitab Jataka, menceritakan pelaut-pelaut India menyeberangi Teluk Benggala ke Suwarnabhumi. Dalam cerita Ramayana dikisahkan pencarian Dewi Sinta, istri Rama yang diculik Ravana, sampai ke Suwarnadwipa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Para musafir Arab menyebut pulau Sumatera dengan nama Serendib (tepatnya: Suwarandib), transliterasi dari nama Suwarnadwipa. Abu Raihan Al-Biruni, ahli geografi Persia yang mengunjungi Sriwijaya tahun 1030, mengatakan bahwa negeri Sriwijaya terletak di pulau Suwarandib. Cuma entah kenapa, ada juga orang yang mengidentifikasi Serendib dengan Srilanka, yang tidak pernah disebut Suwarnadwipa!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di kalangan bangsa Yunani purba, Pulau Sumatera sudah dikenal dengan nama Taprobana. Nama Taprobana Insula telah dipakai oleh Klaudios Ptolemaios, ahli geografi Yunani abad kedua Masehi, tepatnya tahun 165, ketika dia menguraikan daerah Asia Tenggara dalam karyanya Geographike Hyphegesis. Ptolemaios menulis bahwa di pulau Taprobana terdapat negeri Barousai. Mungkin sekali negeri yang dimaksudkan adalah Barus di pantai barat Sumatera, yang terkenal sejak zaman purba sebagai penghasil kapur barus.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Naskah Yunani tahun 70, Periplous tes Erythras Thalasses, mengungkapkan bahwa Taprobana juga dijuluki chryse nesos, yang artinya ‘pulau emas’. Sejak zaman purba para pedagang dari daerah sekitar Laut Tengah sudah mendatangi tanah air kita, terutama Sumatera. Di samping mencari emas, mereka mencari kemenyan (Styrax sumatrana) dan kapur barus (Dryobalanops aromatica) yang saat itu hanya ada di Sumatera. Sebaliknya, para pedagang Nusantara pun sudah menjajakan komoditi mereka sampai ke Asia Barat dan Afrika Timur, sebagaimana tercantum pada naskah Historia Naturalis karya Plini abad pertama Masehi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam kitab umat Yahudi, Melakim (Raja-raja), fasal 9, diterangkan bahwa Nabi Sulaiman a.s. raja Israil menerima 420 talenta emas dari Hiram, raja Tirus yang menjadi bawahan beliau. Emas itu didapatkan dari negeri Ophir. Kitab Al-Qur’an, Surat Al-Anbiya’ 81, menerangkan bahwa kapal-kapal Nabi Sulaiman a.s. berlayar ke “tanah yang Kami berkati atasnya” (al-ardha l-lati barak-Na fiha).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di manakah gerangan letak negeri Ophir yang diberkati Allah itu? Banyak ahli sejarah yang berpendapat bahwa negeri Ophir itu terletak di Sumatera! Perlu dicatat, kota Tirus merupakan pusat pemasaran barang-barang dari Timur Jauh. Ptolemaios pun menulis Geographike Hyphegesis berdasarkan informasi dari seorang pedagang Tirus yang bernama Marinus. Dan banyak petualang Eropa pada abad ke-15 dan ke-16 mencari emas ke Sumatera dengan anggapan bahwa di sanalah letak negeri Ophir-nya Nabi Sulaiman a.s.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lalu dari manakah gerangan nama “Sumatera” yang kini umum digunakan baik secara nasional maupun oleh dunia internasional? Ternyata nama Sumatera berasal dari nama Samudera, kerajaan di Aceh pada abad ke-13 dan ke-14. Para musafir Eropa sejak abad ke-15 menggunakan nama kerajaan itu untuk menyebut seluruh pulau. Sama halnya dengan pulau Kalimantan yang pernah disebut Borneo, dari nama Brunai, daerah bagian utara pulau itu yang mula-mula didatangi orang Eropa. Demikian pula pulau Lombok tadinya bernama Selaparang, sedangkan Lombok adalah nama daerah di pantai timur pulau Selaparang yang mula-mula disinggahi pelaut Portugis. Memang orang Eropa seenaknya saja mengubah-ubah nama tempat. Hampir saja negara kita bernama “Hindia Timur” (East Indies), tetapi untunglah ada George Samuel Windsor Earl dan James Richardson Logan yang menciptakan istilah Indonesia, sehingga kita-kita ini tidak menjadi orang “Indian”! (Lihat artikel penulis, “Asal-Usul Nama Indonesia”, Harian Pikiran Rakyat, Bandung, tanggal 16 Agustus 2004, yang telah dijadikan salah satu referensi dalam Wikipedia artikel “Indonesia”).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Peralihan Samudera (nama kerajaan) menjadi Sumatera (nama pulau) menarik untuk ditelusuri. Odorico da Pardenone dalam kisah pelayarannya tahun 1318 menyebutkan bahwa dia berlayar ke timur dari Koromandel, India, selama 20 hari, lalu sampai di kerajaan Sumoltra. Ibnu Bathutah bercerita dalam kitab Rihlah ila l-Masyriq (Pengembaraan ke Timur) bahwa pada tahun 1345 dia singgah di kerajaan Samatrah. Pada abad berikutnya, nama negeri atau kerajaan di Aceh itu diambil alih oleh musafir-musafir lain untuk menyebutkan seluruh pulau.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada tahun 1490 Ibnu Majid membuat peta daerah sekitar Samudera Hindia dan di sana tertulis pulau Samatrah. Peta Ibnu Majid ini disalin oleh Roteiro tahun 1498 dan muncullah nama Camatarra. Peta buatan Amerigo Vespucci tahun 1501 mencantumkan nama Samatara, sedangkan peta Masser tahun 1506 memunculkan nama Samatra. Ruy d’Araujo tahun 1510 menyebut pulau itu Camatra, dan Alfonso Albuquerque tahun 1512 menuliskannya Camatora. Antonio Pigafetta tahun 1521 memakai nama yang agak ‘benar’: Somatra. Tetapi sangat banyak catatan musafir lain yang lebih ‘kacau’ menuliskannya: Samoterra, Samotra, Sumotra, bahkan Zamatra dan Zamatora.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Catatan-catatan orang Belanda dan Inggris, sejak Jan Huygen van Linschoten dan Sir Francis Drake abad ke-16, selalu konsisten dalam penulisan Sumatra. Bentuk inilah yang menjadi baku, dan kemudian disesuaikan dengan lidah kita: Sumatera&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;     &lt;/div&gt;      &lt;p class="postmetadata"&gt; P&lt;a href="http://salgucan.blog.friendster.com/2008/02/asal-muasal-kata-sumatera/#respond" title="Comment on ASAL MUASAL KATA SUMATERA"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;    &lt;/div&gt;        &lt;div class="post" id="post-6"&gt;     &lt;h2&gt;&lt;a href="http://salgucan.blog.friendster.com/2008/01/asal-usul-nama-indonesia/" rel="bookmark" title="Permanent Link to ASAL USUL NAMA INDONESIA"&gt;ASAL USUL NAMA INDONESIA&lt;/a&gt;&lt;/h2&gt;      &lt;small&gt;1august 13th 2009, by onga unui&lt;/small&gt;      &lt;div class="entry"&gt;      &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Sangatlah penting kita mengetahui bagaimana asal usul nama Indonesia. Untuk itu mari kita lihat berbagai cerita mengenai asal usul nama Indonesia. &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada zaman purba, kepulauan tanah air disebut dengan aneka nama. Dalam catatan bangsa &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Tionghoa &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;kawasan kepulauan tanah air dinamai &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Nan-hai&lt;/em&gt; (Kepulauan Laut Selatan).&lt;/strong&gt; Berbagai catatan kuno bangsa India menamai kepulauan ini &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Dwipantara&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;(Kepulauan Tanah Seberang)&lt;/strong&gt;, nama yang diturunkan dari kata Sansekerta &lt;strong&gt;dwipa&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;(pulau)&lt;/strong&gt; dan &lt;strong&gt;&lt;em&gt;antara&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;(luar/seberang).&lt;/strong&gt; Kisah &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Ramayana&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; karya pujangga &lt;strong&gt;Walmiki&lt;/strong&gt; menceritakan pencarian terhadap &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Sinta&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, istri &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Rama&lt;/em&gt; &lt;/strong&gt;yang diculik&lt;strong&gt;&lt;em&gt; Rahwana&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, sampai ke &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Suwarnadwipa&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;(Pulau Emas, yaitu Sumatra sekarang)&lt;/strong&gt; yang terletak di Kepulauan&lt;strong&gt;&lt;em&gt; Dwipantara&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;. &lt;strong&gt;Bangsa Arab&lt;/strong&gt; menyebut tanah air kita &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Jaza’ir al-Jawi&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;(Kepulauan Jawa).&lt;/strong&gt; Nama Latin untuk &lt;strong&gt;kemenyan&lt;/strong&gt; adalah &lt;em&gt;&lt;strong&gt;benzoe&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;, berasal dari bahasa Arab &lt;em&gt;&lt;strong&gt;luban jawi&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;(kemenyan Jawa),&lt;/strong&gt; sebab para pedagang Arab memperoleh kemenyan dari &lt;strong&gt;batang pohon&lt;/strong&gt; &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Styrax sumatrana&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; yang dahulu hanya tumbuh di &lt;strong&gt;Sumatera&lt;/strong&gt;. Sampai hari ini jemaah haji kita masih sering dipanggil &lt;em&gt;&lt;strong&gt;"Jawa" &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;oleh &lt;strong&gt;orang Arab&lt;/strong&gt;. Bahkan orang Indonesia luar Jawa sekalipun. Dalam &lt;strong&gt;bahasa Arab&lt;/strong&gt; juga dikenal &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Samathrah&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;(Sumatra),&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Sholibis &lt;/em&gt;(Sulawesi),&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;Sundah (Sunda),&lt;/strong&gt; semua pulau itu dikenal sebagai &lt;strong&gt;&lt;em&gt;kulluh Jawi&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;(semuanya Jawa).&lt;/strong&gt; Bangsa-bangsa Eropa yang pertama kali datang beranggapan bahwa&lt;em&gt;&lt;strong&gt; Asia&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; hanya terdiri dari &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Arab, Persia, India&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Tiongkok&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;. Bagi mereka, daerah yang terbentang luas antara &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Persia&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Tiongkok &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;semuanya adalah &lt;strong&gt;"Hindia".&lt;/strong&gt; Semenanjung &lt;strong&gt;Asia Selatan&lt;/strong&gt; mereka sebut &lt;strong&gt;"Hindia Muka" &lt;/strong&gt;dan daratan &lt;strong&gt;Asia Tenggara&lt;/strong&gt; dinamai &lt;strong&gt;"Hindia Belakang".&lt;/strong&gt; Sedangkan tanah air memperoleh nama &lt;strong&gt;"Kepulauan Hindia"&lt;/strong&gt; &lt;em&gt;&lt;strong&gt;(Indische Archipel, Indian Archipelago, l’Archipel Indien)&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; atau &lt;strong&gt;"Hindia Timur" &lt;em&gt;(Oost Indie, East Indies, Indes Orientales).&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; Nama lain yang juga dipakai adalah &lt;strong&gt;"Kepulauan Melayu"&lt;/strong&gt; &lt;em&gt;&lt;strong&gt;(Maleische Archipel, Malay Archipelago, l’Archipel Malais).&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; Pada jaman penjajahan Belanda, nama resmi yang digunakan adalah &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Nederlandsch-Indie&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;(Hindia Belanda)&lt;/strong&gt;, sedangkan pemerintah pendudukan Jepang 1942-1945 memakai istilah&lt;em&gt; &lt;strong&gt;To-Indo&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;(Hindia Timur).&lt;/strong&gt; Eduard Douwes Dekker ( 1820 – 1887 ), yang dikenal dengan nama samaran &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Multatuli&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;, pernah mengusulkan nama yang spesifik untuk menyebutkan kepulauan tanah air kita, yaitu&lt;strong&gt; Insulinde&lt;/strong&gt;, yang artinya juga "&lt;strong&gt;Kepulauan Hindia"&lt;/strong&gt; ( Bahasa Latin insula berarti pulau). Nama Insulinde ini kurang populer. Nusantara Pada tahun &lt;strong&gt;1920&lt;/strong&gt;, &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Ernest Francois Eugene Douwes Dekker ( 1879 – 1950)&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;, yang dikenal sebagai&lt;strong&gt; Dr. Setiabudi&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;(cucu dari adik Multatuli),&lt;/strong&gt; memperkenalkan suatu nama untuk tanah air kita yang tidak mengandung unsur kata&lt;strong&gt; "India".&lt;/strong&gt; Nama itu tiada lain adalah &lt;strong&gt;Nusantara&lt;/strong&gt;, suatu istilah yang telah tenggelam berabad-abad lamanya. Setiabudi mengambil nama itu dari&lt;strong&gt;&lt;em&gt; Pararaton&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, naskah kuno zaman Majapahit yang ditemukan di &lt;strong&gt;Bali&lt;/strong&gt; pada akhir &lt;strong&gt;abad ke-19&lt;/strong&gt; lalu diterjemahkan oleh &lt;em&gt;&lt;strong&gt;JLA&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;.&lt;em&gt;&lt;strong&gt; Brandes&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; dan diterbitkan oleh &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Nicholaas Johannes Krom &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;pada tahun &lt;strong&gt;1920&lt;/strong&gt;. Pengertian Nusantara yang diusulkan Setiabudi jauh berbeda dengan pengertian nusantara zaman Majapahit. Pada masa Majapahit, &lt;strong&gt;Nusantara&lt;/strong&gt; digunakan untuk menyebutkan pulau-pulau di luar Jawa (antara dalam Bahasa Sansekerta artinya luar, seberang) sebagai lawan dari &lt;strong&gt;Jawadwipa &lt;/strong&gt;(Pulau Jawa). Sumpah Palapa dari Gajah Mada tertulis &lt;strong&gt;&lt;em&gt;"Lamun huwus kalah nusantara, isun amukti palapa" &lt;/em&gt;(Jika telah kalah pulau-pulau seberang, barulah saya menikmati istirahat)&lt;/strong&gt;. Oleh Dr. Setiabudi kata nusantara zaman Majapahit yang berkonotasi jahiliyah itu diberi pengertian yang nasionalistis. Dengan mengambil kata Melayu asli antara, maka Nusantara kini memiliki arti yang baru yaitu "nusa di antara dua benua dan dua samudra", sehingga Jawa pun termasuk dalam definisi nusantara yang modern. Istilah nusantara dari Setiabudi ini dengan cepat menjadi populer penggunaannya sebagai alternatif dari nama &lt;strong&gt;Hindia Belanda&lt;/strong&gt;. Sampai hari ini istilah nusantara tetap dipakai untuk menyebutkan wilayah tanah air &lt;em&gt;&lt;strong&gt;dari Sabang sampai Merauke&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;. &lt;strong&gt;Indonesia&lt;/strong&gt; Pada tahun &lt;strong&gt;1847 &lt;/strong&gt;di &lt;strong&gt;Singapura&lt;/strong&gt; terbit sebuah majalah ilmiah tahunan, Journal of the &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Indian Archipelago and Eastern Asia (JIAEA)&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;, yang dikelola oleh &lt;em&gt;&lt;strong&gt;James Richardson Logan&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; &lt;em&gt;&lt;strong&gt;( 1819 – 1869 ),&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; seorang &lt;strong&gt;Skotlandia&lt;/strong&gt; yang meraih sarjana hukum dari &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Universitas Edinburgh&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;. Kemudian pada tahun &lt;strong&gt;1849&lt;/strong&gt; seorang ahli etnologi bangsa Inggris, &lt;em&gt;&lt;strong&gt;George Samuel Windsor Earl ( 1813 – 1865 ),&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; menggabungkan diri sebagai redaksi majalah&lt;em&gt; &lt;strong&gt;JIAEA&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;. Dalam &lt;em&gt;&lt;strong&gt;JIAEA Volume IV&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; tahun &lt;strong&gt;1850&lt;/strong&gt;, halaman &lt;strong&gt;66-74&lt;/strong&gt;, Earl menulis artikel &lt;em&gt;&lt;strong&gt;On the Leading Characteristics of the Papuan, Australian and Malay-Polynesian Nations&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;. Dalam artikelnya itu Earl menegaskan bahwa sudah tiba saatnya bagi penduduk Kepulauan Hindia atau Kepulauan Melayu untuk memiliki nama khas &lt;em&gt;&lt;strong&gt;(a distinctive name),&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; sebab nama Hindia tidaklah tepat dan sering rancu dengan penyebutan &lt;strong&gt;India&lt;/strong&gt; yang lain. &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Earl &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;mengajukan dua pilihan nama: &lt;strong&gt;Indunesia&lt;/strong&gt; atau &lt;strong&gt;Malayunesia&lt;/strong&gt; (&lt;strong&gt;&lt;em&gt;nesos &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;dalam &lt;strong&gt;bahasa Yunani&lt;/strong&gt; berarti &lt;strong&gt;pulau&lt;/strong&gt;). Pada halaman 71 artikelnya itu tertulis: &lt;em&gt;"… the inhabitants of the &lt;strong&gt;Indian Archipelago&lt;/strong&gt; or &lt;strong&gt;Malayan Archipelago&lt;/strong&gt; would become respectively &lt;strong&gt;Indunesians or Malayunesians"&lt;/strong&gt;.&lt;/em&gt; &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Earl &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;sendiri menyatakan memilih nama &lt;strong&gt;Malayunesia &lt;/strong&gt;(Kepulauan Melayu) daripada &lt;strong&gt;Indunesia&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;(Kepulauan Hindia)&lt;/strong&gt;, sebab Malayunesia sangat tepat untuk&lt;strong&gt; ras Melayu&lt;/strong&gt;, sedangkan Indunesia bisa juga digunakan untuk &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Ceylon&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;( Srilanka )&lt;/strong&gt; dan &lt;strong&gt;Maladewa&lt;/strong&gt;. Earl berpendapat juga bahwa nahasa Melayu dipakai di seluruh kepulauan ini. Dalam tulisannya itu &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Earl &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;memang menggunakan istilah &lt;strong&gt;Malayunesia&lt;/strong&gt; dan tidak memakai istilah Indunesia. Dalam &lt;em&gt;&lt;strong&gt;JIAEA Volume IV &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;itu juga, halaman &lt;strong&gt;252-347&lt;/strong&gt;, James Richardson Logan menulis artikel &lt;em&gt;&lt;strong&gt;The Ethnology of the Indian Archipelago&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;. Pada awal tulisannya, Logan pun menyatakan perlunya nama khas bagi kepulauan tanah air kita, sebab istilah &lt;em&gt;&lt;strong&gt;"Indian Archipelago"&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; terlalu panjang dan membingungkan. Logan memungut nama &lt;strong&gt;Indunesia&lt;/strong&gt; yang dibuang Earl, dan huruf u digantinya dengan huruf o agar ucapannya lebih baik. Maka lahirlah istilah &lt;strong&gt;Indonesia&lt;/strong&gt;. Untuk pertama kalinya kata &lt;strong&gt;Indonesia &lt;/strong&gt;muncul di dunia dengan tercetak pada halaman &lt;strong&gt;254 &lt;/strong&gt;dalam tulisan Logan: &lt;em&gt;"Mr. Earl suggests the ethnographical term Indunesian, but rejects it in favour of Malayunesian. I prefer the purely geographical term Indonesia, which is merely a shorter synonym for&lt;/em&gt;&lt;strong&gt; &lt;em&gt;the Indian Islands&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;em&gt; or &lt;strong&gt;the Indian Archipelago&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;. Ketika mengusulkan nama &lt;strong&gt;"Indonesia"&lt;/strong&gt; agaknya Logan tidak menyadari bahwa di kemudian hari nama itu akan menjadi nama resmi. Sejak saat itu Logan secara konsisten menggunakan nama &lt;strong&gt;"Indonesia"&lt;/strong&gt; dalam tulisan-tulisan ilmiahnya, dan lambat laun pemakaian istilah ini menyebar di kalangan para ilmuwan bidang etnologi dan geografi. Pada tahun &lt;strong&gt;1884 &lt;/strong&gt;guru besar etnologi di &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Universitas Berlin&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; yang bernama&lt;em&gt;&lt;strong&gt; Adolf Bastian (1826 – 1905 )&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; menerbitkan buku Indonesien oder die Inseln des Malayischen Archipel sebanyak lima volume, yang memuat hasil penelitiannya ketika mengembara ke tanah air pada tahun 1864 sampai 1880. Buku Bastian inilah yang memopulerkan istilah &lt;strong&gt;"Indonesia"&lt;/strong&gt; di kalangan sarjana Belanda, sehingga sempat timbul anggapan bahwa istilah "Indonesia" itu ciptaan Bastian. Pendapat yang tidak benar itu, antara lain tercantum dalam Encyclopedie van Nederlandsch-Indie tahun 1918. Padahal Bastian mengambil istilah &lt;strong&gt;"Indonesia"&lt;/strong&gt; itu dari tulisan-tulisan Logan. Pribumi yang mula-mula menggunakan istilah&lt;strong&gt; "Indonesia"&lt;/strong&gt; adalah &lt;strong&gt;Suwardi Suryaningrat&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;(&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;Ki Hajar Dewantara )&lt;/strong&gt;. Ketika dibuang ke negeri Belanda tahun 1913 beliau mendirikan sebuah biro pers dengan nama Indonesische Pers-bureau. Nama &lt;strong&gt;&lt;em&gt;indonesisch&lt;/em&gt; (Indonesia)&lt;/strong&gt; juga diperkenalkan sebagai pengganti&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;indisch&lt;/em&gt; (Hindia)&lt;/strong&gt; oleh Prof. Cornelis van Vollenhoven (1917). Sejalan dengan itu, &lt;strong&gt;&lt;em&gt;inlander&lt;/em&gt; (pribumi) &lt;/strong&gt;diganti dengan &lt;strong&gt;&lt;em&gt;indonesiër&lt;/em&gt; (orang Indonesia)&lt;/strong&gt;. Identitas Politik Pada dasawarsa 1920-an, nama&lt;strong&gt; "Indonesia"&lt;/strong&gt; yang merupakan istilah ilmiah dalam etnologi dan geografi itu diambil alih oleh tokoh-tokoh pergerakan kemerdekaan tanah air kita, sehingga nama &lt;strong&gt;"Indonesia"&lt;/strong&gt; akhirnya memiliki makna politis, yaitu identitas suatu bangsa yang memperjuangkan kemerdekaan. Akibatnya pemerintah Belanda mulai curiga dan waspada terhadap pemakaian kata ciptaan Logan itu. Pada tahun &lt;strong&gt;1922 &lt;/strong&gt;atas inisiatif &lt;strong&gt;Mohammad Hatta&lt;/strong&gt;, seorang mahasiswa &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Handels Hoogeschool&lt;/em&gt; (Sekolah Tinggi Ekonomi)&lt;/strong&gt; di&lt;strong&gt; &lt;em&gt;Rotterdam&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, organisasi pelajar dan mahasiswa Hindia di Negeri Belanda (yang terbentuk tahun&lt;strong&gt; 1908&lt;/strong&gt; dengan nama &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Indische Vereeniging&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; berubah nama menjadi &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Indonesische Vereeniging&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; atau &lt;strong&gt;Perhimpoenan Indonesia&lt;/strong&gt;. Majalah mereka, &lt;strong&gt;Hindia Poetra&lt;/strong&gt;, berganti nama menjadi &lt;strong&gt;Indonesia Merdeka&lt;/strong&gt;. &lt;strong&gt;Bung Hatta&lt;/strong&gt; menegaskan dalam tulisannya,: "Negara Indonesia Merdeka yang akan datang (de toekomstige vrije Indonesische staat) mustahil disebut &lt;strong&gt;"Hindia Belanda".&lt;/strong&gt; Juga tidak &lt;strong&gt;"Hindia"&lt;/strong&gt; saja, sebab dapat menimbulkan kekeliruan dengan&lt;strong&gt; India&lt;/strong&gt; yang asli. Bagi kami nama &lt;strong&gt;Indonesia&lt;/strong&gt; menyatakan suatu tujuan politik (een politiek doel), karena melambangkan dan mencita-citakan suatu tanah air di masa depan, dan untuk mewujudkannya tiap &lt;strong&gt;orang Indonesia &lt;em&gt;(Indonesier)&lt;/em&gt; &lt;/strong&gt;akan berusaha dengan segala tenaga dan kemampuannya." Di tanah air &lt;strong&gt;Dr. Sutomo&lt;/strong&gt; mendirikan &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Indonesische Studie Club&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; pada tahun &lt;strong&gt;1924&lt;/strong&gt;). Pada tahun &lt;strong&gt;1925&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Jong Islamieten Bond&lt;/em&gt; &lt;/strong&gt;membentuk kepanduan&lt;strong&gt; &lt;em&gt;Nationaal Indonesische Padvinderij&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; (Natipij). Itulah tiga organisasi di tanah air yang mula-mula menggunakan nama &lt;strong&gt;"Indonesia"&lt;/strong&gt;. Akhirnya nama "Indonesia" dinobatkan sebagai nama tanah air, bangsa dan bahasa pada Kerapatan Pemoeda-Pemoedi Indonesia tanggal &lt;strong&gt;28 Oktober 1928&lt;/strong&gt;, yang kini dikenal dengan sebutan &lt;strong&gt;Sumpah Pemuda&lt;/strong&gt;. Pada bulan Agustus &lt;strong&gt;1939&lt;/strong&gt; tiga orang anggota &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Volksraad&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;(Dewan Rakyat; parlemen Hindia Belanda),&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;Muhammad Husni Thamrin&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;Wiwoho Purbohadidjojo &lt;/strong&gt;dan &lt;strong&gt;Sutardjo Kartohadikusumo&lt;/strong&gt;, mengajukan mosi kepada Pemerintah &lt;strong&gt;Hindia Belanda&lt;/strong&gt; agar nama&lt;strong&gt;&lt;em&gt; "Indonesia"&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; diresmikan sebagai pengganti nama&lt;strong&gt; &lt;em&gt;"Nederlandsch-Indie".&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; Tetapi Belanda menolak mosi ini. Dengan jatuhnya tanah air ke tangan Jepang pada tanggal &lt;strong&gt;8 Maret 1942&lt;/strong&gt;, lenyaplah nama &lt;strong&gt;"Hindia Belanda".&lt;/strong&gt; Lalu pada tanggal &lt;strong&gt;17 Agustus 1945&lt;/strong&gt;, lahirlah &lt;strong&gt;Republik Indonesia&lt;/strong&gt;. &lt;/p&gt;     &lt;/div&gt;      &lt;p class="postmetadata"&gt; &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;/span&gt;      &lt;a href="http://salgucan.blog.friendster.com/2008/01/tambo-minangkabau/" rel="bookmark" title="Permanent Link to TAMBO MINANGKABAU"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BANGSA &lt;/span&gt;MINANGKABAU&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;        &lt;div class="post" id="post-5"&gt;&lt;div class="entry"&gt;&lt;h1 class="firstHeading"&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Sampai di Sumatera mereka berlabuh ditempat yang paling tinggi yaitu di puncak Gunung Merapi dan beliau diiringi oleh empat pengiring … seekor kucing (Kucing Siam), seekor harimau betina (harimau Campa), seekor kambing (Kambing Hutan) dan Seekor anjing (Anjing Mu’lium ) &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Mengkut Rasjid Manggis, keempat-empat binatang ini sebenarnya melambangkan adalah orang berbangsa Kambing Hutan - Minangkabau, Kucing siam – Pattani/Langkasuka, Harimau Campa – Burma &amp;amp; Kemboja (Tenggara Nusantara) , Anjing Mulim - India Selatan dan Parsi dan semua nya bunting dan melahirkan anak perempuan. Maharaja Diraja mengambil kanak-kanak ini sebagai anak angkat. Setelah mereka dewasa mereka dikawinkan dengan tukang membaiki kapal .&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Setelah beberapa lama, air laut pun surut. Perlahan tanah meluas dan Maharaja Diraja dan pengikutnya turun dari puncak Gunung Merapi. Dikaki gunung itu mereka membuka negeri dan penduduk pun bertambah, akhirnya membentuk nagari. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Hukum dibuat dan ketua dipilih. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Datuk Temenggungan dan Datuk Perpatih nan Sebatang berketurunan Maharaja Diraja memulakan dua jenis tradisi politik dan perundangan dan akhirnya semakin bertambah bilang penduduk dan lama terciptalah Alam Minangkabau yang masyhur. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Terdapat satu rujukan kepada kapal Nabi Nuh a.s dalam epik Maharaj Diraja Marsden mencatatkan bahwa Datuk temenggung dan Datuk Perpatih adalah dua daripada empat puluh orang pengiring Nabi Nuh dalam kapal tersebut. Dipercayai mereka adalah saudara tiri dari ibu yang sama.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/h1&gt;    &lt;div&gt; &lt;table class="infobox" align="right" cellpadding="3"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;th&gt;Minangkabau&lt;/th&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;a class="image" title="Wanita Minangkabau dengan pakaian tradisional" href="http://salgucan.blog.friendster.com/Joyce.png"&gt;&lt;img alt="Wanita Minangkabau dengan pakaian tradisional" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/7/70/Joyce.png/180px-Joyce.png" border="0" height="157" width="180" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Wanita Minangkabau dengan pakaian tradisional&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;th&gt;Populasi&lt;/th&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;8 million&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;th&gt;Tumpuan Suku&lt;/th&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt; &lt;table align="center"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;strong&gt;&lt;a class="image" title="Bendera Indonesia" href="http://salgucan.blog.friendster.com/Flag_of_Indonesia.svg"&gt;&lt;img class="thumbborder" alt="Bendera Indonesia" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/9/9f/Flag_of_Indonesia.svg/22px-Flag_of_Indonesia.svg.png" border="0" height="15" width="22" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a title="Indonesia" href="http://salgucan.blog.friendster.com/wiki/Indonesia"&gt;Indonesia&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt; (2000 census)&lt;/td&gt; &lt;td align="right"&gt;&lt;strong&gt;5,475,000&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;sup&gt;&lt;a href="http://salgucan.blog.friendster.com/#_note-0"&gt;[1]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;span&gt;        &lt;/span&gt;&lt;a title="Sumatra Barat" href="http://salgucan.blog.friendster.com/wiki/Sumatra_Barat"&gt;Sumatra Barat&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="right"&gt;3,747,000&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;span&gt;        &lt;/span&gt;&lt;a title="Riau" href="http://salgucan.blog.friendster.com/wiki/Riau"&gt;Riau&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="right"&gt;535,000&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;span&gt;        &lt;/span&gt;&lt;a title="Sumatra Utara" href="http://salgucan.blog.friendster.com/wiki/Sumatra_Utara"&gt;Sumatra Utara&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="right"&gt;307,000&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;span&gt;        &lt;/span&gt;&lt;a title="Jakarta" href="http://salgucan.blog.friendster.com/wiki/Jakarta"&gt;Jakarta&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="right"&gt;265,000&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;span&gt;        &lt;/span&gt;&lt;a title="Jawa Barat" href="http://salgucan.blog.friendster.com/wiki/Jawa_Barat"&gt;Jawa Barat&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="right"&gt;169,000&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;span&gt;        &lt;/span&gt;&lt;a title="Jambi" href="http://salgucan.blog.friendster.com/wiki/Jambi"&gt;Jambi&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="right"&gt;132,000&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;strong&gt;&lt;a class="image" title="Bendera Malaysia" href="http://salgucan.blog.friendster.com/Flag_of_Malaysia.svg"&gt;&lt;img class="thumbborder" alt="Bendera Malaysia" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/6/66/Flag_of_Malaysia.svg/22px-Flag_of_Malaysia.svg.png" border="0" height="11" width="22" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a title="Malaysia" href="http://salgucan.blog.friendster.com/wiki/Malaysia"&gt;Malaysia&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="right"&gt;&lt;strong&gt;538,826&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;th&gt;Bahasa&lt;/th&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;a title="Bahasa Minangkabau" href="http://salgucan.blog.friendster.com/wiki/Bahasa_Minangkabau"&gt;Minangkabau&lt;/a&gt;, &lt;a title="Bahasa Indonesia" href="http://salgucan.blog.friendster.com/wiki/Bahasa_Indonesia"&gt;Indonesia&lt;/a&gt; dan &lt;a title="Bahasa Melayu" href="http://salgucan.blog.friendster.com/wiki/Bahasa_Melayu"&gt;Melayu&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;th&gt;Agama&lt;/th&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;a title="Islam" href="http://salgucan.blog.friendster.com/wiki/Islam"&gt;Islam&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;/div&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Suku &lt;strong&gt;Minangkabau&lt;/strong&gt; merupakan penduduk asal kawasan yang kini dikenali sebagai &lt;a title="Sumatra Barat" href="http://salgucan.blog.friendster.com/wiki/Sumatra_Barat"&gt;Sumatra Barat&lt;/a&gt; di &lt;a title="Indonesia" href="http://salgucan.blog.friendster.com/wiki/Indonesia"&gt;Indonesia&lt;/a&gt;. Kebudayaan mereka adalah bersifat keibuan (&lt;a class="new" title="Matrilineal" href="http://salgucan.blog.friendster.com/w/index.php?title=Matrilineal&amp;amp;action=edit"&gt;matrilineal&lt;/a&gt;), dengan harta dan tanah diwariskan dari ibu kepada anak perempuan, sementara urusan ugama dan politik merupakan urusan kaum lelaki (walaupun sesetengah wanita turut memainkan peranan penting dalam bidang ini). Kini sekitar 4 juta orang Minang tinggal di Sumatra Barat, sementara lagi 3 juta berada di kebanyakan bandar dan pekan di Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Walaupun suku Minangkabau kuat dalam pegangan agama &lt;a title="Islam" href="http://salgucan.blog.friendster.com/wiki/Islam"&gt;Islam&lt;/a&gt;, mereka juga kuat dalam mengamalkan amalan turun-temurun yang digelar &lt;a title="Adat" href="http://salgucan.blog.friendster.com/wiki/Adat"&gt;adat&lt;/a&gt;. Beberapa unsur adat Minangkabau berasal dari fahaman &lt;a title="Animisme" href="http://salgucan.blog.friendster.com/wiki/Animisme"&gt;animisme&lt;/a&gt;&lt;a title="Hindu" href="http://salgucan.blog.friendster.com/wiki/Hindu"&gt;Hindu&lt;/a&gt; yang telah lama bertapak sebelum kedatangan Islam. Walaubagaimanapun, pengaruh agama Islam masih kuat di dalam adat Minangkabau, seperti yang tercatat di dalam pepatah mereka, &lt;em&gt;Adat basandi syara’, syara’ basandi Kitabullah&lt;/em&gt;, yang bermaksud, adat (Minangkabau) bersendi hukum Islam dan hukum Islam bersendi &lt;a title="Al Qur'an" href="http://salgucan.blog.friendster.com/wiki/Al_Qur%27an"&gt;Al Qur’an&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt; dan agama &lt;/p&gt; &lt;div&gt; &lt;table class="toc" id="toc" summary="Jadual isi kandungan"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt; &lt;div id="toctitle"&gt; &lt;h2&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Isi Kandungan&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt; &lt;/div&gt; &lt;ul&gt;&lt;li class="toclevel-1"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a href="http://salgucan.blog.friendster.com/#Mitos_asal-usul_nama"&gt;&lt;span class="tocnumber"&gt;1&lt;/span&gt; &lt;span class="toctext"&gt;Mitos asal-usul nama&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="toclevel-1"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a href="http://salgucan.blog.friendster.com/#Budaya"&gt;&lt;span class="tocnumber"&gt;2&lt;/span&gt; &lt;span class="toctext"&gt;Budaya&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; &lt;ul&gt;&lt;li class="toclevel-2"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a href="http://salgucan.blog.friendster.com/#Upacara_dan_perayaan"&gt;&lt;span class="tocnumber"&gt;2.1&lt;/span&gt; &lt;span class="toctext"&gt;Upacara dan perayaan&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="toclevel-2"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a href="http://salgucan.blog.friendster.com/#Seni"&gt;&lt;span class="tocnumber"&gt;2.2&lt;/span&gt; &lt;span class="toctext"&gt;Seni&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="toclevel-2"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a href="http://salgucan.blog.friendster.com/#Kraftangan"&gt;&lt;span class="tocnumber"&gt;2.3&lt;/span&gt; K&lt;span class="toctext"&gt;erajinan&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="toclevel-1"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a href="http://salgucan.blog.friendster.com/#Agama"&gt;&lt;span class="tocnumber"&gt;3&lt;/span&gt; &lt;span class="toctext"&gt;Agama&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; &lt;/li&gt;&lt;li class="toclevel-1"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;u&gt;4 Alam Minangkabau&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="toclevel-1"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;5&lt;a href="http://salgucan.blog.friendster.com/#Orang-orang_Minangkabau_terkemuka"&gt; &lt;span class="toctext"&gt;Orang-orang Minangkabau terkemuka&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p class="toclevel-1"&gt; &lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;/div&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a id="Mitos_asal-usul_nama" name="Mitos_asal-usul_nama"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;h2&gt;&lt;span class="mw-headline"  style="font-size:130%;"&gt;Mitos asal-usul nama&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt; &lt;div class="thumb tleft"&gt; &lt;div class="thumbinner"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a class="image" title="Rumah Gadang di kampung Pandai Sikek di Sumatra Barat" href="http://salgucan.blog.friendster.com/Rumah_Gadang.jpg"&gt;&lt;img class="thumbimage" alt="Rumah Gadang di kampung Pandai Sikek di Sumatra Barat" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/f/fd/Rumah_Gadang.jpg/250px-Rumah_Gadang.jpg" border="0" height="188" width="250" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; &lt;div class="thumbcaption"&gt; &lt;div class="magnify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a class="internal" title="Besarkan" href="http://salgucan.blog.friendster.com/Rumah_Gadang.jpg"&gt;&lt;img src="http://salgucan.blog.friendster.com/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" height="11" width="15" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Rumah Gadang di kampung Pandai Sikek di Sumatra Barat&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Perkataan &lt;em&gt;Minangkabau&lt;/em&gt; merupakan gabungan dua perkataan, yaitu: &lt;em&gt;minang&lt;/em&gt; yang bermaksud "menang" dan &lt;em&gt;kabau&lt;/em&gt; untuk "kerbau". Menurut lagenda, nama ini diperolehi daripada peristiwa perselisihan di antara kerajaan Minangkabau dengan seorang putera dari Jawa yang meminta pengakuan kekuasaan di kawasan Melayu. Untuk mengelakkan diri mereka daripada berperang, rakyat Minangkabau mencadangkan pertandingan adu kerbau di antara kedua pihak. Putera tersebut setuju dan menyiapkan seekor kerbau yang besar dan ganas. Rakyat setempat pula hanya menyiapkan seekor anak kerbau yang lapar tetapi dengan tanduk yang telah ditajamkan. Pada saat di adu, si anak kerbau yang kelaparan dengan tidak sengaja merodok tanduknya di perut kerbau yang ganas itu karena ingin mencari puting susu untuk meghilangkan kelaparannya. Kerbau yang ganas itu mati dan rakyat setempat berjaya menyelesaikan perebutan tanah itu dengan cara yang aman dan damai.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Anjung rumah adat Minangkabau yang dipanggil &lt;a title="Rumah Gadang" href="http://salgucan.blog.friendster.com/wiki/Rumah_Gadang"&gt;Rumah Gadang&lt;/a&gt;, (Rumah Besar) memiliki rupa bentuk yang unik kerana ia menyerupai tanduk kerbau.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a id="Budaya" name="Budaya"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;h2&gt;&lt;span class="mw-headline"  style="font-size:130%;"&gt;Budaya&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Masyarakat Minangkabau merupakan masyarakat &lt;a class="new" title="Matrilineal" href="http://salgucan.blog.friendster.com/w/index.php?title=Matrilineal&amp;amp;action=edit"&gt;matrilineal&lt;/a&gt; yang terbesar di dunia, di mana harta pusaka diwaris menerusi nasab sebelah ibu. Beberapa ahli fikir berpendapat bahawa adat inilah yang menyebabkan ramai kaum lelaki Minangkabau untuk merantau di pelosok &lt;a title="Nusantara" href="http://salgucan.blog.friendster.com/wiki/Nusantara"&gt;Nusantara&lt;/a&gt; untuk mencari ilmu atau mencari kekayaan dengan berdagang. Anak lelaki pada usia 7 tahun pastinya akan meninggalkan rumah mereka untuk tinggal di surau yang mana mereka diajarkan ilmu agama dan adat Minangkabau. Apabila sudah remaja, mereka digalakkan untuk meninggalkan kampung mereka untuk menimba ilmu di sekolah atau menimba pengalaman daripada luar kampung dengan harapan yang mereka akan pulang sebagai seorang dewasa yang lebih matang dan bertanggungjawab kepada keluarga dan &lt;em&gt;nagari&lt;/em&gt; (kampung halaman).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Tradisi ini berhasil mendirikan beberapa masyarakat rantauan Minangkabau di pusat-pusat perkotaan dan tempat-tempat lain di &lt;a title="Indonesia" href="http://salgucan.blog.friendster.com/wiki/Indonesia"&gt;Indonesia&lt;/a&gt; ataupun Malaysia serta Singapura dan bahkan dunia. Namun ikatan mereka dengan &lt;em&gt;Ranah Awak&lt;/em&gt; (Tanah Minang) masih tersimpan dan lebih kuat lagi. Satu contoh kawasan yang didiami oleh masyarakat Minangkabau dan masih mengamalkan adat dan budaya Minangkabau adalah &lt;a title="Negeri Sembilan" href="http://salgucan.blog.friendster.com/wiki/Negeri_Sembilan"&gt;Negeri Sembilan&lt;/a&gt; di &lt;a title="Malaysia" href="http://salgucan.blog.friendster.com/wiki/Malaysia"&gt;Malaysia&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Selain daripada dikenali sebagai orang pedagang, masyarakat Minang juga berjaya melahirkan beberapa penyair, penulis, negarawan, ahli fikir dan para ulama. Ini mungkin terjadi karena budaya mereka yang memberatkan penimbaan ilmu pengetahuan. Sebagai penganut agama Islam yang kuat, mereka cenderung kepada idea untuk menggabungkan ciri-ciri Islam dalam masyarakat yang modern. Selain itu, peranan yang dimainkan oleh para cendekiawan bersama dengan semangat bangga orang Minang dengan identitas mereka menjadikan Tanah Minangkabau, yaitu: &lt;a title="Sumatra Barat" href="http://salgucan.blog.friendster.com/wiki/Sumatra_Barat"&gt;Sumatra Barat&lt;/a&gt;, sebagai sebuah kuasa utama dalam pergerakan kemerdekaan di Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Masyarakat Minang, terbagi kepada beberapa buah suku besar,  yaitu: &lt;em&gt;Suku Piliang, Bodi Caniago, Tanjuang, Koto, Sikumbang, Malayu&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;Jambak&lt;/em&gt;. Kadang-kadang juga, keluarga yang sesuku tinggal dalam satu rumah besar yang dipanggil &lt;em&gt;Rumah Gadang&lt;/em&gt;. Penggunaan &lt;a title="Bahasa Indonesia" href="http://salgucan.blog.friendster.com/wiki/Bahasa_Indonesia"&gt;bahasa Indonesia&lt;/a&gt; berleluasa di kalangan masyarakat Minang, tetapi mereka masih boleh bertutur dalam bahasa ibunda mereka, yaitu: &lt;a title="Bahasa Minangkabau" href="http://salgucan.blog.friendster.com/wiki/Bahasa_Minangkabau"&gt;bahasa Minangkabau&lt;/a&gt;. Bahasa Minangkabau mempunyai perkataan yang serupa dengan &lt;a title="Bahasa Melayu" href="http://salgucan.blog.friendster.com/wiki/Bahasa_Melayu"&gt;bahasa Melayu&lt;/a&gt; tetapi berbeda dari segi sebutan dan juga tatabahasa hingga menjadikannya lebih unik dari bahasa Melayu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Salah satu aspek terkenal mengenai orang Minang adalah makanan tradisional mereka seperti &lt;a title="Rendang" href="http://salgucan.blog.friendster.com/wiki/Rendang"&gt;rendang&lt;/a&gt;, &lt;a class="new" title="Soto Padang" href="http://salgucan.blog.friendster.com/w/index.php?title=Soto_Padang&amp;amp;action=edit"&gt;Soto Padang&lt;/a&gt; (makanan sup), &lt;a class="new" title="Sate Padang" href="http://salgucan.blog.friendster.com/w/index.php?title=Sate_Padang&amp;amp;action=edit"&gt;Sate Padang&lt;/a&gt; dan &lt;em&gt;&lt;a class="new" title="Dendeng Balado" href="http://salgucan.blog.friendster.com/w/index.php?title=Dendeng_Balado&amp;amp;action=edit"&gt;Dendeng Balado&lt;/a&gt;&lt;/em&gt; (daging dendeng berlada). Restoran Minangkabau yang sering digelar "Restoran Padang" dapat dijumpai di merata Indonesia dan di negara-negara jiran yang lain.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a id="Upacara_dan_perayaan" name="Upacara_dan_perayaan"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;h3&gt;&lt;span class="mw-headline"  style="font-size:130%;"&gt;Upacara dan Perayaan&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Upacara dan perayaan Minangkabau termasuk:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;Turun mandi&lt;/em&gt; - upacara memberkati bayi &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;Sunat rasul&lt;/em&gt; - upacara bersunat &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;Baralek&lt;/em&gt; - upacara perkahwinan &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;Batagak pangulu&lt;/em&gt; - upacara pelantikan penghulu. Upacara ini akan berlansung selama 7 hari di mana seluruh kaum kerabat dan ketua-ketua dari kampung yang lain akan dijemput &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;Turun ka sawah&lt;/em&gt; - upacara kerja gotong-royong &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;Manyabik&lt;/em&gt; - upacara menuai padi &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;a title="Hari Raya Aidil Fitri" href="http://salgucan.blog.friendster.com/wiki/Hari_Raya_Aidil_Fitri"&gt;Hari Rayo&lt;/a&gt;&lt;/em&gt; - perayaan Hari Raya Aidilfitri &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;a title="Hari Raya Aidil Adha" href="http://salgucan.blog.friendster.com/wiki/Hari_Raya_Aidil_Adha"&gt;Hari Rayo&lt;/a&gt;&lt;/em&gt; - perayaan Hari Raya Aidiladha &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;Maanta pabukoan&lt;/em&gt; - menghantar makanan kepada ibu mentua sewaktu bulan &lt;a title="Ramadan" href="http://salgucan.blog.friendster.com/wiki/Ramadan"&gt;Ramadan&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;a class="new" title="Tabuik" href="http://salgucan.blog.friendster.com/w/index.php?title=Tabuik&amp;amp;action=edit"&gt;Tabuik&lt;/a&gt;&lt;/em&gt; - perayaan Islam di &lt;a class="new" title="Pariaman" href="http://salgucan.blog.friendster.com/w/index.php?title=Pariaman&amp;amp;action=edit"&gt;Pariaman&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;a class="new" title="Tanah Ta Sirah" href="http://salgucan.blog.friendster.com/w/index.php?title=Tanah_Ta_Sirah&amp;amp;action=edit"&gt;Tanah Ta Sirah&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;, perlantikan seorang Datuk (ketua puak) apabila Datuk yang sebelumnya meninggal dunia silang beberapa jam yang lalu (tidak payah didahului dengan upacara &lt;em&gt;batagak pangulu&lt;/em&gt;) &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;a class="new" title="Mambangkik Batang Tarandam" href="http://salgucan.blog.friendster.com/w/index.php?title=Mambangkik_Batang_Tarandam&amp;amp;action=edit"&gt;Mambangkik Batang Tarandam&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;, perlantikan seorang Datuk apabila Datuk yang sebelumya telah meninggal 10 atau 50 tahun yang lalu &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;/div&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a id="Seni" name="Seni"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;h3&gt;&lt;span class="mw-headline"  style="font-size:130%;"&gt;Seni&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Seni tradisonal Minangkabau termasuk:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a title="Randai" href="http://salgucan.blog.friendster.com/wiki/Randai"&gt;Randai&lt;/a&gt;, teater rakyat dengan menyatukan antara pencak silat, musik, tarian dan drama &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a class="new" title="Saluang Jo Dendang" href="http://salgucan.blog.friendster.com/w/index.php?title=Saluang_Jo_Dendang&amp;amp;action=edit"&gt;Saluang Jo Dendang&lt;/a&gt;, serunai bambu dan nyanyian &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a class="new" title="Talempong" href="http://salgucan.blog.friendster.com/w/index.php?title=Talempong&amp;amp;action=edit"&gt;Talempong&lt;/a&gt; alat musik bunyi gong yang berukuran kecil dan banyak&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a title="Tari Piring" href="http://salgucan.blog.friendster.com/wiki/Tari_Piring"&gt;Tari Piring&lt;/a&gt; Tari yang juga mempunyai Mistik dengan berjalan dan meloncat-loncat di atas pecahan beling tanpa sedikitpun mendapatkan luka sobek pada tapak kaki.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a class="new" title="Tari Payung" href="http://salgucan.blog.friendster.com/w/index.php?title=Tari_Payung&amp;amp;action=edit"&gt;Tari Payung&lt;/a&gt; Menceritakan kehidupan muda-mudi minang yang selalu riang gembira &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a class="new" title="Tari Indang" href="http://salgucan.blog.friendster.com/w/index.php?title=Tari_Indang&amp;amp;action=edit"&gt;Tari Indang&lt;/a&gt; Tari yang sering di lakukan masyarakat pesisir pantai barat terutama daerah Pariaman yang dipengaruhi oleh budaya Aceh pada saat Islam masuk dari Aceh ke Minangkabau melalui pantai barat Sumatera.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a class="new" title="Pidato Adat" href="http://salgucan.blog.friendster.com/w/index.php?title=Pidato_Adat&amp;amp;action=edit"&gt;Pidato Adat&lt;/a&gt; juga dikenali sebagai &lt;em&gt;Sambah Manyambah(Pasambahan)&lt;/em&gt; (sembah-menyembah (Persembahan)), upacara berpidato, dilakukan di setiap upacara-upacara adat, seperti rangkaian acara pernikahan (baralek), upacara pengangkatan pangulu, dan lain-lain &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a class="new" title="Pencak Silat" href="http://salgucan.blog.friendster.com/w/index.php?title=Pencak_Silat&amp;amp;action=edit"&gt;Pencak Silat&lt;/a&gt; tarian yang gerakannya adalah gerakan silat tradisional minangkabau &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a id="Kraftangan" name="Kraftangan"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;h3&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Kerajinan&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Kerajinan Tradisional Minangkabau &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Kain &lt;a title="Songket" href="http://salgucan.blog.friendster.com/wiki/Songket"&gt;Songket&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a class="new" title="Sulaman" href="http://salgucan.blog.friendster.com/w/index.php?title=Sulaman&amp;amp;action=edit"&gt;Sulaman&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a class="new" title="Ukiran kayu" href="http://salgucan.blog.friendster.com/w/index.php?title=Ukiran_kayu&amp;amp;action=edit"&gt;Ukiran kayu&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Menukang emas dan perak &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a id="Agama" name="Agama"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;h2&gt;&lt;span class="mw-headline"  style="font-size:130%;"&gt;Agama&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Kebanyakkan orang apabila diberitahu bahawa masyarakat Minang merupakan penganut Islam yang kuat merasa bingung karena anggapan mereka ialah sebuah masyarakat yang mengikut sistem saka (&lt;em&gt;matriarchal&lt;/em&gt;) akan sering berselisih dengan fahaman Islam yang lebih &lt;em&gt;patriarchal&lt;/em&gt;. Namun sebenarnya, terdapat banyak persamaan di antara fahaman Islam dan Minangkabau (lebih lagi pada masa kini) sehingga menjadi sukar untuk orang Minang membedakan satu daripada lain.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Seperti contoh:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;Faham Islam&lt;/strong&gt;: Menimba ilmu adalah wajib.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Faham Minangkabau&lt;/strong&gt;: Anak-anak lelaki mesti meninggalkan rumah mereka untuk tinggal dan belajar dengan di surau (langgar, mesjid). &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;Faham Islam&lt;/strong&gt;: Mengembara adalah digalakkan untuk mempelajari dari tamadun-tamadun yang kekal dan binasa untuk meningkatkan iman kepada Allah. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;Faham Minangkabau&lt;/strong&gt;: Remaja terutama kaum pria mesti marantau (meninggalkan kampung halaman) untuk menimba ilmu dan bertemu dengan orang dari berbagai tempat untuk mencapai kebijaksanaan, dan untuk mencari penghidupan yang lebih baik. Falsafah marantau juga berarti melatih orang minang untuk hidup madiri, karena ketika seorang pemuda minang berniat marantau meninggalkan kampungnya, ia hanya membawa bekal seadanya. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;Faham Islam&lt;/strong&gt;:  Wanita tidak boleh dipaksa untuk kawin dengan lelaki yang tidak dia cintai.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;Faham Minangkabau&lt;/strong&gt;: Wanita yang menentukan kepada siapa  mereka ingin mengawini kaum pria. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;Faham Islam&lt;/strong&gt;: Ibu berhak dihormati 3 kali lebih dari bapak.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;Faham Minangkabau&lt;/strong&gt;: Bundo Kanduang adalah pemimpin/pengambil keputusan di Rumah Gadang. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Ciri-ciri Islam begitu mendalam dalam adat Minang sehingga mereka yang tidak mengamalkan Islam dianggap telah keluar dari masyarakat Minangkabau.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span&gt;ALAM MINANGKABAU&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt;&lt;span&gt;Wilayah budaya Minangkabau adalah tempat hidup, tumbuh dan berkembangnya kebudayaaan Minangkabau.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt;&lt;span&gt;Dalam Tambo alam Minangkabau dikatakan wilayah Minangkabau adalah, sbb: &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span&gt;01.&lt;span&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Nan Salilik gunuang Marapi&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span lang="IN"&gt; : Daerah Luhak nan tigo &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span&gt;02.&lt;span&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Saedaran gunuang Pasaman&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span lang="IN"&gt; : Daerah Pasaman &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span&gt;03.&lt;span&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sajajaran Sago jo Singgalang&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span lang="IN"&gt; : Daerah sekitar gunung sago dan gunung singgalang &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span&gt;04.&lt;span&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Saputaran Talang jo Kurinci&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span lang="IN"&gt; : Daerah Solok dan Kerinci &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span&gt;05.&lt;span&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dari Sirangkak nan Badangkang&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span lang="IN"&gt; : Daerah Pariangan Padang Panjang dan sekitarnya &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span&gt;06.&lt;span&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Hinggo Buayo Putih Daguak&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span lang="IN"&gt; : Daerah Pesisir Selatan hingga Muko-muko (Bengkulu) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span&gt;07.&lt;span&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sampai ka pintu Rajo Hilie&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span lang="IN"&gt; : Muaro Bungo, Bangko, Muara Tebo (Jambi) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span&gt;08.&lt;span&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Hinggo Durian di takuak Rajo&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span lang="IN"&gt; : Daerah yang berbatasan dengan kota Jambi (Jambi) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span&gt;09.&lt;span&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sipisau-pisau Hanyuik&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span lang="IN"&gt; : Daerah Inderagiri Hulu hingga gunung Sailan (Riau) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span&gt;10.&lt;span&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sialang balantak basi&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span lang="IN"&gt; : Daerah sekitar gunung Sailan dan Kuantan Sengingi (Riau) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span&gt;11.&lt;span&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sailiean batang Bangkaweh&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span lang="IN"&gt; : Daerah sekitar danau Singkarak dan batang Ombilin &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span&gt;12.&lt;span&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sampai ka ombak nan badabua&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span lang="IN"&gt; : Daerah Pariaman di samudera Hindia &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span&gt;13.&lt;span&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sailiean batang Sikilang&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span lang="IN"&gt; : Daerah Sikilang sampai ke samudera&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Hindia &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span&gt;14.&lt;span&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Hinggo lauik nan sadidieh&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span lang="IN"&gt; : Daerah yang berbatasan dengan samudera Hindia &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span&gt;15.&lt;span&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ka timua Ranah Aie Bangih&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span lang="IN"&gt; : Daerah sebelah timur Air Bangis &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span&gt;16.&lt;span&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Rao jo Mapek Tunggua&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span lang="IN"&gt; : Daerah di kawasan Rao dan Mapat Tunggua &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span&gt;17.&lt;span&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Gunuang Mahalintang&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt; :&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span lang="IN"&gt; Daerah perbatasan dengan Tapsel (Sumatera Utara) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span&gt;18.&lt;span&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Pasisia banda Sapuluah&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span lang="IN"&gt; : Daerah sepanjang pantai Barat Sumatera &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span&gt;19.&lt;span&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Taratak Aie Hitam&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span lang="IN"&gt; : Daerah sekitar Silauik dan Lunang Sampai ka Tanjuang Simalidu (Jambi) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span&gt;20.&lt;span&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Taruih ka Sapucuak Jambi Sambilan Lurah&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span lang="IN"&gt; : Muara Jambi, Batanghari, Muara Tembesi, Sungai Bengkal (Jambi) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt;&lt;span&gt;Wilayah Minangkabau terbagi menjadi tiga daerah, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt;&lt;span&gt;WILAYAH DAREK  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt;&lt;span&gt;Wilayah Darek merupakan daerah Asli Minangkabau, yakni Luhak nan Tigo. Dalam kisah Tambo, Luhak artinya kubang. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span&gt;A.&lt;span&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Luhak Tanah Datar &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt;&lt;span&gt;Luhak Tanah datar di sebut juga Luhak nan Tuo karena Luhak ini adalah Luhak yang mula-mula ada di Minangkabau. Ungkapan untuk Luhak ini “buminyo Lembang, aienyo tawa, ikannyo banyak”, ini menggambarkan masyarakat yang ramai, statusnya tidak merata. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt;&lt;span&gt;Asal usul Luhak tanah Datar: &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt;&lt;span&gt;Dahulu kala, ketika nenek moyang orang Minangkabau masih tinggal di puncak gunung Merapi, ada tiga sumur (Luhak). Salah satu dari ketiga sumur itu ada terletak di tanah yang datar. Orang yang biasa minum dari sumur tersebut pindah ke suatu tempat, yang kemudian dinamakan Luhak Tanah Datar, sesuai dengan sumur mereka. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt;&lt;span&gt;Nenek moyang orang Minangkabau pertama-tama membuat nagari di Pariangan Padang Panjang. Lama kelamaan Nagari itu tersa sempit karena pendudukbertambah, dan akhirnya mereka mencari daerah baru. Salah satu daerah itu adalah daerah yang tidak datar. Tanahnya berbukit-bukit dan berlembah-lembah. Nama tempat itu mereka tetapkan sesuai dengan kondisi daerahnya, Yakni Luhak Tanah Datar. Luhak disini mengadung makna menjadi daerah yang tanahnya kurang datar. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt;&lt;span&gt;Nagari-nagari yang termasuk Luhak Tanah Datar: &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span&gt;1.&lt;span&gt;              &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Tampuak Tangkai Pariangan Salapan Koto&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span lang="IN"&gt; (Pariangan, Padang Panjang, Guguak, Sikaladi, Koto Tuo,&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Tanjuang Limau,&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Sialahan, Batu Baso) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span&gt;2.&lt;span&gt;              &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Tujuah Langgam di Hilie&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span lang="IN"&gt; (Turawan, Padang Lua, Padang Magek, Sawah Kareh, Kinawai, Balimbiang, Bukik Tamusu) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span&gt;3.&lt;span&gt;              &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Limo Kaum Duo Baleh Koto&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span lang="IN"&gt;(Dusun Tuo, Balah Labuah, Balai Batu, Kubu Rajo, Piliang, Ngungun, Silabuek Ampalu, Parambahan, Cubadak, Supanjang, Sawah Jauah, Rambatan, Tabek Sawah Tangah) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span&gt;4.&lt;span&gt;              &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sambilan Koto di dalam&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span lang="IN"&gt;(Tabek Boto, Salagondo, Koto, Baranjak, Latai Batu, Bukik Gombak, Sungai Ameh, Ambacang Baririk, Rajo Dani) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span&gt;5.&lt;span&gt;              &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Tanjuang nan Tigo, Lubuek nan Tigo&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span lang="IN"&gt;(Tanjuang Alam, Tanjuang Sungayang, Tanjuang Barulak, Lubuek Sikarah, Lubuek Simauang, Lubuek Sipurai) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span&gt;6.&lt;span&gt;              &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sungai Tarab Tujuah Batu&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span lang="IN"&gt;(Limo Batu, Tigo Batu, Ikua Kapalo Kapak, Randai Gombak Katitiran, Koto Tuo Pasia Laweh, Koto Baru, Rao-rao, Salo Patie Sumaniak, Supayang, Situmbuak, Gurun Ampalu, Sijangek Koto Badampiang) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span&gt;7.&lt;span&gt;              &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Langgam nan Tujuah&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span lang="IN"&gt;(Labutan, Sungai Jambu, Batipuah Nagari Gadang, Tanjuang Baliak, Sulik Aie, Singkarak, Saniang Baka, Silungkang, Padang Sibusuak, Sumani, Saruaso) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span&gt;8.&lt;span&gt;              &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Batipuah Sapuluah Koto&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span lang="IN"&gt;(Batipuah, Koto Baru Aie Angek, Koto Laweh, Pandai Sikek, Panyalaian, Bukik Saruangan, Gunuang, Paninjauan, Jaho Tambangan, Pitalah, Bungo Tanjuang, Sumpua, Malalo, Singgalang) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span&gt;9.&lt;span&gt;              &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Lintau Buo sambilan Koto&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span lang="IN"&gt;(Batu Bulek, Balai Tangah, Tanjuang Bonai, Tapi Selo, Lubuek Jantan, Buo, Pangian, Taluek Tigo Jangko) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span&gt;B.&lt;span&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Luhak Agam &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt;&lt;span&gt;Luhak Agam di sebut juga Luhak nan Tangah, karena setelah berdirinya Luhak Tanah Datar, Luhak agamlah yang berdiri. Ungkapan Khas Luhak ini “buminyo angek, aienyo karuah, ikannyo lia”, ini menggambarkan masyarakat yang berwatak keras, masyarakatnya heterogen, persaingan hidupnya tajam. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt;&lt;span&gt;Asal usul Luhak Agam: &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt;&lt;span&gt;Di gunung Merapi terdapat pula sumur (Luhak) yang di tumbuhi rumput mensiang (Agam). Mereka yang biasa minum di sumur itu pindah ke suatu tempat. Tempat pindahnya kemudian dinamakan sesuai nama sumur tempat mereka biasa minum, yakni Luhak agam. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt;&lt;span&gt;Setelah rombongan ke Tanah Datar berangkat dari Paringan Padang Panjang, Berangkat pulalah rombongan kedua menuju utara. Di tempat itu mereka menemukan daerah yang di penuhi oleh tumbuhan mensiang (agam). Akhirnya tempat itu dinamakan Lubuek agam yang kemudian berubah menjadi Luhak Agam. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt;&lt;span&gt;Nagari-nagari yang termasuk Luhak Agam : &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span&gt;1.&lt;span&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ampek-ampek Angkek&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span lang="IN"&gt; (Agam Biaro Balai, Lambah Panampuang, Canduang Kito, Lasi, Bukik Batabuah, Paruik Putuih, Tanjuang Alam, Pasia, Ampang Gadang, Kurai, Banuhampu, Sianok, Koto Gadang, Sariak, Sungai Pua, Batagak Batu Palano, Balingka Koto Pambatan, Guguak Tabek, Sirajo, Jamang Hilie, Kamang Mudiak, Tilatang, Paruik Lantang, Kapau, Magek, Salo, Koto Baru, Sungai Janiah, Tabek Panjang, Ujuang Guguak, Padang Tarok, Sungai Angek, Sungai Cubadak, Koto Tinggi ,Kubang Pipik, Koto Gadang, Pincuran Puti) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span&gt;2.&lt;span&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Lawang nan Tigo Balai&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span lang="IN"&gt;(Matua (Matur), Palembayan, Malalak, Sungai Landie) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span&gt;3.&lt;span&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Nagari Sakaliliang danau Maninjau&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;(Maninjau, Sungai Batang, Sigiran, Tanjuang Sani, Bayua, Koto Kaciak, Koto Gadang Koto Malintang, Paninjauan, Batu Kambiang, Lubuek Basuang, Maggopoh) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span&gt;C.&lt;span&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Luhak Limo Puluah Koto &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt;&lt;span&gt;Luhak Limo Puluah Koto di sebut juga Luhak nan Bungsu karena Luhak ini adalah Luhak yang terakhir berdiri di Minngkabau. Ungkapan Khas Luhak ini “buminyo sajuak, aienyo janiah, ikannyo jinak”, ini menggambarkan masyarakat yang homogen dan penuh kerukunan dan memiliki ketenangan dalm berfikir. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt;&lt;span&gt;Asal usul Luhak Limo Puluah Koto : &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt;&lt;span&gt;Sumur yang ketiga di puncak gunung Merapi menjadi tempat minum 50 keluarga. Kemudian mereka pindah ke sebelah timur gunung Merapi dan memberi nama tempat baru itu dengan Luhak Limo Puluah, kemudian di tambah dengan kata koto di belakangnaya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt;&lt;span&gt;Berangkat dari sebanyak 50 orang dari Pariangan. Sampai di suatu tempat mereka bermalam. Pagi-pagi teryata anggota rombongan kurang lima orang, entah ke mana. Jadi anggota telah berkurang (Luhak). Lalu anggota rombongan yang tinggal membuat daerah baru yang di beri nama Limo Puluah Koto. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt;&lt;span&gt;Menurut Tambo, Luhak Limo Puluah Koto terdiri dari lima bagian : &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span&gt;1.&lt;span&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sandi&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span lang="IN"&gt; (Koto nan Gadang, Koto nan Ampek)&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span&gt;2.&lt;span&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Luhak&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span lang="IN"&gt;(Mungo, Koto Kaciak, Andaleh, Tanjuang Kubu, Banda Tunggang, Sungai Kumayang, Aua Kuniang, Tanjuang Pati, Gadih Angik, Limbukan, Padang Karambia, Aie Tabik Limo)&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span&gt;3.&lt;span&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Lareh&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span lang="IN"&gt;(Sitanang Muaro Lakin, Ampalu, Halaban, Labuah Gunuang, Tanjuang Gadang, Unggan, Gunuang Sahilan)&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span&gt;4.&lt;span&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ranah&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span lang="IN"&gt;(Gantiang, Koto Laweh, Suliki, Sungai Rimbang, Tiaka, Balai Mansiro, Balai Tanang, Balai Kubang, Taeh, Simalanggang, Piobang, Sungai Baringin, Lubuek Batingkok, Sari Lamak, Solok, Padang Laweh)&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span&gt;5.&lt;span&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Hulu&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span lang="IN"&gt;(Padang Laweh, Sungai Patai, Suliki, Gunuang Sago, Labuah Gunuang, Balai Koto Tinggi)&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol start="2" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt;&lt;span&gt;WILAYAH RANTAU  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt;&lt;span&gt;Wilayah Rantau Minangkabau adalah daerah luar di Luhak nan Tigo yang awalnya merupaken tempat mencari penghidupan bagi orang Minangkabau. Selain itu juga ada daerah Ujuang Darek Kapalo Rantau, yakni daerah perbatasan wilayah Luhak dan Rantau. Masing-masing Luhak memiliki wilayah rantau sendiri. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol start="2" type="1"&gt;&lt;ol type="a"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt;&lt;span&gt;Rantau Luhak Tanah Datar  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt;&lt;span&gt;Masyarakat Tanah Datar merantau ke arah barat dan Tenggara sampai ke selatan Riau, Jambi serta utara Bengkulu. Daerah Rantaunya meliputi &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Rantau nan Kurang Aso Duo Puluah&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span lang="IN"&gt; (Lubuk Ambacang, Lubuk Jambi, Gunuang Koto, Bonai, Boserah, Sitanjau, Kopa, Taluak Kuantan, Inuman, Surantiah (Cerenti), Taluk Rayo, Aie Molek, Pasie Ringgik (Rengat), Talang Mamak, Kualo Thok) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Rantau sapucuak Jambi sambilan Lurah &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span lang="IN"&gt;(Muaro Bungo, Bangko, Muaro Tebo, Batang Hari, Muaro Jambi, Muaro Tambasi (Tembesi), Sungai Bengkal, Kuntalo (Kuala Tungkal, Muaro Sabak, Tanjuang Jabuang) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Rantau Pasisia Panjang&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span lang="IN"&gt;(Batang Kapeh, &lt;span&gt; &lt;/span&gt;Ampiang Perak, Kambang, Lakitan, Punggasan, Aie Haji, Painan, Banda, Salido, Tarusan, Tapan, Lunang, Silauik, Indropuro, Muko-Muko. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ujuang Darek Kapalo Rantau&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span lang="IN"&gt;(Anduriang Kayu, Tanam, Guguak Kapalo Hilalang, Sicincin, Toboh Pakandangan, Duo Kali sabaleh Anam Lingkuang, Tujuah Koto, Sungai Sariak) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol start="2" type="1"&gt;&lt;ol start="2" type="a"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt;&lt;span&gt;Rantau Luhak Agam  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt;&lt;span&gt;Penduduk Masyarakat Luhak agam menyebar ke arah utara dan barat. Daerah rantaunya adalah: &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span&gt;1.&lt;span&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Saedaran Gunuang Pasaman&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span lang="IN"&gt; (Ujuang Gadiang, Panti, Rao, Lubuek Sikapiang, Aie Bangih,&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Sasak) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span&gt;2.&lt;span&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ujuang Darek Kapalo Rantau&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span lang="IN"&gt; (Palembayan, Silareh Aie, Lubuek Basuang, Kampuang Pinang, simpang ampek, Sungai Garinggiang, Lubuek Bawan, Tigo Koto, Garagahan, Manggopoh) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol start="2" type="1"&gt;&lt;ol start="3" type="a"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt;&lt;span&gt;Rantau Luhak Limo Puluah Koto  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt;&lt;span&gt;Wilayah Rantau Luhak Limo Puluah Koto memasuki daerah Riau daratan sekarang dan Negeri Sembilan (Malaysia), yakni Rantau Kampar Kiri, Rantau Kampar Kanan, daratan Riau sekarang dan Negeri nan Sambilan (Semenanjung Malaya) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt;&lt;span&gt;Daerah Rantaunya meliputi : &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span&gt;1.&lt;span&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Rantau Kampar Rayo &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span lang="IN"&gt;(Menggiling, Tanjung Balik, Pangkalan, Koto Alam (Kota Lama), Gunuang Mahalintang, Muaro Pati, Tanjuang Baringin, Rokan Pandalian, Sengingi, Gunuang Sailan, Kuntu, Lipat Kain, Ludai, Ujung Bukit, Sanggan, Tanjung Balik, Tigo Baleh, Koto Kampar, Sibiruang, Gunung Malelo, Tabiang jo Tanjuang, Gunuang Bungsu, Muaro Takuih (Muara Takus), Pangkai jo Binamang, Tanjuang Abai, Pulau Gadang, Baluang, Koto Sitangkai, Tigo Baleh jo Lubuk Aguang, Limo Koto Kampar, Kuok, Slao, Bangkinang, Rumbia, Aie Tirih (Aer Tiris), Taratak Buluah, Pangkalan Indawang, Pangkalan Kapeh (Pangkalan Kapas), Pangkalan Sarai, Koto Laweh) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span&gt;2.&lt;span&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Rantau nan Sambilan&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;strong&gt;(Negeri Sembilan, Malaysia)&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Daerah Rantau ini terletak di Malaysia sekarang. Nagarinya adalah Sungai Ujong, Jelebu, Jehol, Rembau, Segamat, Naniang, Kelang, Pasir Besar ulu Muar, Jelai &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol start="3" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt;&lt;span&gt;WILAYAH PASISIA  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt;&lt;span&gt;Wilayah Pasisia adalah daerah sepanjang pantai Barat Sumatera bagian tengah yang membantang dari Tapanuli Selatan sampai ke Muko-muko (Bengkulu) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt;&lt;span&gt;Wilayah Pasisia Lazim di bagi dua : &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt;&lt;span&gt;Pasisia Tiku Pariaman  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;ol start="4" type="1"&gt;&lt;ol type="a"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ranah Pasisia&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span lang="IN"&gt; (Silauik, Lunang, Indropuro, Aie Haji, Sungai Tunu, Labuan, Balai Salasa, Surantiah, Sungai Sirah, Lakitan, Koto Baru, Kambang, Ampiang Parak, Taratak, Batang Kapeh, Salido, Painan, Lumpo, Asam Kumbang, Bayang, Koto Barapak, Tarusan, Koto Sabaleh, Pasa Baru) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Padang salapan Suku&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;(Lubuek Kilangan, Nan Duo Puluah, Pauah Limo, Pauah sambilan, Saungai Sapiah, Lubuak Minturun, Koto Tangah, Lubuek Buayo)  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Piaman Laweh&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span lang="IN"&gt; ( Kasang, Duku, Sintuak, Lubuek Aluang, Sunua, Kuri Taji, Toboh, Pakandangan, Tiku, Pariaman, Nareh, Sungai Limau, Malai, Sungai Garinggiang, Limo Koto, Kampuang Dalam, Sungai Sariak nan Sabarih, Duo Kali sabaleh, Anam Lingkuang) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/ol&gt; &lt;ol start="2" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt;&lt;span&gt;Pasisia Pasaman  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol start="2" type="1"&gt;&lt;ol type="a"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Pasisia Pasaman&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span lang="IN"&gt; ( Sasak, Kinali, Parik Batu, Koto Baru, Padang Tujuah, Aua Kuniang, Lubuek Pudiang, Aie Gadang, Sontang, Muaro Kiawai, Sungai Aua, Ujuang Gadiang, Parik, Aie Bangih, Pinaga, Kajai, Talu, Sinuruik, Cubadak, Simpang Tonang, Rao, Padang Nunang, Panti, Lubuek Sikapiang, Bonjo (Bonjol), Kumpalan, Malampeh, Alahan Mati, Cadang Panjang, Aie Manggih) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt;&lt;span&gt;Batas Wilayah Adat Minangkabau sebagaimana disebut dalam &lt;strong&gt;Adat Barih Balabeh&lt;br /&gt;Minangkabau&lt;/strong&gt; yaitu &lt;strong&gt;Adat Limbago dalam nagari&lt;/strong&gt;, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;Tambo Adat Minangkabau  : &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span&gt;"Jauah nan buliah ditunjuakkan, dakek nan buliah dikakokkan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span&gt;sabarih bapantang lupo satitiak bapantang ilang, kok ilang tulisan di Batu &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span&gt;di Limbago tingga juo" &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span&gt;Lareh Nan Duo Luhak nan Tigo &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span&gt;Partamo Kalarasan Koto Piliang duo Bodi Caniago &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span&gt;Luhak nan tuo Tanah Data duo Luhak Agam nan bongsu Luhak Limopuluah &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span&gt;tiok Luhak dibari bapangulu, urang nan basa dalam luhak nan&lt;br /&gt;baulayat sajak dari Nan Salareh Batang Bangkaweh &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span&gt;Salilik Gunuang Marapi&lt;br /&gt;Saedaran Gunuang Pasaman &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span&gt;Sajajaran Sago jo Singgalang hinggo Talang joGunuang Kurinci &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;dari Sirangkak Nan Badangkang hinggo Buayo Putiah Daguak&lt;br /&gt;sampai ka Pintu Rajo Ilia &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;jo Durian di takuak rajo sampai Kurinci Sandaran Aguang &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span&gt;Sipisak Pisau Anyuik &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Si Alang Balantak Basi&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;hinggo Aia Baliak Mudiak &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span&gt;sampai ka Ombak Nan Badabua, sa iliran Batang Sikilang &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;hinggo Lauik Nan Sadidiah, ka Timua Ranah Aia Bangi &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Rao sarato jo Mapa sampai&lt;br /&gt;Tunggua jo Gunuang Malintang &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;taruih ka Pasisia Banda Sapuluah inggo Taratak jo Aia Itam &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;sampai ka Tanjuang Simalindu taruih ka Pucuak Jambi&lt;br /&gt;Sambilan Lurah. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;itu nan disabuik Saparentah Daulat Pagarayuang Nan&lt;br /&gt;Diganggam Taguah Dipacik Arek, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;kok diliek pulo tantang pado Rantau Nan&lt;br /&gt;Kurang Aso Duopuluah, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;tiok rantau dibari ba Rajo, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span&gt;Rajo Puatin Tiang Panjang&lt;br /&gt;Rajo Nagari Pulau Punjuang, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span&gt;Rajo Gamuyang Gunuang Sahilan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;sarato &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span&gt;Nan Dipituan Nagari Basyrah &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;jo &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span&gt;Rajo Sumbayang &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span&gt;Nan Dipituan Luhak Singingi,&lt;br /&gt;Urang Gadang Datuak Rajo Sadio &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span&gt;Rajo Kinali, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span&gt;Nan Dipituan Rajo Munang &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span&gt;Rajo&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Rao Aia Bangih, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span&gt;Rajo Sungai Pagu Muaro Labuah, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span&gt;Rajo Lubuak Bandaro &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span&gt;Rajo Rambah Rokan Kubu, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span&gt;Datuak Rajo Bandaro &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span&gt;Rajo Lindai Tapuang, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span&gt;Sutan Gasib Rajo Siak, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span&gt;Datuak Tanah Data &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span&gt;Jo &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Datuak Pasisia &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span&gt;Sarato &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Datuak Limo Puluah &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;jo&lt;br /&gt;Datuak Kampar &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span&gt;Urang Gadang Pakanbaru, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span&gt;sahinggo &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span&gt;Rajo Tambilahan, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span&gt;Rajo Rengat &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span&gt;sarato &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span&gt;Rajo Asahan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;itu nan disabuik Pagangan Arek Ameh Manah&lt;br /&gt;Daulat Pagaruyuang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Keterangan: &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;* Salilik Gunuang Marapi&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt;&lt;span&gt;daerah Luhak nan Tuo Tanah Datar, Luhak nan Tangah Agam dan Luhak nan Bongsu Limo Puluah Koto.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;* Si rangkak nan badangkang&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Negeri asal di lembah lereng Merapi Pariangan Padang Panjang.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;* Buayo Putiah Daguak&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sekitar Pesisir Selatan / Indopuro&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;* Pintu Rajo Ilia&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Perbatasan daerah Rejang Bengkulu&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;* Durian Ditakuak Rajo&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Daerah Jambi arah ke sebelah barat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;* Si Pisak Pisau Anyuik&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Daerah Indragiri Hulu hingga perbatasan Gunung Sahilan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;* Si Alang Balantak Basi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Seputaran Gunung Sahilan hingga Kuantan Singingi - Simandolak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;* Aia Babaliak Mudiak&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Daerah Kampar Pesisir Timur dimana waktu musim pasang, arus Selat Malaka&lt;br /&gt;membawa gelombang besar yang disebut Bono&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;* Ombak Nan Badabua&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pesisir dan pulau2 di lautan Hindia&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;* Sa iliran Batang Sikilang&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Daerah di seputaran Batang Sikilang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;* Gunuang Mahalintang&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Daerah Perbatasan dengan Mandailing Tapanuli Selatan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;* Rao jo Mapa Tunggua&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Daerah Rao sampai ke Daratan Sumatera Tengah bagian Timur dan Selatan -&lt;br /&gt;Tapung Kiri dan Tapung Kanan, Rokan Hulu, Petapahan, Mandau dan Rokan Kubu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;* Pasisia Banda Sapuluah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Daerah pantai barat ke arah utara dekat perbatasan Sibolga dan Gunuang Sitoli&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;* Aia Itam&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Daerah Dataran Rendah Sumatera Tengah yang warna rawa - air anak sungainya&lt;br /&gt;hitam&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;* Tanjuang Simalindu&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Daerah sebuah tanjung sekitar aliran sungai yang menjorok ke daerah Pucuk&lt;br /&gt;Jambi sambilan Lurah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Niniak muyang kito dari generasi ke generasi yang semakin berkembang jua&lt;br /&gt;menganjurkan anak kemenakan membuka areal baru membentuk taratak jika&lt;br /&gt;semakin ramai anak cucu dibentuk jorong jo kampung sarato nagari, disusun&lt;br /&gt;sesuai ketentuan minimum "nan ba kaampek suku", walaupun selalu berpindah2&lt;br /&gt;dari satu wilayah ke wilayah lain dan selanjutnya menetap di kantong2&lt;br /&gt;wilayah yang lahannya subur dan ikan nya banyak untuk mendapatkan kehidupan&lt;br /&gt;yang lebih baik dan sejahtera dalam rangka mancarikan &lt;strong&gt;"nasi nan sasuok,&lt;br /&gt;pungguang nan tak basaok dan ameh nan sakauik"&lt;/strong&gt; namun muyang2 kita itu tetap&lt;br /&gt;menjalin hubungan dengan daerah asal yang disebut dalam ketentuan adat:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt;&lt;span&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;"Jauah cinto mancinto dakek jalang manjalang, jauah mancari suku dakek&lt;br /&gt;mancari indu (induak)"&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tidak jarang komunikasi ke Tanah Asal terputus&lt;br /&gt;karena sudah jauh dari pusat2 kelembagaan adat di Luhak nan tigo terutama&lt;br /&gt;Pusat Pemerintahan Adat Pagaruyung, bahkan terjebak dan terisolasi akibat&lt;br /&gt;perhubungan dan lalu lintas yang sulit terutama selama 350 tahun masa&lt;br /&gt;pembodohan penjajah Belanda, hingga sudah beberapa generasi tidak lagi&lt;br /&gt;melihat tanah asal leluhur sementara peradaban bertambah maju dan semakin&lt;br /&gt;dinamis, namun ketentuan adat yang pokok iaitu &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;‘Basuku bakeh ibu babangso&lt;br /&gt;bakeh bapak’&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt; tidak akan hilang begitu saja&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;"indak lakang dek paneh, indak&lt;br /&gt;ka lapuak dek hujan"&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;sebagai warisan dari nenek moyang setiap Generasi&lt;br /&gt;Anak Suku Bangsa Minangkabau dimanapun dia berada. &lt;/p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kerajaan Pagaruyung&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="MsoNormal" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;hr align="center" noshade="true" width="100%"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt;&lt;span&gt;Kerajaan Pagaruyung adalah sebuah kerajaan yang pernah berdiri, meliputi provinsi Sumatra Barat sekarang dan daerah-daerah di sekitarnya. Nama kerajaan ini berasal dari ibukotanya, yang berada di nagari Pagaruyung. Kerajaan ini didirikan oleh Adityawarman pada tahun 1347. Pagaruyung menjadi Kesultanan Islam sekitar tahun 1600-an. Kerajaan ini runtuh pada masa Perang Padri.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;Wilayah kekuasaan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Wilayah pengaruh politik Kerajaan Pagaruyung adalah wilayah tempat hidup, tumbuh, dan berkembangnya kebudayaan Minangkabau. Wilayah ini dapat dilacak dari pernyataan tambo (legenda adat) berbahasa Minang ini :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Dari Sikilang Aia Bangih&lt;br /&gt;Hingga Taratak Aia Hitam&lt;br /&gt;Dari Durian Ditakuak Rajo&lt;br /&gt;Hingga Sialang Balantak Basi&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Sikilang Aia Bangih adalah batas utara, sekarang di daerah Pasaman Barat, berbatasan dengan Natal, Sumatera Utara. Taratak Aia Hitam adalah daerah Bengkulu. Durian Ditakuak Rajo adalah wilayah di Kabupaten Bungo, Jambi. Yang terakhir, Sialang Balantak Basi adalah wilayah di Rantau Barangin, Kabupaten Kampar, Riau sekarang. Secara lengkapnya, di dalam tambo dinyatakan bahwa Alam Minangkabau (wilayah Kerajaan Pagaruyung) adalah sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Nan salilik Gunuang Marapi&lt;br /&gt;Saedaran Gunuang Pasaman&lt;br /&gt;Sajajaran Sago jo Singgalang&lt;br /&gt;Saputaran Talang jo Kurinci&lt;br /&gt;Dari Sirangkak nan Badangkang&lt;br /&gt;Hinggo Buayo Putiah Daguak&lt;br /&gt;Sampai ka Pintu Rajo Hilia&lt;br /&gt;Hinggo Durian Ditakuak Rajo&lt;br /&gt;Sipisau-pisau Hanyuik&lt;br /&gt;Sialang Balantak Basi&lt;br /&gt;Hinggo Aia Babaliak Mudiak&lt;br /&gt;Sailiran Batang Bangkaweh&lt;br /&gt;Sampai ka ombak nan badabua&lt;br /&gt;Sailiran Batang Sikilang&lt;br /&gt;Hinggo lauik nan sadidieh&lt;br /&gt;Ka timua Ranah Aia Bangih&lt;br /&gt;Rao jo Mapat Tunggua&lt;br /&gt;Gunuang Mahalintang&lt;br /&gt;Pasisia Banda Sapuluah&lt;br /&gt;Taratak Aia Hitam&lt;br /&gt;Sampai ka Tanjuang Simalidu&lt;br /&gt;Pucuak Jambi Sambilan Lurah&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Yang sekarang berada :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Daerah Luhak nan Tigo&lt;br /&gt;Daerah di sekeliling Gunung Pasaman&lt;br /&gt;Daerah sekitar Gunung Sago dan Gunung Singgalang&lt;br /&gt;Daerah sekitar Gunung Talang dan Gunung Kerinci&lt;br /&gt;Daerah Pariangan Padang Panjang dan sekitarnya&lt;br /&gt;Daerah di Pesisir Selatan hingga Muko-Muko, Bengkulu utara&lt;br /&gt;Daerah Jambi sebelah barat&lt;br /&gt;Daerah yang berbatasan dengan Jambi&lt;br /&gt;Daerah sekitar Indragiri Hulu hingga Gunung Sailan, Riau&lt;br /&gt;Daerah sekitar Gunung Sailan dan Singingi, Riau&lt;br /&gt;Daerah hingga ke rantau pesisir sebelah timur&lt;br /&gt;Daerah sekitar Danau Singkarak dan Batang Ombilin&lt;br /&gt;Daerah hingga Samudra Indonesia&lt;br /&gt;Daerah sepanjang pinggiran Batang Sikilang&lt;br /&gt;Daerah yang berbatasan dengan Samudra Indonesia&lt;br /&gt;Daerah sebelah timur Air Bangis&lt;br /&gt;Daerah di kawasan Rao dan Mapat Tunggua&lt;br /&gt;Daerah perbatasan dengan Tapanuli selatan&lt;br /&gt;Daerah sepanjang pantai barat Sumatra&lt;br /&gt;Daerah sekitar Silauik dan Lunang&lt;br /&gt;Daerah hingga Tanjung Simalidu, Jambi&lt;br /&gt;Daerah sehiliran Batang Hari, Jambi &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Raja Pagaruyung, yang disebut juga sebagai Raja Alam, melaksanakan tugas-tugas pemerintahannya dengan bantuan dua orang pembantu utamanya (wakil raja), yaitu Raja Adat yang berkedudukan di Buo, dan Raja Ibadat yang berkedudukan di Sumpur Kudus. Raja Adat memutuskan masalah-masalah adat, sedangkan Raja Ibadat mengurus masalah-masalah agama. Bila ada masalah yang tidak selesai barulah dibawa ke Raja Pagaruyung.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Selain kedua raja tadi, Raja Alam dibantu pula oleh Basa Ampek Balai, artinya "orang besar" (menteri-menteri utama) yang berempat. Mereka adalah:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;1. Bandaro (bendahara) atau Tuanku Titah yang berkedudukan di Sungai Tarab. Kedudukannya hampir sama seperti Perdana Menteri. Bendahara ini dapat dibandingkan dengan jabatan bernama sama di Kesultanan Melaka&lt;br /&gt;2. Makhudum yang berkedudukan di Sumanik. Ia bertugas memelihara hubungan dengan rantau dan kerajaan lain.&lt;br /&gt;3. Indomo yang berkedudukan di Saruaso. Ia bertugas memelihara adat-istiadat&lt;br /&gt;4. Tuan Kadi berkedudukan di Padang Ganting. Ia bertugas menjaga syariah agama&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Tuan Gadang di Batipuh tidak termasuk dalam Basa Ampek Balai, namun derajatnya sama. Ia bertugas sebagai panglima angkatan perang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Sebagai aparat pemerintahan, masing-masing Basa Ampek Balai punya daerah-daerah tertentu di mana mereka berhak menagih upeti sekedarnya. Daerah-daerah ini disebut rantau masing-masing. Bandaro memiliki rantau di Bandar X, rantau Tuan Kadi adalah di VII Koto dekat Sijunjung, Indomo punya rantau di bagian utara Padang sedangkan Makhudum punya rantau di Semenanjung Melayu, di daerah pemukiman orang Minangkabau di sana.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Pemerintahan Darek dan Rantau&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Kerajaan Pagaruyung membawahi lebih dari 500 Nagari, yang merupakan satuan wilayah otonom pemerintahan. Nagari-nagari ini merupakan dasar kerajaan, dan mempunyai kewenangan yang luas dalam memerintah. Suatu nagari mempunyai kekayaannya sendiri dan memiliki pengadilan adatnya sendiri. Beberapa buah nagari terkadang membentuk persekutuan. Misalnya Bandar X adalah persekutuan sepuluh nagari di selatan Padang. Kepala persekutuan ini diambil dari kaum penghulu, dan sering diberi gelar raja. Raja kecil ini bertindak sebagai wakil Raja Pagaruyung.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Darek&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Di daerah Darek atau daerah inti Kerajaan Pagaruyung (Luhak Nan Tigo, yaitu Luhak Tanah Data, Luhak Agam dan Luhak Limopuluah Koto), umumnya nagari-nagari ini diperintah oleh para penghulu, yang mengepalai masing-masing suku yang berdiam dalam nagari tersebut. Penghulu dipilih oleh anggota suku, dan warga nagari mengendalikan pemerintahan melalui para penghulu mereka. Keputusan pemerintahan diambil melalui kesepakatan para penghulu, setelah dimusyawarahkan terlebih dahulu. Di daerah inti Kerajaan Pagaruyung ini, Raja Pagaruyung hanya bertindak sebagai penengah meskipun ia tetap dihormati.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Raja Pagaruyung mengendalikan secara langsung daerah Rantau. Ia boleh membuat peraturan dan memungut pajak di sana. Daerah-daerah rantau ini meliputi Pasaman, Kampar, Rokan, Indragiri dan Batanghari. Wilayah rantau pada awalnya merupakan tempat mencari kehidupan bagi suku Minangkabau.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Masing-masing luhak memiliki wilayah rantaunya sendiri. Penduduk Tanah Datar merantau ke arah barat dan tenggara, penduduk Agam merantau ke arah utara dan barat, sedangkan penduduk Limopuluah Koto merantau ke daerah Riau daratan sekarang, yaitu Rantau Kampar Kiri dan Rantau Kampar Kanan. Selain itu, terdapat daerah perbatasan wilayah luhak dan rantau yang disebut sebagai Ujuang Darek Kapalo Rantau. Di daerah rantau seperti di Pasaman, kekuasaan penghulu ini sering berpindah kepada raja-raja kecil, yang memerintah turun temurun. Di Inderapura, raja mengambil gelar sultan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Kerajaan Pagaruyung didirikan oleh seorang pangeran Majapahit yang bernama Adityawarman, pada tahun 1347. Adityawarman adalah putra dari Mahesa Anabrang, panglima perang Kerajaan Sriwijaya, dan Dara Jingga, putri dari kerajaan Dharmasraya. Ia sebelumnya pernah bersama-sama Mahapatih Gajah Mada berperang menaklukkan Bali dan Palembang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Sebelum kerajaan ini berdiri, sebenarnya masyarakat di wilayah Minangkabau sudah memiliki sistem politik semacam konfederasi, yang merupakan lembaga musyawarah dari berbagai Nagari dan Luhak. Dilihat dari kontinuitas sejarah, Kerajaan Pagaruyung merupakan semacam perubahan sistem administrasi semata bagi masyarakat setempat (Suku Minang).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Adityawarman pada awalnya bertahta sebagai raja bawahan (uparaja) dari Majapahit dan menundukkan daerah-daerah penting di Sumatera, seperti Kuntu dan Kampar yang merupakan penghasil lada. Namun dari berita Cina diketahui Pagaruyung mengirim utusan ke Tiongkok seperempat abad kemudian. Agaknya Adityawarman berusaha melepaskan diri dari Majapahit.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Kemungkinan Majapahit mengirimkan lagi ekspedisi untuk menumpas Adityawarman. Legenda-legenda Minangkabau mencatat pertempuran dahsyat dengan tentara Jawa di daerah Padang Sibusuk. Konon daerah tersebut dinamakan demikian karena banyaknya mayat yang bergelimpangan di sana. Menurut legenda tersebut tentara Jawa berhasil dikalahkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Pagaruyung pada masa Adityawarman dan putranya, Ananggawarman cukup kuat dan mendominasi Sumatera bagian tengah. Namun keturunan Adityawarman selanjutnya agaknya bukanlah raja-raja yang kuat. Daerah-daerah Siak, Kampar dan Indragiri kemudian lepas dan ditaklukkan Kesultanan Malaka, dan kemudian menjadi negara-negara merdeka.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Pada abad ke-17 Pagaruyung menjadi kesultanan Islam. Raja Islam pertama ini bernama Sultan Alif.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Kekuasaan raja Pagaruyung sudah sangat lemah pada saat-saat menjelang perang Padri, meskipun raja masih tetap dihormati. Daerah-daerah di pesisir barat jatuh ke dalam pengaruh Aceh, sedangkan Inderapura di pesisir selatan praktis menjadi kerajaan merdeka meskipun resminya masih tunduk pada raja Pagaruyung.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Pada awal abad ke-19 pecah konflik antara kaum Padri dan golongan bangsawan (kaum adat). Dalam satu pertemuan antara keluarga kerajaan Pagaruyung dan kaum Padri pecah pertengkaran yang menyebabkan banyak keluarga raja terbunuh. Namun Sultan Muning Alamsyah selamat dan melarikan diri ke Lubukjambi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Karena terdesak kaum Padri keluarga kerajaan Pagaruyung meminta bantuan kepada Belanda. Pada tanggal 10 Februari 1821 Sultan Alam Bagagarsyah beserta 19 orang pemuka adat lain menandatangani perjanjian penyerahan kerajaan Pagaruyung kepada Belanda. Sebagai imbalannya Belanda akan membantu berperang melawan kaum Padri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Namun pada tanggal 2 Mei 1833 Yang Dipertuan Minangkabau Sultan Alam Bagagar Syah, ditangkap oleh Letnan Kolonel Elout di Batusangkar, atas tuduhan pengkhianatan. Sultan dibuang ke Betawi, dan akhirnya meninggal di pekuburan Mangga Dua. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a id="Orang-orang_Minangkabau_terkemuka" name="Orang-orang_Minangkabau_terkemuka"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h2&gt;&lt;span class="mw-headline"  style="font-size:130%;"&gt;Orang-orang Minangkabau terkemuka&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt; &lt;div class="thumb tright"&gt; &lt;div class="thumbinner"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a class="image" title="Imam Bonjol, Mohammad Hatta, Sutan Sjahrir dan Fahmi Idris" href="http://salgucan.blog.friendster.com/Famousminang.jpg"&gt;&lt;img class="thumbimage" alt="Imam Bonjol, Mohammad Hatta, Sutan Sjahrir dan Fahmi Idris" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/ms/thumb/e/e4/Famousminang.jpg/300px-Famousminang.jpg" border="0" height="98" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; &lt;div class="thumbcaption"&gt; &lt;div class="magnify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a class="internal" title="Besarkan" href="http://salgucan.blog.friendster.com/Famousminang.jpg"&gt;&lt;img src="http://salgucan.blog.friendster.com/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" height="11" width="15" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Dari kiri: Imam Bonjol, Mohammad Hatta, Sutan Sjahrir dan Fahmi Idris&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a title="Abdul Muis" href="http://salgucan.blog.friendster.com/wiki/Abdul_Muis"&gt;Abdul Muis&lt;/a&gt;, penulis, wartawan dan nasionalis &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Letnan &lt;a class="new" title="Adnan Bin Saidi" href="http://salgucan.blog.friendster.com/w/index.php?title=Adnan_Bin_Saidi&amp;amp;action=edit"&gt;Adnan Bin Saidi&lt;/a&gt;, perwira Malaysia &lt;a title="Perang Dunia II" href="http://salgucan.blog.friendster.com/wiki/Perang_Dunia_II"&gt;Perang Dunia II&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a class="new" title="Chairil Anwar" href="http://salgucan.blog.friendster.com/w/index.php?title=Chairil_Anwar&amp;amp;action=edit"&gt;Chairil Anwar&lt;/a&gt;, penyair &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a class="new" title="Buya Hamka" href="http://salgucan.blog.friendster.com/w/index.php?title=Buya_Hamka&amp;amp;action=edit"&gt;Hamka&lt;/a&gt;, cendekiawan Islam dan penulis, Penulis Tafsir Al-Azhar, Tafsir Alquran terkemuka dan dipakai di seluruh dunia. Mendapat gelar Doktor dari Universitas Al-Azhar Mesir dan sekaligus diangkat menjadi Guru Besar. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Prof Dr &lt;a class="new" title="Emil Salim" href="http://salgucan.blog.friendster.com/w/index.php?title=Emil_Salim&amp;amp;action=edit"&gt;Emil Salim&lt;/a&gt;, ahli ekonomis dan mantan Menteri Lingkungan Hidup Indonesia &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Haji &lt;a title="Agus Salim" href="http://salgucan.blog.friendster.com/wiki/Agus_Salim"&gt;Agus Salim&lt;/a&gt;, Pencetus Bahasa Persatuan yaitu: Bahasa Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a title="Mohammad Hatta" href="http://salgucan.blog.friendster.com/wiki/Mohammad_Hatta"&gt;Mohammad Hatta&lt;/a&gt;, Salah satu Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia, Bapak Koperasi Indonesia. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a class="new" title="Siti Mangopoh" href="http://salgucan.blog.friendster.com/w/index.php?title=Siti_Mangopoh&amp;amp;action=edit"&gt;Siti Mangopoh&lt;/a&gt;, Pejuang Wanita yang ikut mengangkat senjata mengusir penjajah belanda &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a class="new" title="Chatib Sulaeman" href="http://salgucan.blog.friendster.com/w/index.php?title=Chatib_Sulaeman&amp;amp;action=edit"&gt;Chatib Sulaeman&lt;/a&gt;, Perwira militer yang gugur pada peristiwa situjuh batur, pada saat pemerintahan Indonesia dipimpin oleh Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a class="new" title="Rasuna Said" href="http://salgucan.blog.friendster.com/w/index.php?title=Rasuna_Said&amp;amp;action=edit"&gt;Rasuna Said&lt;/a&gt;, Menteri wanita pertama di Indonesia &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a class="new" title="Rohana Kudus" href="http://salgucan.blog.friendster.com/w/index.php?title=Rohana_Kudus&amp;amp;action=edit"&gt;Rohana Kudus&lt;/a&gt;, Aktivis wanita dan pengarang &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a class="new" title="DN. Aidit" href="http://salgucan.blog.friendster.com/w/index.php?title=DN._Aidit&amp;amp;action=edit"&gt;DN. Aidit&lt;/a&gt;, Ketua Partai PKI, putra Minangkabau yang lahir di Pulau Belitung. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a class="new" title="Sutan Sjahrir" href="http://salgucan.blog.friendster.com/w/index.php?title=Sutan_Sjahrir&amp;amp;action=edit"&gt;Sutan Sjahrir&lt;/a&gt;, bekas Perdana Menteri Indonesia &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a class="new" title="Ibrahim Datuk Tan Malaka" href="http://salgucan.blog.friendster.com/w/index.php?title=Ibrahim_Datuk_Tan_Malaka&amp;amp;action=edit"&gt;Ibrahim Datuk Tan Malaka&lt;/a&gt;, nasionalis dan ketua Partai Komunis, berjuang bawah tanah untuk kaum proletar di kawasan Asia Tenggara &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a class="new" title="Tuanku Imam Bonjol" href="http://salgucan.blog.friendster.com/w/index.php?title=Tuanku_Imam_Bonjol&amp;amp;action=edit"&gt;Tuanku Imam Bonjol&lt;/a&gt;, Pemimpin gerakan padri. Islam di Minangkabau yang wahabi, keras dan berdasarkan Alquran dan Sunnah menyebabkan perselisihan antara Ulama dan Pemimpin Adat karena Islam melarang beberapa kebiasaan-kebiasaan adat, seperti menyabung ayam dan sebagainya. Namun dalam perkembangannya, beberapa kebiasaan masyarakat minang yang dilarang Islam itu lambat laun menghilang sejalan dengan bertambahnya ulama-ulama Minangkabau yang menuntut Ilmu langsung ke Mekah dan kembali lagi ke Minangkabau &lt;a class="new" title="Perang Padri" href="http://salgucan.blog.friendster.com/w/index.php?title=Perang_Padri&amp;amp;action=edit"&gt;Padri&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a class="new" title="Tuanku Nan Renceh" href="http://salgucan.blog.friendster.com/w/index.php?title=Tuanku_Nan_Renceh&amp;amp;action=edit"&gt;Tuanku Nan Renceh&lt;/a&gt;, ketua dalam &lt;a class="new" title="Perang Padri" href="http://salgucan.blog.friendster.com/w/index.php?title=Perang_Padri&amp;amp;action=edit"&gt;Perang Padri&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a title="Yusof Ishak" href="http://salgucan.blog.friendster.com/wiki/Yusof_Ishak"&gt;Yusof Ishak&lt;/a&gt;, Presiden pertama &lt;a title="Singapura" href="http://salgucan.blog.friendster.com/wiki/Singapura"&gt;Singapura&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a title="Zubir Said" href="http://salgucan.blog.friendster.com/wiki/Zubir_Said"&gt;Zubir Said&lt;/a&gt;, Pencipta lagu kebangsaan &lt;a title="Singapura" href="http://salgucan.blog.friendster.com/wiki/Singapura"&gt;Singapura&lt;/a&gt;, &lt;em&gt;&lt;a title="Majulah Singapura" href="http://salgucan.blog.friendster.com/wiki/Majulah_Singapura"&gt;Majulah Singapura&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a class="new" title="Hasyim Ning" href="http://salgucan.blog.friendster.com/w/index.php?title=Hasyim_Ning&amp;amp;action=edit"&gt;Hasyim Ning&lt;/a&gt;, Usahawan terkenal pada era &lt;a title="Sukarno" href="http://salgucan.blog.friendster.com/wiki/Sukarno"&gt;Sukarno&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a class="new" title="Ir. Fazwar Bujang" href="http://salgucan.blog.friendster.com/w/index.php?title=Ir._Fazwar_Bujang&amp;amp;action=edit"&gt;Ir. Fazwar Bujang&lt;/a&gt; Direktur Utama PT. Krakatau Steel Indonesia &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a title="Adityawarman" href="http://salgucan.blog.friendster.com/wiki/Adityawarman"&gt;Adityawarman&lt;/a&gt;, Raja pertama Minangkabau, masih mempunyai tali darah dengan Majapahit dan Gajahmada. Ibu Adityawarman adalah putri Raja salah satu Kerajaan yang ada di Alam Minangkabau yaitu Kerajaan Malayapura di daerah antara Jambi dan Pulau Punjung (Sepanjang aliran sungai Batang Hari) yang disunting salah satu Raja Majapahit, dan di kirim kembali ke Minangkabau untuk memerintah di wilayah Alam Minangkabau. Namun karena Adat Minangkabau yang begitu kuat, dimana pemerintahan tertinggi dari suatu Nagari adalah Tigo Tungku Sajarangan; Pangulu, Cadiak Pandai, Alim Ulama (Bukannya Rajo), maka posisi Aditiyawarman sebagai Raja Minangkabau hanya sebagai lambang saja, bahkan Adityawarman memutuskan hubungan dengan Majapahit dan mendirikan Kerajaan Minangkabau baru yang merdeka dan berpusat di Pagaruyung. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a class="new" title="Gajah Mada" href="http://salgucan.blog.friendster.com/w/index.php?title=Gajah_Mada&amp;amp;action=edit"&gt;Gajah Mada&lt;/a&gt;, Beberapa sumber menyatakan kalau Gajah Mada (Mahapatih Majapahit pada masa pemerintahan Hayam Wuruk) adalah Putra Minangkabau. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a title="Teuku Umar" href="http://salgucan.blog.friendster.com/wiki/Teuku_Umar"&gt;Teuku Umar&lt;/a&gt;, Beberapa sumber menyatakan bahwa Teuku Umar, Pejuang kemerdekaan dari Nangroe Aceh Darussalam dan suami dari Cut Nyak Dien adalah Putra Minangkabau yang merantau ke Aceh. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Dr &lt;a title="Sheikh Muszaphar Shukor" href="http://salgucan.blog.friendster.com/wiki/Sheikh_Muszaphar_Shukor"&gt;Sheikh Muszaphar Shukor Al Masrie bin Sheikh Mustapha&lt;/a&gt;, angkasawan pertama Malaysia &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;     &lt;/div&gt;          &lt;/div&gt;             &lt;h2&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a href="http://salgucan.blog.friendster.com/2007/11/sinaran-cinto/" rel="bookmark" title="Permanent Link to SINARAN CINTO"&gt;SINARAN CINTO&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;AUGUST 24ND,2009 BY ONGA UNUI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;           &lt;div class="entry"&gt;      &lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 153);font-size:130%;" &gt;&lt;strong&gt;Kamalah ilangnyo sinaran cinto tu? Cintolah tabaco dari daulu sampai kini nan masiah tabayang. Laikah ado ruang di hati keteknyo untuak den balinduang. Izinkanlah den kamanyulami banang asmaro, bia taukie di hatinyo. Bukolah kaco hatinyo, bia den tahu apo nan tasirek. Anyo arok kasiah nan taruih ka bapadu. Manih hanyo kacupan, den kaja bayangan nan indak nyato. Hanyo duto balako, marintiah hati den… Janji satio di laman hatinyo. Hanyo itu nan den pintak. Madu alah den bari, racun babiso nan babalehan. Den taruih mananti, bia di ujuang dunia. Mahligai indah, impian nak basamo nan alah tabaco, kinilah manjadi bayangan bak angin lalu. Bungo takambang nan den pujo, lah layu di jambangan. Biapun alah layu, den patiak juo… Dek karano den taragak…. Kan den jadikan pangubek rindu….!(ONGA UNUI)&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8614409007174362239-2721216719037464682?l=komunitasbloggerkuantansingingi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitasbloggerkuantansingingi.blogspot.com/feeds/2721216719037464682/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komunitasbloggerkuantansingingi.blogspot.com/2009/08/dari-lankasuka-menjadi-pattani-august.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8614409007174362239/posts/default/2721216719037464682'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8614409007174362239/posts/default/2721216719037464682'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitasbloggerkuantansingingi.blogspot.com/2009/08/dari-lankasuka-menjadi-pattani-august.html' title=''/><author><name>RANTAU  OSO NAN KURANG DUO PULUA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10317424324579479504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_3jnBzeJ3tdg/RvFHj52v6RI/AAAAAAAAAJA/M9udUYd7MDM/s72-c/Sumatra_pol_2002.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8614409007174362239.post-7474967641143760947</id><published>2009-08-14T13:51:00.001+07:00</published><updated>2009-08-14T13:56:23.491+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BUDAYA KUANTAN'/><title type='text'>FOSIL JUTAAN TAHUN DITEMUKAN DI LOGAS KUANTAN SINGINGI</title><content type='html'>&lt;div id="judulbesar2" style="margin-bottom: 10px;" align="left"&gt;    Fosil Jutaan Tahun Ditemukan di Riau  &lt;/div&gt;        &lt;div style="width: 300px; float: left; margin-right: 20px; margin-bottom: 10px;"&gt;  &lt;div style="padding: 0px;"&gt;  &lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%"&gt;   &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;     &lt;td&gt;&lt;div style="width: 298px;"&gt;     &lt;img src="http://www.sripoku.com/foto/berita/2009/8/14/1408tpb.jpg" align="left" width="300" /&gt;     &lt;/div&gt;    &lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td&gt;   &lt;div style="font-size: 10px; font-style: italic; font-weight: lighter;" align="right"&gt;tribun pekan baru&lt;/div&gt;  &lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td&gt; &lt;div style="border-bottom: 1px solid rgb(153, 153, 153); font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 11px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(51, 51, 51); padding-bottom: 5px;" align="left"&gt;&lt;p&gt;Dr Widya Nayati MA&lt;/p&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;    &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div id="jam" style="padding-bottom: 5px;" align="left"&gt;Sriwijaya Post -   Jumat, 14 Agustus 2009 08:54 WIB&lt;/div&gt;   &lt;div id="isiberita3" align="left"&gt;  &lt;p&gt;RIAU, SRIPO — Riau mungkin harus menulis ulang sejarahnya pasca ditemukannya fosil dari zaman prasejarah di Sungai Singingi, Kecamatan Logas, Kabupaten Kuantan Singingi. Beberapa benda yang diperkirakan berusia jutaan tahun itu ditemukan oleh tim peneliti dari Pusat Studi Kebudayaan, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tim peneliti yang beranggotakan beberapa arkeolog, sejarawan, peneliti budaya, dan ahli geologi itu bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan Provinsi Riau. Pusat Studi Kebudayaan UGM dan Disbudpar Riau bekerja sama menyusun kebijakan tentang budaya lokal daerah yang akan dijadikan Rencana Induk Pengembangan Kebudayaan Melayu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketua tim, Dr Widya Nayati MA, dalam jumpa pers di Hotel Aryaduta, Pekanbaru, Selasa (12/8) malam, mengatakan, hasil temuan tim selanjutnya akan dibawa ke Yogyakarta untuk dikaji lebih mendalam secara akademis.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Tapi ini tetap milik Riau dan UGM, dan kita harap museum di sini menyimpannya,” ungkap Widya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Temuan berupa kapak perimbas, penetak, serpih, dan serut oleh tim dari UGM ini membatalkan fakta lama yang meletakkan Candi Muara Takus sebagai tonggak awal sejarah kebudayaan Riau. Usia batu fosil itu diperkirakan berasal dari zaman Pleistosen.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari hasil analisa geologis UGM, Agus Trihascahyo ST.SS.MSc, batuan memiliki kekerasan hingga 7 pada skala mosh.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Sebagai ukuran, berlian memiliki kekerasan 10 pada skala mosh,” ujar Agus.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Untuk usia pasti dari benda-benda itu, Agus belum dapat memastikan. “Kami tidak menggunakan absolute dating untuk memastikan usia. Tapi menggunakan relatives dating,” imbuhnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut Agus, relatives dating, adalah penentuan umur sebuah benda berdasarkan tingkat teknologi benda itu sendiri. Dengan dasar itu, dapat diperoleh perkiraan budaya paleolitiknya. Selanjutnya, dengan dasar tingkat budayanya, tim memperkirakan benda prasejarah itu milik pithecanthropus, atau mungkin homo sapiens.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tetapi, Widaya maupun Agus masih belum dapat memberikan keterangan pasti perihal manusia pemilik benda itu. Pasalnya, sejauh ini tim belum menemukan fosil manusia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Ini butuh pencarian lanjutan,” ungkap Agus.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Agus menekankan, saat ini yang paling dibutuhkan adalah pengamanan lokasi temuan dari peneliti asing. maupun perusakan oleh masyarakat lokal. Selain kelanjutan penelitian.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut Widya, temuan merupakan kekayaan yang tak ternilai harganya bagi dunia arkeologi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Tidak hanya Riau, bahkan Asia dan dunia,”ujar Widya yang juga ahli spesialis budaya perdagangan abad ke-17.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Riau saat ini menjadi provinsi ketiga yang memiliki kekayaan prasejarah. Penemuan benda prasejarah pertama di Sumatera menurut Widya adalah di Lahat, Sumsel, kemudian Kalianda, Lampung, dan Logas Kuansing, Riau.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Perlu Bukti LainSejarawan Riau Suwardi MS berpendapat penemuan itu perlu dikomparasikan dengan temuan purbakala yang ada di Trinil, pusat temuan manusia purba di Indonesia. Logas selama ini terkenal sebagai penghasil batu akik. Belum tentu benda-benda yang ditemukan adalah hasil karya manusia purba.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Bisa jadi batu yang menyerupai kapak disebabkan pecahan alam atau dipecah perajin akik,” ujarnya, Kamis (13/8).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Profesor yang termasuk lima tokoh referensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang kebudayaan Melayu ini menegaskan perlu bukti lain untuk menyatakan temuan di Logas merupakan peninggalan prasejarah. Untuk memperkuat temuan perlu ada bukti lain berupa tengkorak atau bagian tubuh manusia purba.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Suwardi mencontohkan penemuan di Trinil. Penemuan yang menjadi tolok ukur manusia purba dunia ini awalnya ditemukan dalam bentuk bagian tubuh. Sementara peralatan dan perkakas yang mereka gunakan ditemukan di kemudian hari.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;(Tribun Pekanbaru)&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8614409007174362239-7474967641143760947?l=komunitasbloggerkuantansingingi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitasbloggerkuantansingingi.blogspot.com/feeds/7474967641143760947/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komunitasbloggerkuantansingingi.blogspot.com/2009/08/fosiljutaan-tahun-ditemukan-di-kuantan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8614409007174362239/posts/default/7474967641143760947'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8614409007174362239/posts/default/7474967641143760947'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitasbloggerkuantansingingi.blogspot.com/2009/08/fosiljutaan-tahun-ditemukan-di-kuantan.html' title='FOSIL JUTAAN TAHUN DITEMUKAN DI LOGAS KUANTAN SINGINGI'/><author><name>RANTAU  OSO NAN KURANG DUO PULUA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10317424324579479504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8614409007174362239.post-6195387442504616365</id><published>2009-08-13T15:57:00.004+07:00</published><updated>2009-11-06T19:13:29.372+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SASTRA TERLARANG'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_iO7wK1SI96s/SoPWLmpN_dI/AAAAAAAAADQ/Dn3FIp-i0tI/s1600-h/sobron.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 267px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_iO7wK1SI96s/SoPWLmpN_dI/AAAAAAAAADQ/Dn3FIp-i0tI/s320/sobron.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5369370675596099026" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);font-family:arial;" &gt;Sobron Aidit :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);font-family:arial;" &gt;HARAPAN SEORANG TUA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);font-family:arial;" &gt;Wajah yang kini kuyu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);font-family:arial;" &gt;tiap hari disumpah-serapahi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);font-family:arial;" &gt;gurat-gurat muka tua&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);font-family:arial;" &gt;penuh gambaran penyembelihan yang dulu-dulu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);font-family:arial;" &gt;pembodohan kepada warga yang sudah begitu lama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);font-family:arial;" &gt;penyiksaan serta penghisapan yang begitu mendalam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);font-family:arial;" &gt;tergambar pada wajahnya yang penuh tipu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);font-family:arial;" &gt;senyuman kaisar tak lagi berseri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);font-family:arial;" &gt;karena di jalanan orang-orang muda menumpahkan kemarahan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);font-family:arial;" &gt;karena di kampus-kampus anak-anak muda melepas bendungan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);font-family:arial;" &gt;yang dulu tersendat-tersumbat-mampet&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);font-family:arial;" &gt;dan yang kini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);font-family:arial;" &gt;lepas mengalir bagaikan air-bah raksasa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);font-family:arial;" &gt;Tin,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);font-family:arial;" &gt;sayangku,terbang aku ke Mesir&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);font-family:arial;" &gt;biar mereka tahu,pertanda aku berani&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);font-family:arial;" &gt;meninggalkan negeri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);font-family:arial;" &gt;balatentaraku yang bersatu-padu ditambat saptamarga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);font-family:arial;" &gt;dan kau tahu, Tin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);font-family:arial;" &gt;sekali pukul dua terdapat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);font-family:arial;" &gt;kita beli kepercayaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);font-family:arial;" &gt;lalu kita tabung lagi kepercayaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);font-family:arial;" &gt;entah di Swiss,entah di tanah Arabia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);font-family:arial;" &gt;bahkan tidak perduli di Eropa lainnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);font-family:arial;" &gt;Tin,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);font-family:arial;" &gt;sayangku,tampakkah aku pucat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);font-family:arial;" &gt;tampakkah olehmu aku lemah?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);font-family:arial;" &gt;Tidak, Tin, ini bukanlah karma&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);font-family:arial;" &gt;aku akan tetap tegak tegar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);font-family:arial;" &gt;tapi juga, Tin, doakan aku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);font-family:arial;" &gt;agar anak-cucu kita tak kena segorespun luka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);font-family:arial;" &gt;agar harta kita tak sepeserpun hilang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);font-family:arial;" &gt;karena turunan kita memang cinta rupiah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);font-family:arial;" &gt;karena turunan kita memang cinta Indonesia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);font-family:arial;" &gt;karenanya sekali-kali janganlah menyakiti hati rakyat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);font-family:arial;" &gt;dan kita akan selamat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);font-family:arial;" &gt;dunia akhirat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);font-family:arial;" &gt;dunia akhirat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);font-family:arial;" &gt;Tin, doakan aku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);font-family:arial;" &gt;tapi janganlah segera kau ajak aku ke tempatmu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);font-family:arial;" &gt;selamatkan dulu dari yang sulung sampai yang bungsu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);font-family:arial;" &gt;dari Arie sampai yang akan lahir ini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);font-family:arial;" &gt;selamatkan dulu, selamatkan dulu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);font-family:arial;" &gt;secepatnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);font-family:arial;" &gt;secepatnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);font-family:arial;" &gt;medio Mei Raya  98&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;pre  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;PUISI SOBRON AIDIT:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;  HARAPAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;                Orba adalah sejarah yang sengsara&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;Kata temanku dan sahabat-sahabatku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;juga kata ninik-mamakku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;kata orang-orang kampungku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;lalu kata diriku sendiri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;betapa sengsaranya adanya itu dwifungsi-Abri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;               Dwifungsi-Abri adalah penderitan sehari-hari&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;Puluhan tahun ketika dwifungsi-Abri dipatungkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;bagaikan paku-paku di setiap dada dipantakkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;kata gebuk - libas dan gusur&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;bukan lagi ancaman dari mulut&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;nyawa melayang darah mengalir.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;              Pancasila menurut tapsiran semaunya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;Pembangunan berarti penggusuran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;yang banyak tapi tak tampak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;yalah penjara tanpa dinding&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;kuburan tanpa nisan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;dwifungsi-Abri peran penting.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;            Atas nama Undang-undang-dasar penipuan menjalar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;Pabila banyak yang berpendapat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;dwifungsi-Abri semata bencana bagi Rakyat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;adakah gunanya lagi diusut&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;sengsaranya lebih tigapuluh tahun&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;hidup selalu dirundung takut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;          Ya Tuhan berilah kami harapan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;Semoga reformasi kali ini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;berakhirlah dwifungsi-Abri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;agar kami bisa hidup tidak lagi dalam ketakutan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;agar kami bisa senyum dan bernafas normal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;agar mentari dan bulan kembali menyinari kami,-&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;                           24 Juni 98&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/pre&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:16px;"&gt;&lt;a href="http://pejalanjauh.com/2007/02/21/masa-silam-yang-mengeram-jadi-dendam/"&gt;Masa Silam yang Mengeram jadi Dendam&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;  &lt;p  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:16px;"&gt;Sobron Aidit adalah anak Belitung yang selalu ingin pulang ke &lt;st1:place st="on"&gt;Belitung&lt;/st1:place&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:16px;"&gt;Kita tahu, Sobron mendiang pada Sabtu pagi (10/2) yang tenang di Paris, &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; yang ia tinggali sejak 1980. Dua belas tahun setelah kedatangannya, pada 1992, Sobron menulis sajak berjudul “Parisien”, sajak yang seakan menjadi altar tempat ia merayakan kekagumannya pada Paris, kotanya yang baru, rumahnya yang entah keberapa buatnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:16px;"&gt;Pada pasase terakhir sajaknya, Sobron menulis: &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;em&gt;Paris&lt;/em&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;em&gt;/ mengalir aku di urat-darahmu/ bersarang aku di jantungmu&lt;/em&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:16px;"&gt;“Parisien”, kata yang Sobron pacak sebagai judul sajaknya, adalah kata ganti untuk orang-orang &lt;st1:city st="on"&gt;Paris&lt;/st1:city&gt;, mereka yang mendiami &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Paris&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. Tapi “Parisien” tak sesederhana itu karena ia juga merujuk pada orang-orang yang tak sekadar berdiam di Paris, tapi juga mengenal betul &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Paris&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;, hapal bau amisnya, akrab dengan aromanya yang sensual, mengerti setiap denyutnya, sekaligus menyatu betul dengan semua kekhasannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:16px;"&gt;Parisien adalah sebutan untuk orang yang dalam sejumlah hal mencerminkan gaya hidup Paris, seperti Dubliner untuk orang-orang Dublin yang senang menghabiskan waktu senggang dengan bercakap di bar sembari menenggak bir sampai oleng, atau New Yorker untuk orang New York yang kosmopolit dan selalu berjalan tergesa bertarung dengan waktu yang mesti ditundukkan atau Bataviase bagi orang-orang (asing di) Batavia yang hidup dengan kesantunan yang menjengkelkan khas orang Eropa zaman Victorian yang penuh basa-basi, yang keukeuh mengenakan pantalon di tengah serbuan hawa panas Batavia yang menyengat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:arial;"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;span style="font-size:16px;"&gt;Mexico City&lt;/span&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style="font-size:16px;"&gt;, ibu &lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:city&gt; &lt;st1:country-region st="on"&gt;Mexico&lt;/st1:country-region&gt; yang menjadi salah satu &lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:city&gt; terpengap di kolong jagat, punya istilahnya sendiri bagi orang-orang yang tinggal di &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;sana&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; sekaligus mengakrabi dan selalu terus ingin mengenal segala renik perubahan yang mungkin sedang mengintai kotanya: “Citambulos”. Di Mexico City, kata itu berarti “Orang-orang yang selalu senang mengelilingi &lt;st1:city st="on"&gt;Mexico  City&lt;/st1:city&gt; dengan berjalan kaki untuk mengenal setiap sudut &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:16px;"&gt;Sobron, seperti yang ia bilang di pasase terakhir sajak Parisien, mendaku betapa dirinya sudah melekat betul dengan Paris, sampai-sampai ia yakin benar kalau dirinya sudah mengalir “di urat-urat” dan “jantung” Paris.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:16px;"&gt;Masalahnya, benarkah &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Paris&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; juga sudah mengalir “di urat-urat” Sobron? Sudahkah Paris bersarang di jantung Sobron?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:16px;"&gt;Saya tak tahu persis. Tapi siapapun yang sering membaca tulisan-tulisan Sobron, entah itu puisi, esai, artikel atau sekadar catatan-catatan ringan, yang di warsa-warsa belakangan mudah dijumpai di sejumlah milis, mudah tergoda untuk menjawab: Ah, &lt;st1:city st="on"&gt;Paris&lt;/st1:city&gt; tak pernah mengisi sepenuhnya urat-urat Sobron, &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Paris&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; tak pernah memenuhi jantung Sobron….&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:16px;"&gt;Urat-urat dan jantung Sobron lebih banyak disesaki oleh kenangan pada Belitung dan Indonesia, kampung kelahiran dan negeri asal.Sobron, seperti yang juga tampak dari semua orang Indonesia karena menjadi eksil menyusul kasus G-30-S, amat sering berbicara tentang negeri asalnya. Ia begitu kuat ingatan dalam mengisahkan ulang sejumlah hal sepele yang pernah ia alami di &lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;, sesemangat ketika ia mengomentari perkara-perkara yang mencuat di &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;, selantang ketika ia berbicara tentang dosa-dosa hitam Soeharto dan Orde Baru.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:16px;"&gt;Masa lalu dan kenangan yang mengawetkanya seperti menjadi sumber ilham yang tak pernah habis digosok, tapi tampak juga sekaligus sebagai beban.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:16px;"&gt;“Setelah dua pekan bermalam di emperan Sungai Rein/ kembali pulang ke kampung halaman Sungai Seine/ hati ini melonjak rindu dan kangen/ setelah mendekapkan perasaan sekitar sembilan lilindi Almere, Holland./ Tapi aku tetap saja ada di busur-lengkung/ garis-garis tata-letak kampungku di Belitung.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:16px;"&gt;Sajak di atas, berjudul “Pulang”, yang ditulis pada Juni 2005, dengan amat baik menggambarkan bagaimana posisi Paris di Prancis atau Alemere di Belanda di hadapan Belitung di Indonesia. Tapi lebih dari sekadar itu, sajak Pulang juga menyiratkan sejumput kejengkelan, mungkin seperti sebonggol frustasi. “Aku itu sudah berpuluh tahun di luar negeri, tapi (kenapa ingatan) aku tetap saja menancap di &lt;st1:place st="on"&gt;Belitung&lt;/st1:place&gt;?” begitu kira-kira pesan utama sajak itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:16px;"&gt;Bayangan masa silam itu bahkan tetap dibawanya ke nirwana. Wasiat ia berikan pada sanak keluarga yang ia tinggalkan adalah agar jenazahnya dikremasi, dan abunya ditabur di &lt;st1:city st="on"&gt;Beijing&lt;/st1:city&gt; (tempat mendiang istrinya wafat) dan di &lt;st1:place st="on"&gt;Belitung&lt;/st1:place&gt; (tanah kelahiran). &lt;st1:city st="on"&gt;Paris&lt;/st1:city&gt; seperti tak berbekas, penaka bukan &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; yang ia pernah dengan amat tegas bersaksi kalau dirinya sudah benar-benar larut dalam otot dan jantungnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:16px;"&gt;Puisi-puisi yang ditulisnya, catatan-catatan yang berisi kenangan, atau pernyataan-pernyataan politiknya yang tak pernah absen menghardik Soeharto dan Orde Baru dan (nyaris) semua tulisan yang dengan rajin dan rutin yang dikirimnya ke milis-milis, merupakan penegasannya yang paling otentik akan kerinduannya pada Belitung.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:16px;"&gt;Harus diakui, Sobron adalah anggota milis yang aktif, teramat aktif malah untuk ukuran lelaki setua dia, yang tiap hari harus pergi ke warnet untuk mengirim dan membalas imel-imel. Seperti kesaksian yang diberikan anaknya, sebelum meninggal Sobron jatuh di sebuah stasiun bawah tanah ketika hendak pergi ke warnet, untuk apa lagi selain menyambangi milis-milis yang ia ikuti, dan kemudian ia hujani kembali dengan puisi dan tulisan-tulisannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:16px;"&gt;Saya membayangkan, desau angin yang sensual &lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:city&gt; &lt;st1:city st="on"&gt;Paris&lt;/st1:city&gt; atau hiruk pikuk kesibukannya di restoran &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;, pasti langsung lenyap tiap kali ia duduk mencangkung di depan monitor warnet. Jika sajak Parisien seperti menjadi altar tempat ia merayakan kekagumannya pada &lt;st1:city st="on"&gt;Paris&lt;/st1:city&gt;, maka warnet penaka altar tempat ia justru menegaskan betapa &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Paris&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; tak pernah merasuki urat dan jantungnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:16px;"&gt;Sobron adalah anak Belitung yang selalu ingin pulang ke &lt;st1:place st="on"&gt;Belitung&lt;/st1:place&gt;. Sobron bukan seorang Parisien, karena itulah ia tak ingin abu jenazahnya ditaburkan di Paris.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:16px;"&gt;Tapi dari sanalah, dari puisi-puisi yang lahir dari tangan Sobron, kita juga melihat betapa status sebagai eksil ternyata tak pernah melahirkan puisi-puisi eksil, yang tertinggal tak lebih sekadar gambaran situasi eksil.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:16px;"&gt;Puisi-puisi Sobron, seperti juga puisi-puisi orang-orang eksil yang lain, seperti yang bisa kita baca dalam antologi “Di Negeri Orang: Puisi Penyair &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;” (2002), terlalu sarat dengan klise-klise politik, gerutuan orang-orang yang dizalimi (betapa pun itu memang faktual). Puisi seperti lahir untuk mementaskan kekecewaan, kemarahan, keluhan dan kejengkelan. Bukan kekecewaan atau kejengkelan itu yang pokok, tetapi kekecewaan dan kejengkelan yang membuat puisi-puisi itu menjadi beku dan klise itu yang jadi soal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:16px;"&gt;Di tangan Sobron, puisi seperti menjadi hal sekunder, karena yang primer adalah situasi eksil dan segala macam penyebabnya yang degil dan rudin itu. Diksi yang ranum, metafora yang kaya, pengucapan yang segar atau bunyi yang berirama seperti menjadi hal yang langka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:16px;"&gt;Kita harus mafhum pada kemungkinan betapa mereka mungkin tak terlalu peduli dengan tetek bengek teknik berpuisi yang membikin pusing para penyair pemula di negeri ini. Tapi kita patut heran kenapa kebebasan yang begitu besar di tanah asing. Limpahan pustaka yang menggunung, perjumpaan dengan khasanah kebudayaan dan realitas baru, tak membuat para sastrawan eksil(?) itu bisa melahirkan karya, minimal yang tidak klise-lah?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:16px;"&gt;Amat jarang kita jumpai puisi para penyair eksil itu menyatakan rasa frustasinya seindah Agam Wispi dalam sajak “Pulang”-nya yang legendaris itu: “Puisi, hanya kaulah lagi tempatku pulang/puisi, hanya kaulah lagi pacarku lerbang….”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:16px;"&gt;Sajak “Pulang vers Agam Wispi memaparkan kepedihan, kekecewaan, k&lt;br /&gt;emarahan, dan rasa rindu untuk pulang ke tanah air yang berujung pada frutasi yang menahun, yang membuat Agam Wispi akhirnya “menyerah” dan memilih untuk menjadikan puisi sebagai satu-satunya tempat ia pulang. Kepedihan, kekecewaan dan kemarahan seperti sudah ditransendensi sedemikian rupa dalam samudera kesadaran penyairnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:16px;"&gt;Frase macam Agam Wispi di atas, yang punya potensi menjadi frase yang melegenda dan melintasi zaman, amat sukar kita jumpai dalam puisi-puisi Sobron dan yang lain. Bukankah kepedihan dan penghinaan atau rindu yang membubung pada tanah kelahiran tak harus selalu disuarkan melalui “pamflet” yang mengambil bentuk (serupa) sajak?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:16px;"&gt;Di tangan Sobron, puisi menderu-deru seperti berburu dengan waktu, seakan mengejar sehimpun deadline, seperti terikat-erat dengan sejumlah target-target yang sama sekali tak ada urusannya dengan puitika. Pengalaman batin yang nyaris sama dengan Agam Wispi, di tangan Sobron, (hanya) menjadi “Lalu kini apakah bisa kita katakan/ api kebakaran lama dulu itu sudah mau padam?/ …sedang mereka (baca: eks rezim Orde Baru) terus membangun istana-istana baru/ di atas pekuburan kita/ di atas pekuburan para keluarga dan teman-teman kita (”Daftar Ingatan”, 1998).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:16px;"&gt;Sobron barangkali sedang membayangkan bahwa semua yang ditulisnya adalah peringatan bahwa ada yang keliru dari masa silam yang belum sepenuhnya diperiksa. Sobron, tampaknya, seperti khawatir masa silam yang hitam itu akan segera dilupakan. Sobron tak ingin itu kejadian. Seperti yang terpantul dalam puisi-puisinya yang seperti meriam itu, ia bahkan seperti tak sabar menyaksikan bagaimana masa silam yang membuatnya naas itu untuk sesegara mungkin diperiksa. Seperti ada dendam berkarat yang belum sepenuhnya lunas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:16px;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Asahan Aidit, adik Sobron sendiri, dalam obituari kakaknya, yang saya baca dari salah sebiji milis yang saya ikuti, juga menegaskan itu. Dendam, tulis Asahan, “adalah jiwa tulisan S&lt;/span&gt;obron”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:16px;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8614409007174362239-6195387442504616365?l=komunitasbloggerkuantansingingi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitasbloggerkuantansingingi.blogspot.com/feeds/6195387442504616365/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komunitasbloggerkuantansingingi.blogspot.com/2009/08/sobron-aidit-harapan-seorang-tua-wajah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8614409007174362239/posts/default/6195387442504616365'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8614409007174362239/posts/default/6195387442504616365'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitasbloggerkuantansingingi.blogspot.com/2009/08/sobron-aidit-harapan-seorang-tua-wajah.html' title=''/><author><name>RANTAU  OSO NAN KURANG DUO PULUA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10317424324579479504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_iO7wK1SI96s/SoPWLmpN_dI/AAAAAAAAADQ/Dn3FIp-i0tI/s72-c/sobron.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8614409007174362239.post-1246554799639270582</id><published>2009-08-13T15:50:00.000+07:00</published><updated>2009-08-13T15:51:32.562+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SASTRA TERLARANG'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="single-post" id="primary"&gt; &lt;div class="inside"&gt; &lt;div class="primary"&gt; &lt;h1&gt;Agam Wispi - Partai Komunis Indonesia&lt;/h1&gt;  &lt;p&gt;&lt;img src="http://www.geocities.com/simpang_kiri/accessories/photos/agamwispi.jpg" border="0" width="398" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Agam Wispi, 1962&lt;/p&gt; &lt;hr /&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;KEPADA PARTAI &lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;dia jang lahir dalam kantjah perdjuangan&lt;br /&gt;kini sudah besar dan mendjadi dewasa;&lt;br /&gt;dia jang dibesarkan dalam dadung pertempuran&lt;br /&gt;beribu-ribu gugur, namun berdjuta mengangkat pandjinja.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;orang-orang munafik dan kerdil pikiran sia-sia mengintip rahasia:&lt;br /&gt;mengapa sedjarah berpihak kepada klas jang paling muda?&lt;br /&gt;mengapa komunisme kian merata, terudji, dan ditjinta?&lt;br /&gt;dan bagi rakyat pekerdja, pedjuang proletariat ubanan tetap remadja?&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;siang bertukar malam dan malam berganti pagi&lt;br /&gt;ribuan tahun manusia terbenam di lumpur perbudakan&lt;br /&gt;dan di kegelapan pikiran itu marx dan engels memertjikkan api&lt;br /&gt;dan di tiap negeri berkumandanglah lagu kebangkitan.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;seorang egom mati di tiang-gantungan&lt;br /&gt;seorang aliarcham tewas di tanah-buangan;&lt;br /&gt;generasi baru datang, beladjar tentang keberanian dan kearifan&lt;br /&gt;satu demi satu musuh dikalahkan dan satu demi satu direbut kemenangan.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;marxisme-leninisme menemap perdjuangan kelas&lt;br /&gt;dan perdjuangan klas menjemai marxisme-leninisme;&lt;br /&gt;o, repolusi tjermelang, jang sedang disiapkan nasion-nasion tertindas&lt;br /&gt;dalam abad ini djuga kita punahkan imperialisme.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;pada hari ke-empat-puluh-lima&lt;br /&gt;dia sudah besar dan dewasa;&lt;br /&gt;diutjapkan atau tidak, rakyat pekerdja menjebut namanja&lt;br /&gt;sederhana dan terang: Partai Komunis Indonesia&lt;/p&gt; &lt;hr /&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;img title="Agam Wispi" alt="Agam Wispi" src="http://www.geocities.com/simpang_kiri/accessories/photos/agamwispi2.jpg" align="right" border="0" width="198" /&gt;Lahir di Pangkalan Susu (Sumatera Timur) pada tahun 1930; meninggal di Amsterdam. Ia bekerja sebagai wartawan di Medan dan Jakarta dari tahun 1952 sampai tahun 1962. Ia pernah menjadi perwira penerangan dalam angkatan laut Republik Indonesia dari tahun 1962 sampai tahun 1965. Karena alasan politik Agam Wispi telah meninggalkan Cina, tempat yang pernah didiaminya sejak tahun 1965 sampai tahun 1970. Setelah itu ia di Jerman, mengikuti studi dan bekerja di debuah Deutsche Bücherei di kota Leipzig. Sejak tahun 1988 ia tinggal di Amsterdam, negeri Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agam Wispi terutama dikenal sebagai penyair, selain itu ia juga penulis cerita sandiwara dan beberapa cerita pendek. Ia telah menterjemahkan &lt;i&gt;Faust&lt;/i&gt; ke bahasa Indonesia. Sajak-sajaknya terkenal dan sangat disukai di Indonesia.&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt; &lt;hr class="hide"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8614409007174362239-1246554799639270582?l=komunitasbloggerkuantansingingi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitasbloggerkuantansingingi.blogspot.com/feeds/1246554799639270582/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komunitasbloggerkuantansingingi.blogspot.com/2009/08/agam-wispi-partai-komunis-indonesia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8614409007174362239/posts/default/1246554799639270582'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8614409007174362239/posts/default/1246554799639270582'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitasbloggerkuantansingingi.blogspot.com/2009/08/agam-wispi-partai-komunis-indonesia.html' title=''/><author><name>RANTAU  OSO NAN KURANG DUO PULUA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10317424324579479504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8614409007174362239.post-5458090874309154935</id><published>2009-08-13T15:45:00.000+07:00</published><updated>2009-08-13T15:47:04.483+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SASTRA TERLARANG'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Tinoor&lt;br /&gt;Oleh: Agam Wispi&lt;br /&gt;para lelaki sudah pergi&lt;br /&gt;atau mati&lt;br /&gt;yang kembali ketinggalan hati&lt;br /&gt;di tanah seberang di kota ramai&lt;br /&gt;pulangnya   &lt;a style="font-family: arial; color: rgb(0, 0, 0);" class="tags" onclick="javascript:counttag('Tak', 1, 1718222)" href="http://id.shvoong.com/tags/tak/"&gt;&lt;span&gt;tak&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; berarti&lt;br /&gt;kami yang meromok tinggal di sini&lt;br /&gt;tak lagi bisa bersedih&lt;br /&gt;dulu dari jaman kompeni&lt;br /&gt;para lelaki sudah pergi&lt;br /&gt;atau mati&lt;br /&gt;maka minumlah saguar, abang&lt;br /&gt;selagi singgah di sini dan gunung akan didaki&lt;br /&gt;pandanglah lembah menjemput lautan&lt;br /&gt;sebelum Menado ditinggalkan, mari bersenang&lt;br /&gt;mari bersenang – walau dilupakan&lt;br /&gt;(Tondano, 8 April 1964)&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;Pertemuan Di Danau&lt;br /&gt;Oleh : Agam Wispi&lt;br /&gt;danau putih&lt;br /&gt;sajakpun putih&lt;br /&gt;di Toba tenggelam sepenggal kasih&lt;br /&gt;sampan telungkup&lt;br /&gt;  &lt;a class="tags" onclick="javascript:counttag('Aku', 1, 1718222)" href="http://id.shvoong.com/tags/aku/"&gt;&lt;span&gt;aku&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; berenang megap-megap&lt;br /&gt; &lt;a class="tags" onclick="javascript:counttag('Ke', 1, 1718222)" href="http://id.shvoong.com/tags/ke/"&gt;&lt;span&gt;ke&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; tepi&lt;br /&gt;tapi menang apalah arti&lt;br /&gt;kalau indah hanya seperti buih&lt;br /&gt;acap mesiu mengantarku ke danau Maninjau&lt;br /&gt;  &lt;a class="tags" onclick="javascript:counttag('Dan', 1, 1718222)" href="http://id.shvoong.com/tags/dan/"&gt;&lt;span&gt;dan&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; kenangan melayah ke duniaku yang hijau&lt;br /&gt;sungguh, danau tiada lagi putih seremaja dahulu&lt;br /&gt;dan kebahagiaan hanya tergenggam bagi yang tahu&lt;br /&gt;jip mendaki dan menyusur danau Sentani&lt;br /&gt;Kota Baru meraih jauh, kami berlari-lari&lt;br /&gt;betapapun becermin rimbun daun dan akar berjuntai&lt;br /&gt;kemenangan yang remaja, padamu juga hari-tua melambai&lt;br /&gt;sampai aku di danau paling utara&lt;br /&gt;Tondano, dukamu tak bisa kulupa&lt;br /&gt;para lelaki tak pulang, entah mengapa aku terkenang&lt;br /&gt;pahlawan kebahagiaan mati di tanah buangan: Ali Archam&lt;br /&gt;dan di sini, diantar perjuangan yang pedih&lt;br /&gt;danau Batur, kubu dari lahar dan abu menyembur&lt;br /&gt;para turis kagum berpura sedih&lt;br /&gt;tapi rakyat itu dengan tangannya yang perkasa&lt;br /&gt;jalan bergandengan dan berjanji&lt;br /&gt;meski mengantar mayat ke kubur&lt;br /&gt;(Kintamani, 26 April 1964) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8614409007174362239-5458090874309154935?l=komunitasbloggerkuantansingingi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitasbloggerkuantansingingi.blogspot.com/feeds/5458090874309154935/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komunitasbloggerkuantansingingi.blogspot.com/2009/08/tinoor-oleh-agam-wispi-para-lelaki.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8614409007174362239/posts/default/5458090874309154935'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8614409007174362239/posts/default/5458090874309154935'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitasbloggerkuantansingingi.blogspot.com/2009/08/tinoor-oleh-agam-wispi-para-lelaki.html' title=''/><author><name>RANTAU  OSO NAN KURANG DUO PULUA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10317424324579479504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8614409007174362239.post-3212883729344686381</id><published>2009-08-02T17:38:00.007+07:00</published><updated>2009-10-18T10:37:31.777+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TELUK KUANTAN'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_iO7wK1SI96s/SpuMWi_VaAI/AAAAAAAAADo/HvIWdHA7g3g/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 104px; height: 105px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_iO7wK1SI96s/SpuMWi_VaAI/AAAAAAAAADo/HvIWdHA7g3g/s320/images.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5376044899174279170" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="post hentry"&gt;&lt;a name="8188178563569063388"&gt;&lt;/a&gt; &lt;h3 style="font-weight: bold; font-family: verdana;" class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://stasiunramal.blogspot.com/2008/11/beautiful-israel-military.html"&gt;Tentara wanita israel (Cantik-cantik kan?)&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;  &lt;div style="font-weight: bold; font-family: verdana;" class="post-body entry-content"&gt;  &lt;p&gt;Israel negara yang selalu konflik dengan Palestina dalam memperebutkan wilayah kekuasaan tentunya membutuhkan banyak tentara. Bukan hanya pria tetapi wanitapun dilibatkan dalam misi ini. Dan ternyata walaupun mereka berprofesi sebagai tentara , kecantikan alami wanita Timur Tengah ini tetap bersinar. Neh loe lihat betapa cantik-cantiknya tentara Israel ini.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_yOHoM2CSXMQ/SSdIBxw-HII/AAAAAAAAJmc/8Ae-6K106eQ/s1600-h/military-girls1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5271261084236258434" style="width: 253px; height: 400px;" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_yOHoM2CSXMQ/SSdIBxw-HII/AAAAAAAAJmc/8Ae-6K106eQ/s400/military-girls1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_yOHoM2CSXMQ/SSdH7qIJHPI/AAAAAAAAJmU/Zt3bJOLchJU/s1600-h/military-girls3.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5271260979106749682" style="width: 221px; height: 400px;" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_yOHoM2CSXMQ/SSdH7qIJHPI/AAAAAAAAJmU/Zt3bJOLchJU/s400/military-girls3.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_yOHoM2CSXMQ/SSdHzL_HRKI/AAAAAAAAJmM/z-lhtyJJJNw/s1600-h/military-girls2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5271260833576862882" style="width: 249px; height: 400px;" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_yOHoM2CSXMQ/SSdHzL_HRKI/AAAAAAAAJmM/z-lhtyJJJNw/s400/military-girls2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_yOHoM2CSXMQ/SSdHsnjUSJI/AAAAAAAAJmE/5gsWlbB02uQ/s1600-h/military-girls4.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5271260720717383826" style="width: 308px; height: 400px;" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_yOHoM2CSXMQ/SSdHsnjUSJI/AAAAAAAAJmE/5gsWlbB02uQ/s400/military-girls4.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_yOHoM2CSXMQ/SSdHnYFnO5I/AAAAAAAAJl8/WzShf6Al1VM/s1600-h/military-girls5.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5271260630666918802" style="width: 301px; height: 400px;" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_yOHoM2CSXMQ/SSdHnYFnO5I/AAAAAAAAJl8/WzShf6Al1VM/s400/military-girls5.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_yOHoM2CSXMQ/SSdHhO2TQaI/AAAAAAAAJl0/BLJ1UPw5c8s/s1600-h/military-girls6.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5271260525107560866" style="width: 400px; height: 300px;" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_yOHoM2CSXMQ/SSdHhO2TQaI/AAAAAAAAJl0/BLJ1UPw5c8s/s400/military-girls6.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_yOHoM2CSXMQ/SSdHbDDGcrI/AAAAAAAAJls/GtKnztw8IHs/s1600-h/military-girls7.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5271260418860806834" style="width: 309px; height: 400px;" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_yOHoM2CSXMQ/SSdHbDDGcrI/AAAAAAAAJls/GtKnztw8IHs/s400/military-girls7.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_yOHoM2CSXMQ/SSdHVXO0n6I/AAAAAAAAJlk/4oCZGgjx-E0/s1600-h/military-girls8.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5271260321199464354" style="width: 311px; height: 400px;" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_yOHoM2CSXMQ/SSdHVXO0n6I/AAAAAAAAJlk/4oCZGgjx-E0/s400/military-girls8.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_yOHoM2CSXMQ/SSdHPR-1nfI/AAAAAAAAJlc/NaJVOF6CnFI/s1600-h/military-girls9.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5271260216711028210" style="width: 345px; height: 400px;" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_yOHoM2CSXMQ/SSdHPR-1nfI/AAAAAAAAJlc/NaJVOF6CnFI/s400/military-girls9.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_yOHoM2CSXMQ/SSdHJOHvXXI/AAAAAAAAJlU/iAICW8Wfex8/s1600-h/military-girls10.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5271260112595410290" style="width: 316px; height: 400px;" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_yOHoM2CSXMQ/SSdHJOHvXXI/AAAAAAAAJlU/iAICW8Wfex8/s400/military-girls10.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_yOHoM2CSXMQ/SSdHCAAiq9I/AAAAAAAAJlM/tWolh3fc8lI/s1600-h/military-girls11.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5271259988548037586" style="width: 400px; height: 303px;" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_yOHoM2CSXMQ/SSdHCAAiq9I/AAAAAAAAJlM/tWolh3fc8lI/s400/military-girls11.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_yOHoM2CSXMQ/SSdG8hzUOOI/AAAAAAAAJlE/KqDKiQqb-bs/s1600-h/military-girls12.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5271259894540155106" style="width: 363px; height: 400px;" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_yOHoM2CSXMQ/SSdG8hzUOOI/AAAAAAAAJlE/KqDKiQqb-bs/s400/military-girls12.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_yOHoM2CSXMQ/SSdG2pZoVsI/AAAAAAAAJk8/JzzdKd3KamM/s1600-h/military-girls13.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5271259793500690114" style="width: 400px; height: 296px;" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_yOHoM2CSXMQ/SSdG2pZoVsI/AAAAAAAAJk8/JzzdKd3KamM/s400/military-girls13.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_yOHoM2CSXMQ/SSdGxLNnNAI/AAAAAAAAJk0/qq244Y9wk3I/s1600-h/military-girls14.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5271259699497874434" style="width: 400px; height: 329px;" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_yOHoM2CSXMQ/SSdGxLNnNAI/AAAAAAAAJk0/qq244Y9wk3I/s400/military-girls14.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_yOHoM2CSXMQ/SSdGrkoTr5I/AAAAAAAAJks/qlIFz02EAdo/s1600-h/military-girls15.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5271259603241512850" style="width: 400px; height: 328px;" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_yOHoM2CSXMQ/SSdGrkoTr5I/AAAAAAAAJks/qlIFz02EAdo/s400/military-girls15.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_yOHoM2CSXMQ/SSdGl1rEK2I/AAAAAAAAJkk/aQYIc60uad0/s1600-h/military-girls16.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5271259504737266530" style="width: 239px; height: 400px;" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_yOHoM2CSXMQ/SSdGl1rEK2I/AAAAAAAAJkk/aQYIc60uad0/s400/military-girls16.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_yOHoM2CSXMQ/SSdGgdzdCCI/AAAAAAAAJkc/qX9uS2h5UB4/s1600-h/military-girls17.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5271259412430653474" style="width: 400px; height: 388px;" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_yOHoM2CSXMQ/SSdGgdzdCCI/AAAAAAAAJkc/qX9uS2h5UB4/s400/military-girls17.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_yOHoM2CSXMQ/SSdGaHfh6UI/AAAAAAAAJkU/FdavTMsozmY/s1600-h/military-girls18.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5271259303362292034" style="width: 400px; height: 300px;" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_yOHoM2CSXMQ/SSdGaHfh6UI/AAAAAAAAJkU/FdavTMsozmY/s400/military-girls18.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_yOHoM2CSXMQ/SSdGUxC0ebI/AAAAAAAAJkM/vNPDtBKa6S0/s1600-h/military-girls19.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5271259211436947890" style="width: 400px; height: 319px;" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_yOHoM2CSXMQ/SSdGUxC0ebI/AAAAAAAAJkM/vNPDtBKa6S0/s400/military-girls19.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_yOHoM2CSXMQ/SSdF6Gv24bI/AAAAAAAAJkE/knHjcVOL8eA/s1600-h/military-girls20.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5271258753406525874" style="width: 275px; height: 400px;" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_yOHoM2CSXMQ/SSdF6Gv24bI/AAAAAAAAJkE/knHjcVOL8eA/s400/military-girls20.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_yOHoM2CSXMQ/SSdFumzqV7I/AAAAAAAAJj8/B_cZu8miI3Y/s1600-h/military-girls21.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5271258555853985714" style="width: 372px; height: 400px;" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_yOHoM2CSXMQ/SSdFumzqV7I/AAAAAAAAJj8/B_cZu8miI3Y/s400/military-girls21.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_yOHoM2CSXMQ/SSdFndITWdI/AAAAAAAAJj0/IyKnWdI9iCk/s1600-h/military-girls22.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5271258432997120466" style="width: 400px; height: 290px;" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_yOHoM2CSXMQ/SSdFndITWdI/AAAAAAAAJj0/IyKnWdI9iCk/s400/military-girls22.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_yOHoM2CSXMQ/SSdFhyu3A7I/AAAAAAAAJjs/jcj2x2ElwlQ/s1600-h/military-girls23.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5271258335716770738" style="width: 400px; height: 336px;" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_yOHoM2CSXMQ/SSdFhyu3A7I/AAAAAAAAJjs/jcj2x2ElwlQ/s400/military-girls23.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_yOHoM2CSXMQ/SSdFc2hfHYI/AAAAAAAAJjk/ZPVjR-TCsfQ/s1600-h/military-girls24.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5271258250835074434" style="width: 400px; height: 387px;" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_yOHoM2CSXMQ/SSdFc2hfHYI/AAAAAAAAJjk/ZPVjR-TCsfQ/s400/military-girls24.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_yOHoM2CSXMQ/SSdFXQE24GI/AAAAAAAAJjc/H7cw9I3t9Es/s1600-h/military-girls25.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5271258154615103586" style="width: 368px; height: 400px;" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_yOHoM2CSXMQ/SSdFXQE24GI/AAAAAAAAJjc/H7cw9I3t9Es/s400/military-girls25.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_yOHoM2CSXMQ/SSdFG1Zs3WI/AAAAAAAAJjM/CmgqHHTzyhU/s1600-h/military-girls26.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5271257872576863586" style="width: 267px; height: 400px;" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_yOHoM2CSXMQ/SSdFG1Zs3WI/AAAAAAAAJjM/CmgqHHTzyhU/s400/military-girls26.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_yOHoM2CSXMQ/SSdFBWHkawI/AAAAAAAAJjE/yTXzjiO-TJ0/s1600-h/military-girls27.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5271257778279967490" style="width: 345px; height: 400px;" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_yOHoM2CSXMQ/SSdFBWHkawI/AAAAAAAAJjE/yTXzjiO-TJ0/s400/military-girls27.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_yOHoM2CSXMQ/SSdE711x7wI/AAAAAAAAJi8/SFshHGYPLMY/s1600-h/military-girls28.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5271257683716075266" style="width: 400px; height: 285px;" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_yOHoM2CSXMQ/SSdE711x7wI/AAAAAAAAJi8/SFshHGYPLMY/s400/military-girls28.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_yOHoM2CSXMQ/SSdE2XyuKhI/AAAAAAAAJi0/LvtNJs1m5Zk/s1600-h/military-girls29.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5271257589750835730" style="width: 327px; height: 400px;" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_yOHoM2CSXMQ/SSdE2XyuKhI/AAAAAAAAJi0/LvtNJs1m5Zk/s400/military-girls29.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_yOHoM2CSXMQ/SSdEwvscF-I/AAAAAAAAJis/k33qb7H8wGQ/s1600-h/military-girls30.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5271257493087721442" style="width: 340px; height: 400px;" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_yOHoM2CSXMQ/SSdEwvscF-I/AAAAAAAAJis/k33qb7H8wGQ/s400/military-girls30.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_yOHoM2CSXMQ/SSdEqINCniI/AAAAAAAAJik/5yXrf2EOC8U/s1600-h/military-girls31.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5271257379407830562" style="width: 400px; height: 262px;" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_yOHoM2CSXMQ/SSdEqINCniI/AAAAAAAAJik/5yXrf2EOC8U/s400/military-girls31.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_yOHoM2CSXMQ/SSdEeJ4Ka5I/AAAAAAAAJic/-faEb5VXyTs/s1600-h/military-girls32.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5271257173698702226" style="width: 400px; height: 277px;" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_yOHoM2CSXMQ/SSdEeJ4Ka5I/AAAAAAAAJic/-faEb5VXyTs/s400/military-girls32.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_yOHoM2CSXMQ/SSdEVTrUJgI/AAAAAAAAJiU/VZssmJ-LYBs/s1600-h/military-girls33.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5271257021710345730" style="width: 400px; height: 355px;" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_yOHoM2CSXMQ/SSdEVTrUJgI/AAAAAAAAJiU/VZssmJ-LYBs/s400/military-girls33.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt; &lt;div class="similiar"&gt; &lt;div class="widget-content"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt; &lt;/div&gt; &lt;/div&gt; Kami sangat tersanjung sekali kalau anda suka dengan artikel ini, dan kalau anda ingin memindahkannya di blog anda silahkan Copy Paste tapi tolong agar dicantumkan alamat URL nya  sebagai tanda anda menghargai sesama blogger. Terima kasih(onga unui)  &lt;/div&gt; &lt;div class="post-footer"&gt; &lt;div class="post-footer-line post-footer-line-1"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;" class="post-author vcard" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span class="post-timestamp"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="post-comment-link"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="post-icons"&gt;&lt;span class="item-action"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/email-post.g?blogID=708704259162452792&amp;amp;postID=8188178563569063388" title="Posting Email"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/email-post.g?blogID=708704259162452792&amp;amp;postID=8188178563569063388" title="Posting Email"&gt; &lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8614409007174362239-3212883729344686381?l=komunitasbloggerkuantansingingi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitasbloggerkuantansingingi.blogspot.com/feeds/3212883729344686381/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komunitasbloggerkuantansingingi.blogspot.com/2009/08/beautiful-israel-military-israel-negara.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8614409007174362239/posts/default/3212883729344686381'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8614409007174362239/posts/default/3212883729344686381'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitasbloggerkuantansingingi.blogspot.com/2009/08/beautiful-israel-military-israel-negara.html' title=''/><author><name>RANTAU  OSO NAN KURANG DUO PULUA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10317424324579479504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_iO7wK1SI96s/SpuMWi_VaAI/AAAAAAAAADo/HvIWdHA7g3g/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8614409007174362239.post-6513156420107205631</id><published>2009-08-02T17:03:00.002+07:00</published><updated>2009-11-06T19:09:31.313+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="post-59 post hentry category-foto-foto-bukti-kenabian" id="post-59"&gt;    &lt;h2&gt;&lt;a href="http://moeflich.wordpress.com/2007/11/24/perahu-nabi-nuh-ditemukan/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Menakjubkan: Perahu Nabi Nuh AS Telah Ditemukan (revised and completed)"&gt; Perahu Nabi Nuh AS Telah Ditemukan&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/h2&gt;      &lt;div class="entry"&gt;     &lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p&gt;Umat Nabi Nuh A.S yang ditenggelamkan oleh Allah SWT karena kedurhakaannya seperti disebutkan dalam Al-Qur’an, sudah ditemukan dan dilakukan penggalian oleh penelitian tim antropolog yang dipimpin oleh Prof. Ron Wyatt di Turki sejak tahun 1977. Ini adalah sebagian foto-fotonya. &lt;em&gt;ENJOY IT!!&lt;/em&gt;&lt;span id="more-59"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1. Awal informasi tahun 1960, berita dalam Life Magazine: Pesawat Tentara Nasional Turki menangkap sebuah benda mirip perahu di puncak gunung Ararat yang panjangnya 500 kaki (150 meter) yang diduga perahu Nabi Nuh AS (The Noah’s Ark)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a href="http://moeflich.files.wordpress.com/2008/09/naonelife01.jpg"&gt;&lt;img class="alignnone size-medium wp-image-727" title="naonelife01" src="http://moeflich.files.wordpress.com/2008/09/naonelife01.jpg?w=465&amp;amp;h=719" alt="" width="465" height="719" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;2. Ini dia lokasinya di bukti Arafat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a title="picture1.jpg" href="http://moeflich.files.wordpress.com/2008/02/picture1.jpg"&gt;&lt;img src="http://moeflich.files.wordpress.com/2008/02/picture1.jpg?w=466&amp;amp;h=284" alt="picture1.jpg" width="466" height="284" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;3. Situs Kapal Nabi Nuh sebelum dibersihkan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a title="picture2.jpg" href="http://moeflich.files.wordpress.com/2008/02/picture2.jpg"&gt;&lt;img src="http://moeflich.files.wordpress.com/2008/02/picture2.jpg?w=477&amp;amp;h=222" alt="picture2.jpg" width="477" height="222" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;aa&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;4. Pengukuran di Atas Perahu&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a href="http://moeflich.files.wordpress.com/2008/09/pengukuran1.png"&gt;&lt;img class="alignnone size-full wp-image-728" title="pengukuran1" src="http://moeflich.files.wordpress.com/2008/09/pengukuran1.png?w=470&amp;amp;h=226" alt="" width="470" height="226" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a href="http://moeflich.files.wordpress.com/2008/09/pengukuran2.png"&gt;&lt;img class="alignnone size-full wp-image-729" title="pengukuran2" src="http://moeflich.files.wordpress.com/2008/09/pengukuran2.png?w=469&amp;amp;h=303" alt="" width="469" height="303" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;5. Struktur Perahu menurut para arkeolog yang menemukannya&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a title="picture3.jpg" href="http://moeflich.files.wordpress.com/2008/02/picture3.jpg"&gt;&lt;img src="http://moeflich.files.wordpress.com/2008/02/picture3.jpg?w=481&amp;amp;h=416" alt="picture3.jpg" width="481" height="416" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;6. Ini dia lebih jelasnya&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a title="picture4.jpg" href="http://moeflich.files.wordpress.com/2008/02/picture4.jpg"&gt;&lt;img src="http://moeflich.files.wordpress.com/2008/02/picture4.jpg?w=485&amp;amp;h=298" alt="picture4.jpg" width="485" height="298" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;7. Setelah dibersihkan, beginilah bentuk Asli Perahu Nabi Nuh AS yang kuno tapi canggih. Di dalam perahu inilah sedikit umat Nabi Nuh AS diselamatkan Allah SWT dari banjir dahsyat setinggi gunung dan ratusan pasang binatang ikut serta didalamnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a href="http://moeflich.files.wordpress.com/2008/09/elfred3.jpg"&gt;&lt;img class="alignnone size-medium wp-image-730" title="elfred3" src="http://moeflich.files.wordpress.com/2008/09/elfred3.jpg?w=473&amp;amp;h=320" alt="" width="473" height="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;8. Gambaran suasana terjadinya banjir dalam Injil yang terjadi pada tahun 1300 BC (Sebelum Masehi). Sekitar 25 tahun sebelum zaman Nabi Musa AS atau 1.300 tahun sebelum kelahiran Nabi Isa AS. Lihat perbandingan ukuran perahu dengan Pesawar Modern Jumbo 747.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a href="http://moeflich.files.wordpress.com/2008/09/noahs_ark.jpg"&gt;&lt;img class="alignnone size-medium wp-image-731" title="noahs_ark" src="http://moeflich.files.wordpress.com/2008/09/noahs_ark.jpg?w=473&amp;amp;h=359" alt="" width="473" height="359" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;SEMOGA BERMANFAAT DAN MENAMBAH KEYAKINAN KITA AKAN KEBENARAN ADANYA NABI-NABI UTUSAN ALLAH SWT. (ONGA UNUi)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8614409007174362239-6513156420107205631?l=komunitasbloggerkuantansingingi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitasbloggerkuantansingingi.blogspot.com/feeds/6513156420107205631/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komunitasbloggerkuantansingingi.blogspot.com/2009/08/perahu-nabi-nuh-as-telah-ditemukan-umat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8614409007174362239/posts/default/6513156420107205631'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8614409007174362239/posts/default/6513156420107205631'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitasbloggerkuantansingingi.blogspot.com/2009/08/perahu-nabi-nuh-as-telah-ditemukan-umat.html' title=''/><author><name>RANTAU  OSO NAN KURANG DUO PULUA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10317424324579479504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8614409007174362239.post-3472910269255497852</id><published>2009-08-02T16:54:00.002+07:00</published><updated>2009-08-02T17:02:31.408+07:00</updated><title type='text'>masjid al aqsa yang asli</title><content type='html'>&lt;div class="post"&gt; &lt;a name="4516416143284901671"&gt;&lt;/a&gt; &lt;h3 style="font-family: arial; text-align: center; font-weight: bold;" class="post-title"&gt; &lt;a href="http://apipuzi.blogspot.com/2008/12/inikah-masjidil-aqsa-yang-anda-kenal.html"&gt;Inikah Masjidil Aqsa yang anda kenal?&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial; text-align: center; font-weight: bold;" class="post-header-line-1"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="post-body" id="post-4516416143284901671"&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a style="font-family: arial; font-weight: bold;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_KDZpXFB5Su0/ST31ObfHreI/AAAAAAAAAFM/coqHI7q_rCY/s1600-h/dome_ofrock.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 242px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_KDZpXFB5Su0/ST31ObfHreI/AAAAAAAAAFM/coqHI7q_rCY/s320/dome_ofrock.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5277643966593347042" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;font-family:courier new;" &gt;Inikah Masjidil Aqsa yang anda kenal? Jika anda menjawab "Ya!", maka anda perlu membaca postingan ini lebih jauh!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;" id="fullpost"&gt;Yang anda lihat pada gambar di atas adalah Dome of the Rock. Nama lainnya adalah Quba as-Sakhrakh. Kubah Shakhrah bukanlah sebuah masjid, sebaliknya, merupakan sebuah kompleks yang terdapatnya sebuah batu besar yang dikatakan tempat Nabi Muhammad saw berdiri ketika peristiwa Isra dan Mi'raj. Quba As-Sakhrah terletak di &lt;span class="mw-redirect"&gt;Baitulmuqaddis&lt;/span&gt; di kawasan &lt;span class="mw-redirect"&gt;Al Haram Al Sharif&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;" id="fullpost"&gt;Quba As-Sakhrakh ini dibangun oleh khalifah terbesar Bani Umayyah, yaitu Abdul Malik bin Marwan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;" id="fullpost"&gt;Quba As-Sakhrah bukanlah Masjid Al-Aqsa karena Masjid Al-Aqsa terletak tidak jauh daripada bangunan ini. Ini perbandingan letak keduanya!&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_KDZpXFB5Su0/ST37RPQQ_mI/AAAAAAAAAFk/m13ghtyfyWI/s1600-h/perbandingan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 217px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_KDZpXFB5Su0/ST37RPQQ_mI/AAAAAAAAAFk/m13ghtyfyWI/s400/perbandingan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5277650611919191650" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Quba Al-Sakhrah seringkali disalahartikan sebagai &lt;span class="new"&gt;M&lt;/span&gt;&lt;span class="new"&gt;asjid Omar&lt;/span&gt; yang merupakan tempat &lt;span class="new"&gt;Sayyidina Umar Al-Khatab&lt;/span&gt; bershalat ketika tiba di &lt;span class="mw-redirect"&gt;Baitulmuqaddis&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;" id="fullpost"&gt;Sedangkan gambar dari Masjidil Aqsa adalah ini!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;" id="fullpost"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_KDZpXFB5Su0/ST33wMKJ_DI/AAAAAAAAAFU/pqAOZrdGTyQ/s1600-h/al+aqsa.png"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 239px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_KDZpXFB5Su0/ST33wMKJ_DI/AAAAAAAAAFU/pqAOZrdGTyQ/s320/al+aqsa.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5277646745617693746" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Inilah Masjidil Aqsa yang sesungguhnya! Masjid di mana Nabi Muhammad melakukan shalat sunnah ketika akan melakukan Mi'raj ke Sidratul Muntaha. Masjid yang pernah menjadi kiblat shalat umat Islam. Dan masjid yang pernah menjadi tempat shalat Amirul Mukminin Umar bin Khattab ketika membuka Palestina.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;" id="fullpost"&gt;Tujuan utama dari posting ini adalah, hendaknya kita tahu mana Masjidil Aqsa yang asli. Israel sengaja menampilkan opini publik bahwa Masjidil Aqsa adalah Dome of the Rock. Sehingga kita menganggap bahwa Dome of the Rock adalah Masjidil Aqsa. Itu tentu akan memudahkan langkah Israel untuk menghancurkan Masjidil Aqsa karena mengendurnya tekanan akibat pemberitaan itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8614409007174362239-3472910269255497852?l=komunitasbloggerkuantansingingi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitasbloggerkuantansingingi.blogspot.com/feeds/3472910269255497852/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komunitasbloggerkuantansingingi.blogspot.com/2009/08/inikah-masjidil-aqsa-yang-anda-kenal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8614409007174362239/posts/default/3472910269255497852'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8614409007174362239/posts/default/3472910269255497852'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitasbloggerkuantansingingi.blogspot.com/2009/08/inikah-masjidil-aqsa-yang-anda-kenal.html' title='masjid al aqsa yang asli'/><author><name>RANTAU  OSO NAN KURANG DUO PULUA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10317424324579479504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_KDZpXFB5Su0/ST31ObfHreI/AAAAAAAAAFM/coqHI7q_rCY/s72-c/dome_ofrock.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8614409007174362239.post-6709843446619968567</id><published>2009-07-26T10:43:00.000+07:00</published><updated>2009-07-26T10:44:45.223+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;font-size:130%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Sakit dalam perjuangan itu hanya berlangsung sementara, bisa dalam satu menit, satu jam, satu hari, atau satu tahun. Namun, jika Anda menyerah, rasa sakit itu akan terasa selamanya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;-Lance Armstrong&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Mencintai adalah masalah penting bagi manusia. nila kita mamapu mengurai cinta, maka hakekat cinta akan berubah menjadi sesuatu itulah kenyataan cinta. cinta memang tidak mudah untuk dimengerti.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Kecantikan bersinar lebih terang dalam hati orang yang merindukannya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Jika kamu membuka rahasia-rahasiamu kepada angin, kamu tidak boleh menyalahkan angin karena membuka rahasiamu kepada pohon-ponon&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Kepercayaanmu kepada orang-orang dan kesangsianmu mengenai mereka dekat hubungannya dengan kepercayaan dirimu dan kesangsian dirimu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Kamu maju bukan dengan memperbaiki apa yang sudah terjadi melainkan menggapai ke arah apa yang terjadi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Laki-laki yang tidak memaafkan wanita untuk kesalahan kecilnya, tak akan dapat menikmati kebaikan besarnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Cinta adalah satu-satunya kebebasan di dunia, karena cinta membangkitkan semangat yang hukum-hukum kemanusiaan dan gelaja - gejala alami pun tak bisa mengubah perjalannya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8614409007174362239-6709843446619968567?l=komunitasbloggerkuantansingingi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitasbloggerkuantansingingi.blogspot.com/feeds/6709843446619968567/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komunitasbloggerkuantansingingi.blogspot.com/2009/07/sakit-dalam-perjuangan-itu-hanya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8614409007174362239/posts/default/6709843446619968567'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8614409007174362239/posts/default/6709843446619968567'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitasbloggerkuantansingingi.blogspot.com/2009/07/sakit-dalam-perjuangan-itu-hanya.html' title=''/><author><name>RANTAU  OSO NAN KURANG DUO PULUA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10317424324579479504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8614409007174362239.post-6377958977267081098</id><published>2009-07-26T10:04:00.001+07:00</published><updated>2009-07-26T10:10:24.915+07:00</updated><title type='text'>RAJA SAUDI ARABIA KETURUNAN YAHUDI?</title><content type='html'>&lt;table class="MsoNormalTable" style="width: 100%;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="padding: 0cm; width: 18pt;" width="24"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Diringkaskan dari: &lt;st1:city st="on"&gt;Risalah Mujahidin&lt;/st1:City&gt; , &lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;, edisi 26 Jan-Feb 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis buku berjudul ‘ Ali Saud min aina wa ila aina’ ( Ali Saud dari mana dan ke mana ) iaitu Muhammad Shakher menggemparkan dunia apabila mendedahkan fakta berkaitan siapa sebenarnya Dinasti Saud sehingga setiap kali berlaku konflik antara Palestin – &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Israel&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;, pasti mereka diam dan bungkam. Muhammad Shakher akhirnya dibunuh oleh Regim Saudi kerana penemuannya yang menggemparkan itu. Benarkah Dinasti Saud berasal dari keturunan Anza bin Wael, keturunan Yahudi militant ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Informasi yang didedahkan sangat mencekam sekaligus mencengangkan. Sulit untuk dipercayai, sebuah dinasti yang bernaung dibawah kerajaan Islam Saudi boleh melakukan kebiadaban iblis dengan melakukan pembakaran masjid sekaligus membunuh jama’ah solat yang berada didalamnya. Jika isi buku yang terbit pada 03 Rabi’ul Awal 1401 H (1981 M) ini ‘terpaksa’ dipercayai kerana faktanya yang jelas, maka kejahatan Kerajaan Arab Saudi terhadap kabilah Arab dahulu, sama seperti kebuasan Zionis Israel membantai rakyat Muslim di Jalur Ghazzah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih mencurigakan lagi, sikap kelompok Salafiyyun di &lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt; yang menolak dari mengutuk &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Israel&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. Lidah mereka lebih fasih mengutuk tertuduh bom &lt;st1:place st="on"&gt;Bali&lt;/st1:place&gt;: Imam Samudera, Amrozi dan Al-Ghufron daripada mengutuk Ariel Sahron, Ehud Olmert, Meir Dagan, Tzipi Livni dan tokoh Zionis lainnya. Alasannya, mengikuti doktrin Dinasti Saud bahawa &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Israel&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; anak keturunan Nabi Ya’akub. Seorang Salafi di Mataram yang tidak mahu membela Palestin dan menolak mengutuk &lt;st1:country-region st="on"&gt;Israel&lt;/st1:country-region&gt; menyebut, “ Bangsa &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Israel&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; tidak boleh dimusuhi kerana mereka keturunan Nabi Ya’akub a.s”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengesan Asal Dinasti Saudi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil dari pendedahan sebanyak 43 halaman buku tersebut ditambah dengan banyak rujukan lainnya, disebutkan bahawa Dinasti Saudi bermula sejak abad ke-12 Hijrah atau abad ke-18 Masihi. Ketika itu di tengah kota Jazirah Arab, tepatnya di wilayah Najd yang secara sejarahnya sangat terkenal, lahirnya Nagara Saudi yang pertama didirikan oleh Imam Muhammad bin Saud di Ad-Dir’iyah yang terletak di sebelah barat laut Kota Riyadh pada tahun 1175 H / 1744 M dan meliputi hampir sebahagian besar wilayah Jaizrah Arab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara ini mengaku memikul tanggungjawab dakwah menuju kemurniaan Tauhid kepada Allah, mencegah pebuatan bid’ah dan khurafat, kembali kepada ajaran para Salafus Soleh dan berpegang teguh kepada dasar-dasar Islam yang lurus. Peringkat awal Negara Saudi Arabia ini berakhir pada tahun 1233 H / 1818 M. Peringkat kedua dimulai ketika Imam Faisal bin Turki mendirikan Negara Saudi kedua pada tahun 1240 H / 1824 M. Peringkat ini berlangsung hingga tahun 1309 H / 1891 M. Pada tahun 1319 H / 1902 M, Raja Abdul Aziz berhasrat mengembalikan kejayaan kerajaan para pendahulunya, ketika beliau merebut kembali kota Riyadh yang merupakan ibu kota bersejarah kerajaan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semenjak itulah Raja Abdul Aziz mulai bekerja dan membangun serta mewujudkan kesatuan sebuah wilayah terbesar dalam sejarah Arab Moden, iaitu berhasil mengembalikan suasana keamanan dan ketenteraman ke bahagian terbesar wilayah Jazirah Arab, serta menyatukan seluruh wilayahnya yang luas kedalam sebuah Negara moden yang kuat yang dikenal dengan nama Kerajaan Saudi Arabia. Penyatuan dengan nama ini yang dideklarasikan pada tahun 1351 H / 1932 M merupakan bermulanya fasa baru sejarah Arab moden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raja Abdul Aziz As-Saud pada saat itu menegaskan kembali komitmen para pendahulunya, raja-raja Dinasti Saud untuk selalu berpegang teguh pada prinsip-prinsip Syariah Islam, menebar kemanan dan ketenteraman keseluruh penjuru negeri Kerajaan yang sangat luas, mengamankan perjalanan haji ke Baitullah, memberikan perhatian kepada ilmu dan para ulama’ dan membangun hubungan luar negeri untuk merealisasikan tujuan-tujuan solidarity Islam dan memperkuatkan tali persaudaraan diantara seluruh bangsa Arab dan kaum Muslimin serta sikap saling memahami dan menghormati dengan seluruh masyarakat dunia. Di atas prinsip inilah, para putra beliau sesudahnya mengikuti jejak langkahnya dalam memimpin Kerajaan Arab Saudi. Mereka adalah Raja Saud, Raja Faisal, Raja Khalid, Raja Fahd dan pelayan II Kota Suci, Raja Abdullah bin Abdul Aziz.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dinasti Saud Keturunan Yahudi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, dimasa yang jauh sebelumnya, di Najd tahun 851 H. Sekumpulan lelaki dari Bani Al-Masalikh iaitu keturunan dari Kaum Anza, yang membentuk sebuah kelompok dagang yang bergerak dibidang bisnes gandum dan jagung dan bahan makanan lain dari Iraq dan membawanya kembali ke Najd, Direktor perdagangan ini bernama Sahmi bin Hathlul. Kelompok dagang ini melakukan aktiviti bisnes mereka sampai ke &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Basra&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;, disana mereka berjumpa dengan seorang pedagang gandum Yahudi bernama Mordakhai bin Ibrahim bin Moshe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika sedang terjadi proses tawar menawar, si Yahudi itu bertanya kepada kafilah dagang itu, “dari manakah anda berasal?” Mereka menjawab, “dari kaum Anza, kami adalah keluarga Bani Al-Masalikh”. Setelah mendengar itu, orang Yahudi itu menjadi gembira dan mengaku bahawa dirinya juga berasal dari kaum keluarga yang sama tetapi terpaksa tinggal &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;di Basrah&lt;/st1:City&gt;, &lt;st1:country-region st="on"&gt;Iraq&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; kerana persengketaan keluarga antara bapanya dan ahli keluarga kaum Anza.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu Mordakhai kemudian menyuruh budaknya untuk menaikkan guni-guni berisi gandum, kurma dan makanan lain ke atas pundak unta-unta milik kabilah itu. Hal itu adalah sebuah ungkapan penghormatan bagi para saudagar Bani Al-Masalikh itu dan menunjukkan kegembiraannya kerana berjumpa saudara tuanya di &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Iraq&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. Bagi pedagang Yahudi itu, kafilah dagang merupakan sumber pendapatan dan pertalian bisnes. Mordakhai adalah saudagar kayaraya yang sejatinya adalah keturunan Yahudi yang bersembunyi dibalik wajah Arab dari kabilah Al-Masalikh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika rombongan itu hendak bertolak ke Najd, si Yahudi ini meminta diizinkan untuk bersama mereka kerana sudah lama dia ingin pergi ke tanah asal mereka, &lt;st1:place st="on"&gt;Najd&lt;/st1:place&gt;. Setelah mendengar permintaan lelaki Yahudi itu, kafilah dagang suku Anza ini pun amat berbesar hati dan menyambutnya dengan gembira. Pedagang Yahudi yang sedang bertaqiyyah (menyamar) itu tiba di &lt;st1:place st="on"&gt;Najd&lt;/st1:place&gt; dengan pedati-pedatinya (kenderaan tunggangan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Najd, dia mulai melancarkan aksi propaganda tentang sejatinya siapa dirinya melalui sahabat-sahabat, teman dagang dan teman-teman dari Bani Al-Masalikh yang baru dikenal. Setelah itu, disekitar Mordakhai berkumpullah para pendukung dan penduduk &lt;st1:place st="on"&gt;Najd&lt;/st1:place&gt;. Tetapi, tanpa disangka dia berhadapan dengan seorang ulama’ yang menentang doktrin dan fahamannya. Dialah Sheikh Salman Abdullah At-Taimi seorang ulama karismatik dari daerah Al-Qasem. Daerah-daerah yang menjadi lokasi dakwahnya sepanjang daerah &lt;st1:place st="on"&gt;Najd&lt;/st1:place&gt;, Yaman dan Hijaz.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh kerana suatu alasan tertentu, si Yahudi Mordakhai ( yang menurunkan keluarga Saud itu), berpindah dari Al-Qasem ke Al-Ihsa. Disana dia merubah namanya dari Mordakhai kepada Markhan bin Ibrahim Musa.Kemudian dia pindah dan menetap di sebuah tempat bernama Dlir’iya yang berdekatan dengan AlQateef. Disana dia memaklumatkan propaganda dustanya bahawa perisai Nabi s.a.w telah direbut sebagai barang rampasan oleh seorang kuat musyrikin pada waktu Perang Uhud antara Arab Musyrikin dan umat Islam. Katanya, “perisai itu telah dijual oleh Arab Musyrikin kepada kabilah kaum Yahudi bernama Bani Qainuqa’ yang menyimpannya sebagai harta karun”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya dia mengukuhkan lagi posisinya dikalangan Arab Badwi melalui cerita-cerita dusta yang menyatakan bagaiman kaum Yahudi di Tanah Arab sangat berpengaruh dan berhak mendapatkan penghormatan tinggi. Akhirnya, dia diberi suatu rumah untuk menetap di Dlir’iya berdekatan Al-Qatef. Dia berkeinginan mengembangkan daerah ini sebagai pusat Teluk Parsi. Dia kemudian mendapatkan idea untuk menjadikannya sebagai tapak atau batu loncatan guna mendirikan kerajaan Yahudi di tanah Arab. Untuk memuluskan cita-citanya itu, dia mendekati kaum Arab Badwi untuk menguatkan posisinya, kemudian secara perlahan dia memasyhurkan dirinya sebagai raja kepada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabilah Ajaman dan kabilah Bani Khaled yang merupakan penduduk asli Dlir’iya menjadi risau akan sepak terajang dan rencana busuk keturunan Yahudi itu. Mereka merancang menentang untuk berdebat dan bahkan ingin mengakhiri hidupnya. Mereka menangkap Yahudi itu dan menawannya, namun dia berjaya meloloskan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudagar keturunan Yahudi ini mencari suaka disebuah ladang bernama Al-Malibed Ghusaiba yang berdekatan dengan Al-Arid (sekarang &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Riyadh&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;). Disana dia meminta suaka kepada pemilik kebun tersebut untuk menyebunyikan diri dan melindunginya. Tuan kebun itu sangat simpati lalu memberikan tempat kepadanya untuk berlindung. Tetapi, tidak sampai sebulan tinggal dirumah pemilik kebun itu, kemudian Yahudi itu secara biadab membantai tuan kebun bersama keluarganya. Sungguh bengis, air susu dibalasa dengan tuba. Mordakhai memang pandai beralibi, dia katakan bahawa mereka semua telah dibunuh oleh pencuri yang menceroboh masuk rumahnya. Dia juga berpura-pura bahawa dia telah membeli kebun tersebut dari tuan tanah sebelum terjadinya pembunuhan itu. Setelah merampas tanah tersebut, dia menamakannya Al-Dlir’iya iaitu nama tempat dari mana dia diusir dan sudah ditinggalkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, Mordakhai dengan cepat mendirikan sebuah markaz dan tempat pertemuan bernama ‘Madaffa’ diatas tanah yang dirampasnya itu. Di markaz inilah beliau mengumpulkan para pahlawan dan kepala-kepala propaganda (kaum Munafiq) yang selanjutnya mereka jadi ujung tombak propaganda dustanya. Mereka mengatakan bahawa Mordakhai adalah Syeikh kepada orang-orang keturunan Arab yang disegani. Dia menabuh gendang perang terhadap Sheikh Shaleh Salman At-Taimi, musuh tradisinya. Akhirnya, Sheikh Salman terbunuh ditangan anak buah Mordakhai di Masjid Al-Zalafi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mordakhai berhasil dan puas hati dengan aksi-aksinya. Dia berhasil menjadikan Dlir’iya sebagai pusat kekuasaannya .Ditempat itulah dia mengamalkan poligami, mengahwini puluhan gadis, melahirkan banyak anak yang kemudian diberi nama dengan nama-nama Arab. Walhasil, kaum kerabatnya semakin bertambah dan berhasil menghegemoni daerah Dlir’iya dibawah bendera Dinasti Saud. Mereka acapkali melakukan criminal , menggalang beragam konspirasi untuk menguasai semenanjung Arab. Mereka melakukan aksi perampasan dan perompakan tanah dan ladang penduduk setempat, membunuh setiap orang yang mencuba menentang rencana jahat mereka. Dengan beragam cara dan muslihat mereka melancarkan aksinya. Memberikan suap, memberikan pemikat-pemikat wanita dan gratifikasi wang kepada para pejabat berpengaruh dikawasan itu. Bahkan mereka ‘menutup mulut dan membelenggu tangan’ para sejarawan yang &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;cuba&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; menyingkap sejarah hitam dan merunut asal garis keturunan mereka kepada kabilah Rabi’a, Anza dan Al-Masalikh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok 'Wahabi' (bukan ittiba' dakwah muhammad bin abdul wahhab)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang Munafiq bernama Muhammad Amin At-Tamimi (director / manager Perpustakaan Kontemporer Kerajaan Saudi ) menyusun garis keturunan (Family Tree) untuk keluarga Yahudi ini (keluarga Saudi) dan menghubungkan keturunan mereka kepada Nabi Muhammad. Sebagai imbalannya, beliau mendapat sebesar 35.000 pound Mesir dari Duta Besar Saudi Arabia di Cairo, Mesir pada tahun 1362 H / 1943 M. Nama duta besar ini adalah Ibrahim Al-Fadel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti disebutkan diatas, Yahudi nenek moyang Keluarga Saudi (Mordakhai) yang berpoligami dengan wanita-wanita Arab dan melahirkan banyak anak, saat ini pola poligami Mordakhai dilanjutkan oleh keturunannya dan mereka bertaut pada warisan perkahwinan itu. Salah seorang anak Mordakhai bernama Al-Maqaran ( Yahudi : Mack Ren ) mempunyai anak bernama Muhammad dan anak yang lainnya bernama Sa’ud inilah Dinasti Saudi saat ini berasal. Keturunan Saud (keluarga Saud) memulai melakukan kempen pembunuhan pimpinan terkemuka suku-suku Arab dengan dalih mereka murtad, khianati Islam, meninggalkan ajaran Al-Qur’an dan keluarga Saud membantai mereka atas nama Islam. Rakyat yang mencuba bersuara memprotes lawatan sang puteri yang jelas-jelas menghamburkan wang Negara ini akan ditembak mati dan dipenggal lehernya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didalam buku sejarah Keluarga Saud dihalaman 98-101, penulis peribadi sejarah keluarga Saud menyatakan bahawa Dinasti Saud menganggap semua penduduk &lt;st1:place st="on"&gt;Najd&lt;/st1:place&gt; menghina Tuhan. Oleh kerana itu, darah mereka halal, harta bendanya dirampas, wanita-wanitanya dijadikan gundik , tidak seorang Muslim pun yang dianggap benar kecuali pengikut kelompok Muhammad bin Abdul Wahab (yang asalnya juga keturunan Yahudi Turki ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doktrin Wahabi memberikan otoritas kepada keluarga Saud untuk menghancurkan perkampungan dan penduduknya termasuk anak-anak dan memperkosa wanitanya, menusuk perut wanita hamil, memotong tangan anak-anak ,kemudian membakarnya. Selanjutnya mereka diberikan kewenangan dengan ajarannya yang kejam (brutal doctrin) untuk merampas semua harta kekayaan milik orang yang dianggapnya telah menyimpang dari ajaran agama kerana tidak mengikuti ajaran Wahabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluarga Yahudi yang jahat dan mengerikan ini melakukan segala jenis kekejaman atas nama kelompok agama palsu mereka (kelompok Wahabi) yang sebenarnya diciptakan oleh seorang Yahudi untuk menabur benih-benih keganasan terror didalam hati penduduk di kota-kota dan desa-desa. Pada tahun 1163 H, Dinasti Yahudi ini mengganti nama semenanjung Arab dengan nama keluarga mereka menjadi Saudi Arabia, seolah-olah seluruh wilayah itu milik peribadi mereka dan penduduknya sebagai bujang atau budak merdeka, bekerja keras siang dan malam untuk senangan tuannya, iaitu keluarga Saudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka dengan sepenuhnya menguasai kekayaan alam negeri itu seperti milik peribadinya. Bila ada rakyat biasa yang mengemukakan penentangan atas kekuasaan sewenang-wenang Dinasti Yahudi ini, dia akan dihukum pancung dilapangan terbuka. Seorang puteri anggota keluarga kerajaan Saudi beserta rombongannya sekali kesempatan mengunjungi ke Florida, Amerika Syarikat, dia menyewa 90 buah Suite Rooms di Grand Hotel dengan harga $1 juta semalamnya. Rakyat yang mencuba memprotes lawatan sang puteri yang jelas menghamburkan wang Negara ini akan ditembak mati dan dipenggal kepalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta Menggemparkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah kesaksian yang meyakinkan bahawa, keluarga Saud merupakan keturunan Yahudi dapat dibuktikan dengan fakta-fakta berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1960-an, pemancar radio ‘Sawtul Arab’ di Kaherah, Mesir dan pemancar radio di San’a, Yaman, membuktikan bahawa nenek moyang keluarga Saud adalah dari keturunan Yahudi. Bahkan Raja Faisal tidak boleh menyanggah kenyataan itu ketika memberitahu kepada ‘The Washington Post’ pada tanggal 17 Sept 1969 dengan menyatakan bahawa, “kami (keluarga Saud) adalah keluarga Yahudi. Kami sepenuhnya tidak setuju dengan setiap penguasa Arab atau Islam yang memperlihatkan permusuhan kepada Yahudi, sebaliknya kita harus tinggal bersama mereka dengan damai. Negeri kami, &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Saudi   Arabia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; adalah merupakan sumber awal Yahudi dan nenek moyangnya, lalu menyebar keseluruh dunia”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan ini keluar dari lisan Raja Faisal As-Saud bin Abdul Aziz. Hafez Wahabi, penasihat Hukum Keluarga Kerajaan Saudi menyebutkan didalam bukunya yang berjudul ‘Semenanjung Arabia’ bahawa Raja Abdul Aziz yang mati pada tahun 1953 mengatakan : “ pesan kami (pesan Saudi) dalam menghadapi oposisi (pihak lawan) dari suku-suku Arab, datukku, Saud Awal menceritakan saat menawan sejumlah Sheikh dari suku Mathir dan ketika kelompok lain dari suku yang sama datang untuk meminta membebaskan semua tawanannya. Saud Awal memberikan perintah kepada orang-orangnya untuk memenggal kepala semua tawanannya, kemudian memalukan mereka dan menurunkan nyali para penengah (orang yang ingin membuat rundingan) dengan cara mengundang mereka ke jamuan makan. Makanan yang disediakan adalah daging manusia yang sudah dimasak, potongan kepala tawanan diletakkan diatas piring”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Para&lt;/st1:place&gt; penengah menjadi terkejut dan menolak untuk makan daging saudara mereka sendiri. Kerana mereka menolak untuk memakannya, Saud Awal memerintahkan memenggal kepala mereka juga. Itulah kejahatan yang sangat mengerikan yang dilakukan oleh orang yang mengaku dirinya sendiri sebagai raja kepada rakyat yang tidak berdosa kerana kesalahan mereka menentang terhadap kebengisannya dan memerintah dengan sewenang-wenangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hafez Wahabi selanjutnya menyatakan bahawa, berkaitan dengan kisah berdarah nyata yang menimpa Sheikh suku Mathir dan sekelompok suku Mathir yang mengunjunginya dalam rangka meminta pembebasan pimpinan mereka yang menjadi tawanan Raja Abdul Aziz As-Saud, iaitu Faisal Ad-Darwis. Diceritakan kisah (pembunuhan Ad-Darwis) itu kepada utusan suku Mathir dengan maksud untuk mencegah mereka untuk tidak meminta pembebasan pimpinan mereka. Jika tidak, akan diperlakukan sama. Dia bunuh Sheikh Faisal Darwis dan darahnya dipakai untuk berwudhu’ sebelum dia solat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesalahan Faisal Darwis waktu itu hanya kerana dia mengkritik Raja Abdul Aziz As-Saud. Ketika Raja menandatangani dokumen yang disiapkan pengusa Inggeris pada tahun 1922 sebagai penyataan memberikan Palestin kepada Yahudi. Tandatangannya dibubuhkan dalam sebuah konferensi di Al-Qir tahun 1922.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem regim keluarga Yahudi (keluarga Saud) dulu dan sekarang masih tetap sama. Tujuannya untuk merampas kekayaan Negara, merompak, memalsukan, melakukan semua jenis kekejaman, ketidak adilan, serangan dan penghinaan, yang kesemuanya itu dilakukan sesuai dengan ajaran kelompok Wahabi yang membolehkan memenggal kepala orang yang menentang ajarannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahua’lam bis sowab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://satuumat.blogspot.com/2009/02/dinasti-saud-keturunan-yahudi.html&lt;br /&gt;http://arruhuljadid86.blogspot.com/2009/02/dinasti-saudi-keturunan-yahudi.html&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;Sikap apatis Negara-negara Arab seperti Mesir, Yordania, khususnya Arab Saudi, mengundang kecurigaan umat Islam. Bagimana mungkin mereka bungkam menyaksikan pembantaian saudara Muslim yang berlangsung di depan matanya, dilakukan oleh musuh abadi zionis &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Israel&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; la’natullah? Penelitian dan Penelusuran seorang Mohammad Shakher, yang akhirnya dibunuh oleh rezim Saudi karena temuannya yang menggemparkan, agaknya menuntun kita menemukan jawabnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Shakher menulis buku berjudul &lt;em&gt;‘Ali Saud min Aina wa Ila Aina?’&lt;/em&gt; membongkar apa di balik bungkamnya penguasa Khadimul Haramaian setiapkali berhadapan dengan konflik Palestina-Israel. Buku ini juga menemukan fakta baru, mengenai asal muasal Dinasti Saudi. Bagaimanakah runut garis genealoginya? Benarkah mereka berasal dari trah Anza Bin Wael, keturunan Yahudi militan?&lt;span id="more-7"&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Informasi buku ini mencekam sekaligus mencengangkan. Sulit dipercaya, sebuah dinasti yang bernaung di bawah kerajaan Islam Saudiyah bisa melakukan kebiadaban iblis dengan melakukan pembakaran masjid sekaligus membunuh jamaah shalat yang berada di dalamnya. Jika isi buku yang terbit 3 Rabi’ul Awal 1401 H (1981 M) ini ‘terpaksa’ dipercaya, karena faktanya yang jelas, maka kejahatan Kerajaan Saudi Arabia terhadap kabilah Arab dahulu, persis seperti kebuasan zionis Israel membantai rakyat Muslim di Jalur Gaza.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Melacak Asal Dinasti Saudi&lt;/strong&gt; Dalam silsilah resmi kerajaan Saudi Arabia disebutkan, bahwa Dinasti Saudi Arabia bermula sejak abad ke dua belas Hijriyah atau abad ke delapan belas Masehi. Ketika itu, di jantung Jazirah Arabia, tepatnya di wilayah Najd yang secara historis sangat terkenal, lahirlah Negara Saudi yang pertama yang didirikan oleh Imam Muhammad bin Saud di “Ad-Dir’iyah”, terletak di sebelah barat laut kota Riyadh pada tahun 1175 H./1744 M., dan meliputi hampir sebagian besar wilayah Jazirah Arabia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Negara ini mengaku memikul tanggung jawab dakwah menuju kemurnian Tauhid kepada Allah Tabaraka wa Ta’ala, mencegah prilaku bid’ah dan khurafat, kembali kepada ajaran para Salafus Shalih dan berpegang teguh kepada dasar-dasar agama Islam yang lurus. Periode awal Negara Saudi &lt;st1:place st="on"&gt;Arabia&lt;/st1:place&gt; ini berakhir pada tahun 1233 H./1818 M.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Periode kedua dimulai ketika Imam Faisal bin Turki mendirikan Negara Saudi kedua pada tahun 1240 H./1824 M. Periode ini berlangsung hingga tahun 1309 H/1891 M. Pada tahun 1319 H/1902 M, Raja Abdul Aziz berhasil mengembalikan kejayaan kerajaan para pendahulunya, ketika beliau merebut kembali kota Riyad yang merupakan ibukota bersejarah kerajaan ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Semenjak itulah Raja Abdul Aziz mulai bekerja dan membangun serta mewujudkan kesatuan sebuah wilayah terbesar dalam sejarah Arab modern, yaitu ketika berhasil mengembalikan suasana keamanan dan ketenteraman ke bagian terbesar wilayah Jazirah Arabia, serta menyatukan seluruh wilayahnya yang luas ke dalam sebuah negara modern yang kuat yang dikenal dengan nama Kerajaan Saudi Arabia. Penyatuan dengan nama ini, yang dideklarasikan pada tahun 1351 H/1932 M, merupakan dimulainya fase baru sejarah Arab modern.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Raja Abdul Aziz Al-Saud pada saat itu menegaskan kembali komitmen para pendahulunya, raja-raja dinasti Saud, untuk selalu berpegang teguh pada prinsip-prinsip Syariah Islam, menebar keamanan dan ketenteraman ke seluruh penjuru negeri kerajaan yang sangat luas, mengamankan perjalanan haji ke Baitullah, memberikan perhatian kepada ilmu dan para ulama, dan membangun hubungan luar negeri untuk merealisasikan tujuan-tujuan solidaritas Islam dan memperkuat tali persaudaraan di antara seluruh bangsa arab dan kaum Muslimin serta sikap saling memahami dan menghormati dengan seluruh masyarakat dunia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Di atas prinsip inilah, para putra beliau sesudahnya mengikuti jejak-langkahnya dalam memimpin Kerajaan Saudi &lt;st1:place st="on"&gt;Arabia&lt;/st1:place&gt;. Mereka adalah: Raja Saud, Raja Faisal, Raja Khalid, Raja Fahd, dan Pelayan Dua Kota Suci Raja Abdullah bin Abdul Aziz.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Dinasti Sa’udi Trah Yahudi&lt;/strong&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Namun, di masa yang jauh sebelumnya, di Najd tahun 851 H. Sekumpulan pria dari Bani Al Masalikh, yaitu trah dari Kaum Anza, yang membentuk sebuah kelompok dagang (korporasi) yang bergerak di bidang bisnis gandum dan jagung dan bahan makananan lain dari Irak, dan membawanya kembali ke Najd. Direktur korporasi ini bernama Sahmi bin Hathlool. Kelompok dagang ini melakukan aktifitas bisnis mereka sampai ke &lt;st1:city st="on"&gt;Basra&lt;/st1:City&gt;, di &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;sana&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; mereka berjumpa dengan seorang pedagang gandum Yahudi bernama Mordakhai bin Ibrahim bin Moshe,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ketika sedang terjadi proses tawar menawar, Si Yahudi itu bertanya kepada kafilah dagang itu. “Dari manakah anda berasal?” Mereka menjawab, ”Dari Kaum Anza, kami adalah keluarga Bani Al-Masalikh.” Setelah mendengar nama itu, orang Yahudi itu menjadi gembira, dan mengaku bahwa dirinya juga berasal dari kaum keluarga yang sama, tetapi terpaksa tinggal di Bashra, Irak. Karena persengketaan keluarga antara bapaknya dan ahli keluarga kaum Anza.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Setelah itu, Mordakhai kemudian menyuruh budaknya untuk menaikkan keranjang-keranjang berisi gandum, kurma dan makanan lain ke atas pundak unta-unta milik kabilah itu. Hal ini adalah sebuah ungkapan penghormatan bagi para saudagar Bani Al Masalikh itu, dan menunjukkan kegembiraannya karena berjumpa saudara tuanya di Irak. Bagi pedagang Yahudi itu, para kafilah dagang merupakan sumber pendapatan, dan relasi bisnis. Mardakhai adalah saudagar kaya raya yang sejatinya adalah keturunan Yahudi yang bersembunyi di balik roman wajah Arab dari kabilah Al-Masalikh.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ketika rombongan itu hendak bertolak ke Najd, saudagar Yahudi itu minta diizinkan untuk ikut bersama mereka, kerana sudah lama dia ingin pergi ke tanah asal mereka &lt;st1:place st="on"&gt;Najd&lt;/st1:place&gt;. Setelah mendengar permintaan lelaki Yahudi itu, kafilah dagang suku Anza itu pun amat berbesar hati dan menyambutnya dengan gembira.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pedagang Yahudi yang sedang &lt;em&gt;taqiyyah&lt;/em&gt; alias nyamar itu tiba di &lt;st1:place st="on"&gt;Najd&lt;/st1:place&gt; dengan pedati-pedatinya. Di Najd, dia mulai melancarkan aksi propaganda tentang sejatinya siapa dirinya melalui sahabat-sahabat, kolega dagang dan teman barunya dari keturunan Bani Al-Masalikh tadi. Setelah itu, disekitar Mordakhai, berkumpullah para pendukung dan penduduk &lt;st1:place st="on"&gt;Najd&lt;/st1:place&gt;. Tetapi tanpa disangka, dia berhadapan dengan seorang ulama yang menentang doktrin dan fahamnya. Dialah Syaikh Shaleh Salman Abdullah Al-Tamimi, seorang ulama kharimatik dari distrik Al-Qasem. Daerah-daerah yang menjadi lokasi disseminasi dakwahnya sepanjang distrik &lt;st1:place st="on"&gt;Najd&lt;/st1:place&gt;, Yaman, dan Hijaz.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Oleh karena suatu alasan tertentu, si Yahudi Mordakhai itu -yang menurunkan Keluarga Saud itu- berpindah dari Al Qasem ke Al Ihsa. Di &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;sana&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;, dia merubah namanya dari Mordakhai menjadi Markhan bin Ibrahim Musa. Kemudian dia pindah dan menitip di sebuah tempat bernama Dir’iya yang berdekatan dengan Al-Qateef. Di &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;sana&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;, dia memaklumatkan propaganda dustanya, bahwa perisai Nabi Saw telah direbut sebagai barang rampasan oleh seorang &lt;em&gt;pagan&lt;/em&gt; (musyrikin) pada waktu Perang Uhud antara Arab Musyrikin dan Kaum Muslimin. Katanya, “Perisai itu telah dijual oleh Arab musyrikin kepada kabilah kaum Yahudi bernama Banu Qunaiqa’ yang menyimpannya sebagai harta karun.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Selanjutnya dia mengukuhkan lagi posisinya di kalangan Arab Badwi melalui cerita-cerita dusta yang menyatakan bagaimana Kaum Yahudi di Tanah Arab sangat berpengaruh dan berhak mendapatkan penghormatan tinggi Akhirnya, dia diberi suatu rumah untuk menetap di Dlir’iya, yang berdekatan Al-Qatef. Dia berkeinginan mengembangkan daerah ini sebagai pusat Teluk &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Persia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. Dia kemudian mendapatkan ide untuk menjadikannya sebagai tapak atau batu loncatan guna mendirikan kerajaan Yahudi di tanah Arab. Untuk memuluskan cita-citanya itu, dia mendekati kaum Arab Badwi untuk menguatkan posisinya, kemudian secara perlahan, dia mensohorkan dirinya sebagai raja kepada mereka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kabilah Ajaman dan Kabilah Bani Khaled, yang merupakan penduduk asli Dlir’iya menjadi risau akan sepak terjang dan rencana busuk keturunan Yahudi itu. Mereka berencana menantang untuk berdebat dan bahkan ingin mengakhiri hidupnya. Mereka menangkap saudagar Yahudi itu dan menawannya, namun berhasil meloloskan diri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Saudagar keturunan Yahudi bernama Mordakhai itu mencari suaka di sebuah ladang bernama Al-Malibed Gushaiba yang berdekatan dengan Al Arid, sekarang bernama &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Riyadh&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;. Disana dia meminta suaka kepada pemilik kebun tersebut untuk menyembunyikan dan melindunginya. Tuan kebun itu sangat simpati lalu memberikannya tempat untuk berlindung. Tetapi tidak sampai sebulan tinggal di rumah pemilik kebun, kemudian Yahudi itu secara biadab membantai tuan pelindungnya bersama seluruh keluarganya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sungguh bengis, air susu dibalas dengan air aki campur tuba. Mordakhai memang pandai beralibi, dia katakan bahwa mereka semua telah dibunuh oleh pencuri yang menggarong rumahnya. Dia juga berpura-pura bahwa dia telah membeli kebun tersebut dari tuan tanah sebelum terjadinya pembantaian tersebut. Setelah merampas tanah tersebut, dia menamakannya Al-Dlir’iya, sebuah nama yang sama dengan tempat darimana ia terusir dan sudah ditinggalkannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Keturunan Yahudi bernama Mordakhai itu dengan cepat mendirikan sebuah markas dan ajang &lt;em&gt;rendezvous&lt;/em&gt; bernama “Madaffa” di atas tanah yang dirampasnya itu. Di markas ini dia mengumpulkan para pendekar dan jawara propaganda (kaum munafik) yang selanjutnya mereka menjadi ujung tombak propaganda dustanya. Mereka mengatakan bahwa Mordakhai adalah Syaikh-nya orang-orang keturunan Arab yang disegani. Dia menabuh genderang perang terhadap Syaiikh Shaleh Salman Abdulla Al-Tamimi, musuh tradisinya. Akhirnya, Syeikh Shaleh Salman terbunuh di tangan anak buah Mordakhai di Masjid Al-Zalafi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Mordakhai berhasil dan puas hati dengan aksi-aksinya. Dia berhasil menjadikan Dlir’iya sebagai pusat kekuasaannya. Di tempat ini, dia mengamalkan poligami, mengawini puluhan gadis, melahirkan banyak anak yang kemudian dia beri nama dengan nama-nama Arab.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Walhasil, kaum kerabatnya semakin bertambah dan berhasil menghegemoni daerah Dlir’iya di bawah bendera Dinasti Saud. Mereka acapkali melakukan tindak kriminal, menggalang beragam konspirasi untuk menguasai semenanjung Arab. Mereka melakukan aksi perampasan dan penggarongan tanah dan ladang penduduk setempat, membunuh setiap orang yang mencoba menentang rencana jahat mereka. Dengan beragam cara dan muslihat mereka melancarkan aksinya. Memberikan suap, memberikan iming-iming wanita dan gratifikasi uang kepada para pejabat berpengaruh di kawasan itu. Bahkan, mereka “menutup mulut” dan “membelenggu tangan” para sejarawan yang mencoba menyingkap sejarah hitam dan merunut asal garis trah keturunan mereka kepada kabilah Rabi’a, Anza dan Al-Masalikh.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Sekte Wahabi&lt;/strong&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Seorang munafik jaman kiwari bernama Muhammad Amin Al-Tamimi – Direktur/Manager Perpustakaan Kontemporer Kerajaan Saudi, menyusun garis keturunan (Family Tree) untuk Keluarga Yahudi ini (Keluarga Saudi), menghubungkan garis keturunan mereka kepada Nabi Muhammad Shallalahu ‘Alaihi wa Sallam. Sebagai imbalan pekerjaannnya itu, ia menerima imbalan sebesar 35.000 (Tiga Puluh Lima Ribu) Pound Mesir dari Duta Besar Saudi Arabia di Kairo pada tahun 1362 H atau 1943 M. Nama Duta Besar Saudi Arabia itu adalah Ibrahim Al-Fadel.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Seperti disebutkan di atas, Yahudi nenek moyang Keluarga Saudi (Mordakhai), yang berpoligami dengan wanita-wanita Arab melahirkan banyak anak, saat ini pola poligami Mordakhai dilanjutkan oleh keturunannya, dan mereka bertaut kepada warisan perkawinan itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Salah seorang anak Mordakhai bernama Al-Maqaran, (Yahudi: Mack-Ren) mempunyai anak bernama Muhammad, dan anak yang lainnya bernama Sa’ud, dari keturunan Sa’ud inilah Dinasti Saudi saat ini berasal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Keturunan Saud (Keluarga Saud) memulai melakukan kampanye pembunuhan pimpinan terkemuka suku-suku Arab dengan dalih mereka murtad, mengkhianati agama Islam, meninggalkan ajaran-ajaran Al-Quran, dan keluarga Saud membantai mereka atas nama Islam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Rakyat yang mencoba bersuara memprotes lawatan sang puteri yang jelas-jelas menghamburkan uang Negara ini akan di tembak mati dan dipenggal kepalanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Di dalam buku sejarah Keluarga Saudi halaman 98-101, penulis pribadi sejarah keluarga Saudi menyatakan bahwa Dinasti Saudi menganggap semua penduduk &lt;st1:place st="on"&gt;Najd&lt;/st1:place&gt; menghina Tuhan. Oleh karena itu darah mereka halal, harta-bendanya dirampas, wanita-wanitanya dijadikan selir, tidak seorang Muslim pun yang dianggap benar, kecuali pengikut sekte Muhammad bin Abdul Wahab (yang aslinya juga keturunan Yahudi Turki).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Doktrin Wahabi memberikan otoritas kepada Keluarga Saudi untuk menghancurkan perkampungan dan penduduknya, termasuk anak-anak dan memperkosa wanitanya, menusuk perut wanita hamil, memotong tangan anak-anak, kemudian membakarnya. Selanjutnya mereka diberikan kewenangan dengan ajarannya yang kejam (brutal doctrin ) untuk merampas semua harta kekayaan milik orang yang dianggapnya telah menyimpang dari ajaran agama karena tidak mengikuti ajaran Wahabi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Keluarga Yahudi yang jahat dan mengerikan ini melakukan segala jenis kekejaman atas nama sekte agama palsu mereka (sekte Wahhabi) yang sebenarnya diciptakan oleh seorang Yahudi untuk menaburkan benih-benih teror di dalam hati penduduk di kota-kota dan desa-desa. Pada tahun 1163 H, Dinasti Yahudi ini mengganti nama semenanjung Arabia dengan nama keluarga mereka, menjadi Saudi Arabia, seolah-olah seluruh wilayah itu milik pribadi mereka, dan penduduknya sebagai bujang atau budak mereka, bekerja keras siang dan malam untuk kesenangan tuannya, yaitu Keluarga Saudi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Mereka dengan sepenuhnya menguasai kekayaan alam negeri itu seperti miliknya pribadi. Bila ada rakyat biasa mengemukakan penentangannya atas kekuasaan sewenang-wenang Dinasti Yahudi ini, dia akan di hukum pancung di lapangan terbuka. Seorang putri anggota keluarga kerajaan Saudi beserta rombongannya sekali tempo mengunjungi Florida, Amerika Serikat, dia menyewa 90 (sembilan pukuh) Suite rooms di Grand Hotel dengan harga $1 juta semalamnya. Rakyat yang mencoba bersuara memprotes lawatan sang puteri yang jelas-jelas menghamburkan uang Negara ini akan di tembak mati dan dipenggal kepalanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Fakta Menggemparkan&lt;/strong&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sejumlah kesaksian yang meyakinkan bahwa Keluarga Saud merupakan keturunan Yahudi, dapat dibuktikan melalui fakta-fakta berikut ini. Pada tahun 1960-an, pemancar radio “Sawtul Arab” di Kairo, Mesir, dan pemancar radio di Sana’a, Yaman, membuktikan bahwa nenek moyang Keluarga Saudi adalah dari trah Yahudi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Raja Faisal Al-Saud tidak bisa menyanggah bahwa keluarganya adalah keluarga Yahudi ketika memberitahukan kepada &lt;em&gt;The Washington Post&lt;/em&gt; pada tanggal 17 September 1969, dengan menyatakan bahwa: “Kami, Keluarga Saudi adalah keluarga Yahudi. Kami sepenuhnya tidak setuju dengan setiap penguasa Arab atau Islam yang memperlihatkan permusuhannya kepada Yahudi, sebaliknya kita harus tinggal bersama mereka dengan damai. Negeri kami, &lt;st1:country-region st="on"&gt;Saudi Arabia&lt;/st1:country-region&gt; merupakan sumber awal Yahudi dan nenek-moyangnya, dari &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;sana&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; menyebar ke seluruh dunia”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pernyataan ini keluar dari lisan Raja Faisal Al-Saud bin Abdul Aziz. Hafez Wahbi, Penasihat Hukum Keluarga Kerajaan Saudi menyebutkan di dalam bukunya yang berjudul ‘&lt;em&gt;Semenanjung Arabia’&lt;/em&gt; bahwa Raja Abdul Aziz yang mati tahun 1953 mengatakan:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Pesan Kami (Pesan Saudi) dalam menghadapi oposisi dari suku-suku Arab, kakekku, Saud Awal, menceriterakan saat menawan sejumlah Syaiikh dari suku Mathir, dan ketika kelompok lain dari suku yang sama datang untuk menengahi dan meminta membebaskan semua tawanannya. Saud Awal memberikan perintah kepada orang-orangnya untuk memenggal kepala semua tawanannya, kemudian mempermalukan dan menurunkan nyali para penengah dengan cara mengundang mereka ke jamuan makan. Makanan yang dihidangkan adalah daging manusia yang sudah dimasak, potongan kepala tawanan diletakkan di atas piring.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Para&lt;/st1:place&gt; penengah menjadi terkejut dan menolak untuk makan daging saudara mereka sendiri. Karena mereka menolak untuk memakannya, Saud Awal memerintahkan memenggal kepala mereka juga. Itulah kejahatan yang sangat mengerikan yang telah dilakukan oleh orang yang mengaku dirinya sendiri sebagai raja kepada rakyat yang tidak berdosa, kesalahan mereka karena menentang terhadap kebengisannya dan memerintah dengan sewenang-wenang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8614409007174362239-6377958977267081098?l=komunitasbloggerkuantansingingi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitasbloggerkuantansingingi.blogspot.com/feeds/6377958977267081098/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komunitasbloggerkuantansingingi.blogspot.com/2009/07/raja-saudi-arabia-keturunan-yahudi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8614409007174362239/posts/default/6377958977267081098'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8614409007174362239/posts/default/6377958977267081098'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitasbloggerkuantansingingi.blogspot.com/2009/07/raja-saudi-arabia-keturunan-yahudi.html' title='RAJA SAUDI ARABIA KETURUNAN YAHUDI?'/><author><name>RANTAU  OSO NAN KURANG DUO PULUA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10317424324579479504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8614409007174362239.post-1411317751043728707</id><published>2009-07-14T17:22:00.004+07:00</published><updated>2009-08-13T15:21:18.429+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SEJARAH ISRAEL'/><title type='text'>12 Rahasia Kejahatan Yahudi dalam Kitab Suci</title><content type='html'>&lt;h2&gt;SEJARAH ISRAEL&lt;/h2&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Oleh&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt; Henri Shalahuddin, MA &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;*&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shapetype id="_x0000_t75" coordsize="21600,21600" spt="75" preferrelative="t" path="m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe" filled="f" stroked="f"&gt;  &lt;v:stroke joinstyle="miter"&gt;  &lt;v:formulas&gt;   &lt;v:f eqn="if lineDrawn pixelLineWidth 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 1 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum 0 0 @1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @2 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 0 1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @6 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @8 21600 0"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @10 21600 0"&gt;  &lt;/v:formulas&gt;  &lt;v:path extrusionok="f" gradientshapeok="t" connecttype="rect"&gt;  &lt;o:lock ext="edit" aspectratio="t"&gt; &lt;/v:shapetype&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1026" type="#_x0000_t75" alt="" style="'position:absolute;" allowoverlap="f"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\hP\LOCALS~1\Temp\msohtml1\10\clip_image001.jpg" title="opini"&gt;  &lt;w:wrap type="square"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/hP/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/10/clip_image001.jpg" shapes="_x0000_s1026" align="left" border="0" height="40" width="40" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Ide mendirikan negara Yahudi dalam perkembangan gerakan Zionis, sebenarnya banyak dipengaruhi oleh Theodore Herzl. Dalam tulisannya, &lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;Der Jadenstaat&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; (Negara Yahudi), dia mendorong organisasi Yahudi dunia untuk meminta persetujuan Turki Usmani sebagai penguasa di Palestina agar diizinkan membeli tanah di sana. Kaum Yahudi hanya diizinkan memasuki Palestina untuk melaksanakan ibadah, bukan sebagai komunitas yang punya ambisi politik (lihat: &lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;Palestine and The Arab-Israeli Conflict&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, 2000: 95). Keputusan ini memicu gerakan Zionis radikal. Bersamaan dengan semakin melemahnya pengaruh Turki Usmani, para imigran Zionis berdatangan setelah berhasil membeli tanah di Palestina utara. Imigrasi besar-besaran ini pun berubah menjadi penjajahan tatkala mereka berhasil menguasai ekonomi, sosial dan politik di Palestina dengan dukungan Inggris (&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;Israel, Land of Tradition and Conflict&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, 1993:27).&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Berakhirnya Perang Dunia I, Inggris berhasil menguasai Palestina dengan mudah. Sherif Husein di Mekah yang dilobi untuk memberontak kekuasaan Turki juga meraih kesuksesan. (&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;1948 and After: &lt;st1:country-region st="on"&gt;Israel&lt;/st1:country-region&gt; and &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Palestine&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, 1990:149). Rakyat Palestina semakin terdesak dan menjadi sasaran pembantaian. (2000:173). Agresi Zionis terus berlanjut, 360 desa dan 14 &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; yang didiami rakyat Palestina dihancurkan dan lebih 726.000 jiwa terpaksa mengungsi. Akhirnya pada Jumat, 14 Mei 1948, negara baru &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Israel&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; dideklarasikan oleh Ben Gurion, bertepatan dengan 8 jam sebelum Inggris dijadwal meninggalkan Palestina. Untuk strategi mempertahankan keamanannya di masa berikutnya, &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Israel&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; terus menempel AS hingga berhasil mendapat pinjaman 100 juta U$D untuk mengembangkan senjata nuklir.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Elisabeth Diana Dewi dalam karya ilmiahnya, &lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;The Creation of The State of Israel&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; menguraikan bahwa secara filosofi, negara &lt;st1:country-region st="on"&gt;Israel&lt;/st1:country-region&gt; dibentuk berdasarkan tiga keyakinan yang tidak boleh dipertanyakan: (a) tanah &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Israel&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; hanya diberikan untuk bangsa pilihan Tuhan sebagai bagian dari Janji-Nya kepada mereka. (b) pembentukan negara &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Israel&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; modern adalah proses terbesar dari penyelamatan tanah bangsa Yahudi. (c) pembentukan negara bagi mereka adalah solusi atas sejarah penderitaan Yahudi yang berjuang dalam kondisi tercerai berai (&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;diaspora&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;). Maka, merebut kembali seluruh tanah yang dijanjikan dalam Bibel adalah setara dengan penderitaan mereka selama 3000 tahun. Oleh sebab itu, semua bangsa non-Yahudi yang hidup di tanah itu adalah perampas dan layak untuk dibinasakan.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Yahudi dalam Al-Quran&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Fakta fenomenal saat ini yang menggambarkan arogansi, kecongkakan dan penindasan Yahudi terhadap kaum muslimin adalah hikmah yang harus diambil dari Firman-Nya: Dan telah Kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam Kitab itu: “&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;.” (QS.17:4). Dalam tafsir &lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;Jalalayn&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; dijelaskan bahwa maksud &lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;fil ardhi&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; dalam ayat itu adalah bumi Syam yang meliputi Suriah, Palestina, Libanon, Yordan dan sekitarnya.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Pembunuhan bukan hal asing dalam sejarah Yahudi. Bahkan nabi-nabi mereka, seperti Nabi Zakariya dan Nabi Yahya pun dibunuh. Mereka juga mengira telah berhasil membunuh Nabi Isa dan bangga atas usahanya. Tapi Al-Quran membantahnya (QS.4:157). Inilah di antara makna bahwa yang paling keras permusuhannya terhadap kaum beriman ialah orang Yahudi dan musyrik (QS. 5:82).&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Penolakan janji Allah (QS. 5:21-22) yang memastikan kemenangan jika mau berperang bersama Nabi Musa, membuktikan sebenarnya Yahudi adalah bangsa penakut, pesimis, tamak terhadap dunia dan lebih memilih hidup hina daripada mati mulia. Bahkan QS. 5:24 menggambarkan bahwa mereka tidak butuh tanah yang dijanjikan dan tidak ingin merdeka selama masih ada sekelompok orang kuat yang tinggal di &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;sana&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. Lalu mereka meminta Nabi Musa dan Tuhannya berperang sendiri.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Oleh karena itu Al-Quran menggambarkan bahwa kerasnya batu tidak bisa mengimbangi kerasnya hati kaum Yahudi. Sebab masih ada batu yang terbelah lalu keluar mata air darinya dan ada juga yang meluncur jatuh karena takut kepada Allah (QS. 2:74). Keras hati kaum Yahudi ini di antaranya disebabkan hobi mereka mendengarkan berita dusta dan makan dari usaha yang diharamkan (QS. 5:24).&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Dua Belas Kejahatan Yahudi&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Dalam buku &lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;Qabaih al-Yahud&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; dijelas 12 kejahatan Yahudi yang termaktub dalam Al-Quran. Kejahatan itu adalah sebagai berikut: &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;1.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:7;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Menuduh Nabi Musa punya penyakit kusta karena tidak mau mandi bersama mereka. (QS. 33:69) &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;2.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:7;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Enggan melaksanakan Taurat, sehingga Allah mengangkat gunung Tursina untuk mengambil perjanjian yang teguh. (QS.2:93) &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;3.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:7;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Tidak mau beriman kecuali jika melihat Allah langsung. (QS. 2:55 dan 4:153) &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;4.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:7;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Merubah perintah agar masuk negeri yang dijanjikan seraya bersujud dan mengucapkan hithah, yakni memohon ampunan. Tapi mereka mengganti perintah itu dengan cara melata di atas anusnya dan mengatakan hinthah, yakni sebutir biji di rambut. (QS. 2:58-59) &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;5.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:7;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Menuduh Nabi Musa mengolok-olok mereka saat mereka disuruh menyembelih sapi betina. (QS. 2:67) &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;6.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:7;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Menulis Alkitab dengan tangan mereka, lalu mengatakan ini dari Allah. (QS. 2:79) &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;7.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:7;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Memutar-mutar lidahnya untuk menyakinkan bahwa yang dibacanya itu adalah wahyu yang asli. (QS. 3:78) &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;8.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:7;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Merubah Firman Allah. (QS.2:75) &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;9.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:7;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Menyembah patung sapi saat ditinggal Nabi Musa mengambil Taurat. (QS.2: 51 dan 92) &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;10.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:7;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Mengatakan Tangan Allah terbelenggu. (QS.5:64) &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;11.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:7;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Menuduh Allah itu faqir. (QS. 3:181) &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;12.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:7;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Menyuruh Nabi Musa dan Tuhannya berperang untuk mereka (QS.5:24)&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Di samping itu, sosok nabi yang seharusnya dijadikan suri tauladan, justru dinistakan. Nabi Ibrahim dalam Kejadian pasal 12:10-16 dan 20:1-14, dikisahkan sebagai orang yang hina, menjijikkan dan rakus harta benda. Beliau dituduh menjual isterinya yang cantik demi meraih keuntungan. Kitab suci mereka tidak pernah menceritakan beliau sebagai Nabi pemberani yang menghancurkan patung meskipun harus dilemparkan kedalam api, menyeru ayah dan kaumnya meninggalkan kemusyrikan. Kisah memilukan juga menimpa Nabi Luth. Dalam Kejadian Pasal 19:30-38, beliau dikisahkan menzinahi kedua putrinya dalam keadaan mabuk.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Islam adalah musuh permanen bagi Yahudi dan Nasrani. Sebab Islam adalah satu-satunya agama yang kitab sucinya mengoreksi langsung kesalahan dua agama itu. Ibarat seorang adik, ia berani membongkar kejahatan kedua kakaknya. Oleh sebab itu, kedengkian mereka tidak akan padam dan masih eksis dalam kajian-kajian mereka. Contoh kedengkian intelektual ini seperti klaim bahwa Al-Quran banyak dipengaruhi kosa kata Ibrani, seperti diungkapkan Adnin Armas dalam bukunya &lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;Metodologi Bibel dalam Studi Al-Quran&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;. Klaim ini dicetuskan oleh Abraham Geiger (1810-1874), seorang rabi dan pendiri Yahudi Liberal di Jerman dalam karyanya, Apa yang telah Muhammad pinjam dari Yahudi?&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Jauh sebelumnya, Imam Syafi’i telah menolak tudingan semisal itu dan menguatkan bahwa Al-Quran diturunkan dalam bahasa Arab. Sebab semua &lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;lafadz&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; dalam Al-Quran mustahil tidak dipahami oleh semua orang Arab, meskipun sebagian lafadz itu ada yang tidak dimengerti oleh sebagian orang Arab. Hal ini mengingat luasnya samudera bahasa Arab, bukan karena kata itu tidak berasal dari bahasa Arab. Karena kata-kata yang dituduhkan asing itu telah menjadi bahasa Arab, dikenal dan telah digunakan oleh masyarakat Arab sebelum turunnya Al-Quran.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Anehnya, virus Geiger kini berkembang subur di sebagian umat. Pengacauan studi Islam dan maraknya &lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;franchise-franchise&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; hermeneutika untuk menafsirkan Al-Quran di sebagian institusi pendidikan tinggi Islam sangat potensial melemahkan akidah dan &lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;ukhuwah&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;. Fenomena ini perlu dipertimbangkan para tokoh umat di samping fatwa tentang pemboikotan produk &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Israel&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; dan Amerika.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Penulis adalah dosen STID M. Natsir Jakarta. Alumni ISID Gontor dan Pascasarjana di International Islamic University Malaysia (IIUM), fakultas Islamic Revealed Knowledge and Human Sciences&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;sumber :http://hidayatullah.com&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8614409007174362239-1411317751043728707?l=komunitasbloggerkuantansingingi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitasbloggerkuantansingingi.blogspot.com/feeds/1411317751043728707/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komunitasbloggerkuantansingingi.blogspot.com/2009/07/12-rahasia-kejahatan-yahudi-dalam-kitab.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8614409007174362239/posts/default/1411317751043728707'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8614409007174362239/posts/default/1411317751043728707'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitasbloggerkuantansingingi.blogspot.com/2009/07/12-rahasia-kejahatan-yahudi-dalam-kitab.html' title='12 Rahasia Kejahatan Yahudi dalam Kitab Suci'/><author><name>RANTAU  OSO NAN KURANG DUO PULUA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10317424324579479504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8614409007174362239.post-1100058697295880438</id><published>2009-07-14T17:16:00.001+07:00</published><updated>2009-08-12T17:25:16.777+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SEJARAH ISRAEL'/><title type='text'>Protocol of Zions (Protokolat Zionis)</title><content type='html'>&lt;h2&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/h2&gt;  &lt;p&gt;Protocol of Zions atau Protokolat Zionis merupakan salah satu dokumen paling kontroversial di dunia. Banyak yang menganggap Protokol merupakan sebuah dokumen palsu yang sengaja di buat-buat demi menguntungkan kelompok anti Semit, pandangan ini diwakili oleh kaum Zionis-Yahudi dan para pendukungnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Namun sebaliknya, banyak pula yang menganggap Protokolat Zionis ini sungguh-sungguh asli dan bisa dipercaya. Pandangan yang terakhir ini dianut oleh kebanyakan Dunia Islam dan sejumlah tokoh kemanusiaan di Barat. Bahkan tokoh sekaliber Henry Ford pun masuk ke dalam kelompok ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dalam bukunya The International Jew (1976), Henry Ford menyatakan, “Jika saya ditanya tentang asli tidaknya Protokolat Zionis, maka saya tidak akan mau masuk ke dalam perdebatan panjang itu. Satu-satunya hal yang ingin saya katakan berkenaan dengannya adalah, bahwa semua kejadian yang ada di dunia ini sejalan dengannya…” Selain keberadaannya yang menimbulkan polemik berkepanjangan, Protokolat Zionis ternyata juga sering disalahkaprahkan sebagai satu dokumen rahasia yang dilahirkan dalam Kongres Zionis Internasional I yang diselenggarakan di Bassel, Swiss tahun 1897. &lt;span id="more-820"&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Pandangan ini berangkat dari fakta bahwa di dalam kongres yang dipimpin Theodore Hertzl tersebut, Protokolat Zionis memang disahkan menjadi satu agenda bersama gerakan Zionis Internasional dalam menguasai dunia. Alhasil, setelah kongres pertama tersebut, Palestina akhirnya jatuh ke tangan kaum Zionis setelah Balfour menulis suratnya yang terkenal (1917). Padahal kala itu Palestina masih berada di bawah kekuasaan Kekhalifahan Turki Utsmaniyah, dan Inggris sama sekali tidak punya hak secuil pun atas tanah Palestina. Setelah Zionis berhasil meruntuhkan kekhalifahan Turki Utsmaniyah pada tanggal 3 Maret 1924, barulah Palestina jatuh ke tangan kelompok Zionis ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Perang Dunia I dan II juga diyakini merupakan hasil konspirasi mereka. Pandangan ini ternyata keliru. Benar bahwa jatuhnya kekhalifahan Turki Utsmaniyah, Perang Dunia I dan II, serta sejumlah peristiwa besar dunia, senantiasa merupakan buah dari konspirasi mereka, namun Protokolat Zionis ternyata tidak lahir di dalam Kongres Zionis Internasional di Swiss tahun 1897 tersebut. Protokolat Zionis telah ada jauh sebelum Hertzl menjadi tokoh bepengaruh di dalam gerakan Zionis Internasional. Sejarahnya berawal dari Dinasti Rotshchild di Eropa abad pertengahan. Dinasti Tameng Merah Eropa di abad ke-18 merupakan sebuah benua yang terdiri dari banyak kerajaan besar kecil dan sejumlah wilayah kecil yang disebut principalis, semacam kabupaten yang merdeka dan otonom seperti misalnya &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Monaco&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; dan Lechtenstein.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Inggris dan Perancis merupakan dua negara kerajaan besar dan paling berpengaruh. Setelah Inggris berhasil dikuasai dan para tokoh Mason Amerika berhasil memproklamirkan kemerdekaan negara itu, maka Konspirasi Yahudi Internasional berusaha untuk menaklukkan Perancis. Salah satu tokoh sentral dalam Konspirasi Yahudi Internasional atas Perancis adalah Rothschild, seorang bankir-politikus yang berdarah dingin. Keluarga Rothschild sejak awal memang keluarga jutawan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Pendiri keluarga ini bernama Moses Amshell Bauer, seorang pemilik modal Yahudi berpengaruh. Sepeninggal Moses, putera bungsunya yang bernama Mayer Amshell Bauer meneruskan usaha ayahnya. Dalam tempo tidak terlalu lama, usaha warisan ayahnya ini berkembang pesat. Simbol Tameng Merah (Rothcshild) pun kian terkenal. Dan Mayer pun menggunakan gelar Rothschild I. Mayer mendidik kelima anaknya dengan disiplin Yahudi yang tinggi guna dipersiapkan menjadi pengusaha atau bankir yang tangguh. Pada tahun 1773, Mayer mengundang sekitar duabelas tokoh berpengaruh Yahudi ke kediamannya di Judenstrasse, &lt;st1:place st="on"&gt;Frankfurt&lt;/st1:place&gt;, guna membahas berbagai perkembangan Eropa terakhir, termasuk mengevaluasi hasil-hasil upaya Konspirasi di Inggris. Dalam pertemuan ini, nama Adam Weishaupt disebut Rothschild sebagai seseorang yang bisa dipercaya untuk menjalankan tugas dari Konspirasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Selain mengajukan nama Adam Weishaupt, dalam pertemuan 13 Dinasti Yahudi berpengaruh tersebut, Rothschild juga memaparkan 25 butir langkah strategis bagi kelompok Zionis Internasional untuk menaklukkan dunia. Ke-25 butir langkah strategis inilah yang kelak di tahun 1897 disahkan menjadi agenda bersama gerakan Zionis Internasional. Isi Protokol Zionis Jika sekarang Protokolat Zionis yang dikenal hanya berjumlah 24 butir, maka Protokolat Zion yang berasal dari Rotshchild sesungguhnya berisi 25 pasal. Inilah pasal-pasalnya:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;1. Manusia itu lebih banyak cenderung pada kejahatan ketimbang kebaikan. Sebab itu, Konspirasi harus mewujudkan ‘hasrat alami’ manusia ini. Hal ini akan diterapkan pada sistem pemerintahan dan kekuasaan. Bukankah pada masa dahulu manusia tunduk kepada penguasa tanpa pernah mengeluarkan kritik atau pembangkangan? Undang-undang hanyalah alat untuk membatasi rakyat, bukan untuk penguasa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;2. Kebebasan politik sesungguhnya utopis. Walau begitu, Konspirasi harus mempropagandakan ini ke tengah rakyat. Jika hal itu sudah dimakan rakyat, maka rakyat akan mudah membuang segala hak dan fasilitas yang telah didapatinya dari penguasa guna memperjuangkan idealisme yang utopis itu. Saat itulah, konspirasi bisa merebut hak dan fasilitas mereka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;3. Kekuatan uang selalu bisa mengalahkan segalanya. Agama yang bisa menguasai rakyat pada masa dahulu, kini mulai digulung dengan kampanye kebebasan. Namun rakyat banyak tidak tahu harus melakukan apa dengan kebebasan itu. Inilah tugas konspirasi untuk mengisinya demi kekuasaan, dengan kekuatan uang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;4. Demi tujuan, segala cara boleh dilakukan. Siapa pun yang ingin berkuasa, dia mestilah meraihnya dengan licik, pemerasan, dan pembalikkan opini. Keluhuran budi, etika, moral, dan sebagainya adalah keburukan dalam dunia politik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;5. Kebenaran adalah kekuatan konspirasi. Dengan kekuatan, segala yang diinginkan akan terlaksana.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;6. Bagi kita yang hendak menaklukkan dunia secara finansial, kita harus tetap menjaga kerahasiaan. Suatu saat, kekuatan konspirasi akan mencapai tingkat di mana tidak ada kekuatan lain yang berani untuk menghalangi atau menghancurkannya. Setiap kecerobohan dari dalam, akan merusak program besar yang telah ditulis berabad-abad oleh para pendeta Yahudi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;7. Simpati rakyat harus diambil agar mereka bisa dimanfaatkan untuk kepentingan konspirasi. &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Massa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; rakyat adalah buta dan mudah dipengaruhi. Penguasa tidak akan bisa menggiring rakyat kecuali ia berlaku sebagai diktator. Inilah satu-satunya jalan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;8. Beberapa sarana untuk mencapai tujuan adalah: Minuman keras, narkotika, perusakan moral, seks, suap, dan sebagainya. Hal ini sangat penting untuk menghancurkan norma-norma kesusilaan masyarakat. Untuk itu, Konspirasi harus merekrut dan mendidik tenaga-tenaga muda untuk dijadikan sarana pencapaian tujuan tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;9. Konspirasi akan menyalakan api peperangan secara terselubung. Bermain di kedua belah pihak. Sehingga Konspirasi akan memperoleh manfaat besar tetapi tetap aman dan efisien. Rakyat akan dilanda kecemasan yang mempermudah bagi konspirasi untuk menguasainya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;10. Konspirasi sengaja memproduksi slogan agar menjadi ‘tuhan’ bagi rakyat. Dengan slogan itu, pemerintahan aristokrasi keturunan yang tengah berkuasa di Perancis akan diruntuhkan. Setelah itu, Konspirasi akan membangun sebuah pemerintahan yang sesuai dengan Konspirasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;11. Perang yang dikobarkan konspirasi secara diam-diam harus menyeret negara tetangga agar mereka terjebak utang. Konspirasi akan memetik keuntungan dari kondisi ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;12. Pemerintahan bentukan Konspirasi harus diisi dengan orang-orang yang tunduk pada keinginan konspirasi. Tidak bisa lain. 13. Dengan emas, konspirasi akan menguasai opini dunia. Satu orang Yahudi yang menjadi korban sama dengan seribu orang non-Yahudi (Gentiles/Ghoyim) sebagai balasannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;14. Setelah konspirasi berhasil merebut kekuasaan, maka pemerintahan baru yang dibentuk harus membasmi rezim lama yang dianggap bertanggungjawab atas terjadinya semua kekacauan ini. Hal tersebut akan menjadikan rakyat begitu percaya kepada konspirasi bahwa pemerintahan yang baru adalah pelindung dan pahlawan dimata mereka. 15. Krisis ekonomi yang dibuat akan memberikan hak baru kepada konspirasi, yaitu hak pemilik modal dalam penentuan arah kekuasaan. Ini akan menjadi kekuasaan turunan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;16. Penyusupan ke dalam jantung Freemason Eropa agar bisa mengefektifkan dan mengefisienkannya. Pembentukan Bluemasonry akan bisa dijadikan alat bagi konspirasi untuk memuluskan tujuannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;17. Konspirasi akan membakar semangat rakyat hingga ke tingkat histeria. Saat itu rakyat akan menghancurkan apa saja yang kita mau, termasuk hukum dan agama. Kita akan mudah menghapus nama Tuhan dan susila dari kehidupan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;18. Perang jalanan harus ditimbulkan untuk membuat &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;massa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; panik. Konspirasi akan mengambil keuntungan dari situasi itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;19. Konspirasi akan menciptakan diplomat-diplomatnya untuk berfungsi setelah perang usai. Mereka akan menjadi penasehat politik, ekonomi, dan keuangan bagi rezim baru dan juga di tingkat internasional. Dengan demikian, konspirasi bisa semakin menancapkan kukunya dari balik layar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;20. Monopoli kegiatan perekonomian raksasa dengan dukungan modal yang dimiliki konspirasi adalah syarat utama untuk menundukkan dunia, hingga tidak ada satu kekutan non-Yahudi pun yang bisa menandinginya. Dengan demikian, kita bisa bebas memainkan krisis suatu negeri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;21. Penguasaan kekayaan alam negeri-negeri non-Yahudi mutlak dilakukan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;22. Meletuskan perang dan memberinya-menjual-senjata yang paling mematikan akan mempercepat penguasaan suatu negeri, yang tinggal dihuni oleh fakir miskin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;23. Satu rezim terselubung akan muncul setelah konspirasi berhasil melaksanakan programnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;24. Pemuda harus dikuasai dan menjadikan mereka sebagai budak-budak konspirasi dengan jalan penyebarluasan dekadensi moral dan paham yang menyesatkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;25. Konspirasi akan menyalahgunakan undang-undang yang ada pada suatu negara hingga negara tersebut hancur karenanya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;b&gt;(Dari Berbagai Sumber)&lt;/b&gt;&lt;/em&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8614409007174362239-1100058697295880438?l=komunitasbloggerkuantansingingi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitasbloggerkuantansingingi.blogspot.com/feeds/1100058697295880438/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komunitasbloggerkuantansingingi.blogspot.com/2009/07/protocol-of-zions-protokolat-zionis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8614409007174362239/posts/default/1100058697295880438'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8614409007174362239/posts/default/1100058697295880438'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitasbloggerkuantansingingi.blogspot.com/2009/07/protocol-of-zions-protokolat-zionis.html' title='Protocol of Zions (Protokolat Zionis)'/><author><name>RANTAU  OSO NAN KURANG DUO PULUA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10317424324579479504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8614409007174362239.post-509999580676801218</id><published>2009-07-13T16:52:00.001+07:00</published><updated>2009-08-12T17:22:41.909+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SEJARAH ISRAEL'/><title type='text'>ORANG MINANG ADALAH KETURUNAN YAHUDI?</title><content type='html'>&lt;table class="MsoNormalTable" style="width: 100%;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr style=""&gt;&lt;td style="padding: 0cm;"&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm;"&gt;&lt;nobr&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/nobr&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Sekarang ini lagi marak isu tentang &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Israel&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; dan bangsa Yahudi, bahkan di Indonesia Israel telah dikutuk dan dikatakan musuh Islam. &lt;b&gt;&lt;i&gt;Namun sepertinya Israel tidak bisa dikutuk ada yang mengatakan kalau Israel memang sudah terkutuk&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, memang Tuhan sendiri sudah janji, jadi apa yang dicapkannya tidak boleh dijilat, jadi apa boleh buat. Bahkan Yesus Kristus pun mati ditangan Yahudi lewat tangan para imam Yahudi, jadi secara tidak langsung umat Kristen pun mengutuk Yahudi, seperti Vatikan dan Gereja-Gereja dunia yang melarang anggotanya untuk bergabung dalam organisasi bentukan Yahudi seperti freemasonry, templar, kabbalah, dll&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apakah benar tindakan rakyat Indonesia mengutuk Israel si Yahudi? Arab tidak suka dengan Israel sudah dari dulu sejak jaman nabi Ibrahim or Abraham, dia punya anak Hagar budaknya dan dinamakan Ismail dari sini kemudian menjadi moyang bangsa Arab dari Sarah istri tercintanya lahir anak Yakub, Yakub inilah yang disebut sebagai israel, yakub punya 12 anak yang kemudian menjadi 12 suku Israel. Hagar dan Ismail akhirnya di usir, dari sini bangsa Arab dendam dengan keturunan &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Israel&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. Klo Kristen sudah jelas dari aliran yang dianggap menyimpang dengan ajaran Kristus yang pada akhirnya terjadi banyak pembunuhan di Eropa pada jaman kegelapan, tapi sebenarnya lebih ke arah peperangan pihak kerajaan dengan para penemu mata uang karena Bank yang menemukan memang Yahudi, silahkan lihat sejarah terbentuknya Bank yang mengakibatkan Yahudi menguasai perekonomian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa sangkut pautnya &lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt; dengan &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Israel&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;? sebenarnya tidak ada.... :D jadi sebenarnya selama ini yang sibuk-sibuk perang dan ini itu adalah ketiga golongan tadi, tapi ketiga golongan tadi memang mempunyai keturunan yang banyak di dunia terutama &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; ini, Arab dan Eropa, (Vatikan, Kristen) sudah jelas. Yahudi tidak, jarang di ketahui untuk pertama saya akan memberi tahu suku Minangkabau yang katanya keturunan Yahudi terlepas ini benar atau tidak terserah anda tidak penting juga untuk percaya atau tidak. Saya anggap ini hanyalah cerita boongan yang bagus di buat novel.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_lCPNmVX26aE/SYM8-vCFAfI/AAAAAAAAAMY/Cq9xlDRnQ0U/s1600-h/photo7.jpg"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shapetype id="_x0000_t75" coordsize="21600,21600" spt="75" preferrelative="t" path="m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe" filled="f" stroked="f"&gt;  &lt;v:stroke joinstyle="miter"&gt;  &lt;v:formulas&gt;   &lt;v:f eqn="if lineDrawn pixelLineWidth 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 1 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum 0 0 @1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @2 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 0 1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @6 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @8 21600 0"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @10 21600 0"&gt;  &lt;/v:formulas&gt;  &lt;v:path extrusionok="f" gradientshapeok="t" connecttype="rect"&gt;  &lt;o:lock ext="edit" aspectratio="t"&gt; &lt;/v:shapetype&gt;&lt;v:shape id="BLOGGER_PHOTO_ID_5297144635192574450" spid="_x0000_i1025" type="#_x0000_t75" alt="" href="http://1.bp.blogspot.com/_lCPNmVX26aE/SYM8-vCFAfI/AAAAAAAAAMY/Cq9xlDRnQ0U/s1600-h/photo7.jpg" style="'width:300pt;height:197.25pt'" button="t"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\hP\LOCALS~1\Temp\msohtml1\10\clip_image001.jpg" href="http://1.bp.blogspot.com/_lCPNmVX26aE/SYM8-vCFAfI/AAAAAAAAAMY/Cq9xlDRnQ0U/s400/photo7.jpg"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/hP/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/10/clip_image001.jpg" style="cursor: pointer; height: 263px; width: 400px;" shapes="BLOGGER_PHOTO_ID_5297144635192574450" border="0" height="263" width="400" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;Minangkabau&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_lCPNmVX26aE/SYM8-0K3cXI/AAAAAAAAAMg/CXqedW2FFgM/s1600-h/jews_with_torah.jpg"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="BLOGGER_PHOTO_ID_5297144636571611506" spid="_x0000_i1026" type="#_x0000_t75" alt="" href="http://4.bp.blogspot.com/_lCPNmVX26aE/SYM8-0K3cXI/AAAAAAAAAMg/CXqedW2FFgM/s1600-h/jews_with_torah.jpg" style="'width:300pt;height:240pt'" button="t"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\hP\LOCALS~1\Temp\msohtml1\10\clip_image002.jpg" href="http://4.bp.blogspot.com/_lCPNmVX26aE/SYM8-0K3cXI/AAAAAAAAAMg/CXqedW2FFgM/s400/jews_with_torah.jpg"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/hP/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/10/clip_image002.jpg" style="cursor: pointer; height: 320px; width: 400px;" shapes="BLOGGER_PHOTO_ID_5297144636571611506" border="0" height="320" width="400" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;Yahudi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artikel ini aslinya bahasa Inggris dapat dilihat di &lt;span class="tahoma12bold"&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3375466/minangkabauyahudi.txt.html"&gt;&lt;b&gt;http://www.ziddu.com/download/3375466/minangkabauyahudi.txt.html&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;B'nai Jacob (Minangkabau), Suku Yahudi yang hilang dari Sumatera Barat??&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir semua orang Minang percaya bahwa nenek moyang mereka berasal dari dataran tinggi di Sumatera yang dipimpin oleh Raja Alexander Agung atau Izkandar Zulkarnain..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Sejarah Kristen, raja tersebut hidup dari zaman 356 SM sampai 323 SM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia juga dikenal sebagai Raja Alexander III dari Macedonia, seorang pemimpin militer yang paling berhasil sepanjang zaman dan dianggap tidak bisa dikalahkan dalam setiap pertempuran. Di zamannya, dia sudah menguasai kebanyakan daerah yang sudah dikenal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayahnya adalah Philip II yang menyatukan kebanyakan kota2 di dataran utama Yunani dalam kepemerintahan Macedonian dalam sebuah Negara federasi yang disebut Persatuan Corinth (League of Corinth)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raja Alexander menguasai daerah-daerah termasuk Anatolia,Syria,Phoenicia,Judea,Gaza,Mesir&lt;br /&gt;Bactria,Mesopotamia (Irak),dan dia memperluas batas-batas imperiumnya sejauh Punjab,India.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut AlQuran, Zulkarnain juga sempat mengunjungi &lt;st1:country-region st="on"&gt;China&lt;/st1:country-region&gt; dan membantu membangun Tembok Besar &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;China&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alexander menyatukan banyak suku-suku asing ke dalam kesatuan tentaranya, yang akhirnya membuat para cendikiawan menganggap dia sebagai seorang Bapak Penyatuan. Dia juga&lt;br /&gt;Mendorong pernikahan antara tentaranya dengan suku2 asing tersebut,dan dia sendiri juga menikahi 2 putri dari suku-suku asing tersebut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daerah paling terpopular yang pernah ia kuasai adalah Alexandria (Mesir) atau dalam bahasa arab Iskandariyah,dinamai sesuai namanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Quran menyebutkan Raja Alexander dalam beberapa ayat antara lain Al Kahfi 83-89&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara tentaranya, ada beberapa suku Yahudi yang ikut yang dikenal sebagai B’nai Jacob (Anak dari Nabi Yakub)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini,para keturunannya menyebut dirinya sebagai orang Minangkabau, yang didapat dari kata-kata generasi mereka sebelumnya “Bainang Ka Yakubu” atau aslinya B’nai Yakub&lt;br /&gt;(sesuai lidah generasi pertama)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama kunjungan Alexander ke Asia Timur,Pernikahan besar-besaran antara tentara Alexander dan suku asli Asia timur terjadi sesuai perintah Alexander,karena China adalah tempat yang sangat damai untuk beristirahat,dan tentu saja,karena raja tidak membawa wanita di dalam tim tentaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan hasilnya, pria dari suku Yahudi B’nai Yakub menikah dengan wanita-wanita dari suku di &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;China&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; dan membawa kebudayaan dari masing-masing adat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Cina, Raja melanjutkan berlayar ke Laut Cina Selatan dan memutari Selat Malaka menuju pantai barat Sumatera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa keluarga percampuran Yahudi-China tersebut memutuskan untuk menetap, yang lain mengambil rute lain ke &lt;st1:country-region st="on"&gt;India&lt;/st1:country-region&gt; dari jalur &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Nepal&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika mereka sampai diantara pulau Siberut dan dataran utma Sumatera mereka dapat Melihat puncak Gunung Merapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda pergi naik Speedboat dari Pelabuhan Ikan Padang,Muara dan pergi ke Pulau Siberut, sekitar 2 jam setelah meninggalkan pulau utama, dengan cuaca yang baik,anda akan bisa melihat Gunung merapi nun jauh disana. Kelihatan mistik. Sekitar 4 jam dengan boat dari &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Padang&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; ke Pulau Siberut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merapi adalah sebutan sekarang,kata ini diturunkan dari kata “Marave”, bahasa &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Aram&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; yang berarti “tempat yang paling tinggi”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(ada lagu daerah yang terkenal yang diambil dari cerita kuno yang mengatakan “Sajak&lt;br /&gt;Gunuang Marapi sagadang talua itiak.” Yang berarti “sejak Gunung Merapi sebesar telur itik)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahasa &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Aram&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; adalah bahasa Ibu dari Bahasa Arab dan Ibrani.Bahasa ini dipercaya sebagai bahasa yang dipakai Nabi Ibrahim A.S dan dan tidak diragukan lagi begitu juga dipakai Raja Alexander juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dekat Gunung Merapi, Raja menemukan tempat yang sesuai untuk mengakhiri perjalanan. Dia meminta tentaranya yang menikah untuk memulai membuat tempat yang lebih permanent.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam istilah kuno orang Minang, Kata yang berarti memulai untuk membuat tempat perlindungan adalah “taruko” yang ternyata berakar dari bahasa Aram “tarukh” atau “tarack” dan bahasa Ibrani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alexander kemudian wafat disana dengan damai dan dikuburkan di pemakaman mewah bernama Pariangan (Taman Pharaoh)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini,pengunjung dapat dengan mudah menemukan kuburan sepanjang 7 meter disana dan itu diyakini sebagai tempat peristirahatan raja (saya pernah mengunjungi tempat itu tapi tidak memiliki kesempatan untuk secara tepat mengukurnya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu istri Alexander Boendo Kendon (bahasa Aram yang berarti isteri yang tercinta) melahirnkanseorang anak satun2nya yang bernama Than Kendon (bahasa Aram yang berarti Anak tercinta) atau sekarang lebih dikenal sebagai Dang Tuanku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum wafat, Alexander mewariskan satu set peraturan yang disebut Tamvo Alam (bahasa Aram yang berarti Kitab Pengakuan”) yang menjelaskan adat-adat untuk rakyatnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Hari ini,orang Minang masih bersandar kepada buku petunjuk tersebut untuk memecahkan masalah dan kompleksitas yang terjadi di komunitas mereka)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kitab yang sekarang disebut “tambo” menyebutkan aturan2 tertentu yang sangat tegas&lt;br /&gt;Mengenai matrilinear yang juga sangat umum dipakai oleh bangsa yahudi sekarang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aturan Matrilinear sekarang disebut sebagai Ad Tho’t,Bahasa aram untuk “kepatuhan” atau Adat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adat mengatur bahwa, seluruh barang termasuk harta warisan tidk terbatas hanya tanah saja,rumah dan sawah hanya boleh diberikan kepada wanita saja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan:&lt;br /&gt;Islam datag ke dataran Minangkabau kira-kira pada abad ke 13 dang mendapatkan tentangan keras dari Kaum Adat. Ketika Ajaran wahabi datang, pada abad ke 18, sebuah kompromi terjadi antara agama dan adat Minangkabau dan dikenal sebagai Adat Basandi Syara’,Syara’ Basandi Kitabullah (adat bersendi Syariat Islam,Syariat Islam bersendi Al Quran)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem Matrilinear masih menyisakan jejak2nya sampai Sekarang.Bahkan Sheikh Minangkabauwi, seoran ulama kelahiran Sumatera Barat memutuskan untuk menetap dan menjadi imam di masjidil haram di mekkah ketimbang kembali ke kampong halamannya untuk menunjukkan ketidaksukaanya terhadap system yang dia sebut kafir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjaga dan menyakinkan Adat benar-benar menjadi pola-pola perilaku Kaumnya, raja Alexander menunjuk penasehatnya yang bernama Raphael (Perpatih) dari suku B’nai Yakub dan Tun Gong (Tumenggung) dari suku &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;China&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rafael memimpin dan menjaga kepentingan keluarga Carta (Koto) dan Phillip (Piliang) sedangkan Tun Gong memimpin keluarga Bong Ti (Bodi) dan Chan Yah Goh (Chaniago).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu,semua keturunan Perpatih dan Tumenggung dianugrahi gelar “Datuk” yang berasal dari nama “Dan Tuanku” yang meninggal di usianya yang cukup muda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilihat dari kesamaan dengan atribut bangsa Yahudi seperti aturan warisan berdasarkan matrilinear dan karakternya yang berbeda dengan rata-rata orang Indonesia kebanyakan, Seorang dari suku Minang tidak jarang diprediksikan sebagai “Bangsa Yahudi Indonesia”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sayang,kerabatnya di Israel mungkin tidak terlalu senang mendapat berita ini karena&lt;br /&gt;Fakta menyebutkan bahwa semua orang Minang adalah umat Muslim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayheart Bougart&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8614409007174362239-509999580676801218?l=komunitasbloggerkuantansingingi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitasbloggerkuantansingingi.blogspot.com/feeds/509999580676801218/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komunitasbloggerkuantansingingi.blogspot.com/2009/07/orang-minang-adalah-ketrunan-yahudi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8614409007174362239/posts/default/509999580676801218'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8614409007174362239/posts/default/509999580676801218'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitasbloggerkuantansingingi.blogspot.com/2009/07/orang-minang-adalah-ketrunan-yahudi.html' title='ORANG MINANG ADALAH KETURUNAN YAHUDI?'/><author><name>RANTAU  OSO NAN KURANG DUO PULUA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10317424324579479504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8614409007174362239.post-3844676171535134710</id><published>2009-07-13T16:39:00.001+07:00</published><updated>2009-08-12T17:29:30.745+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MELAYU TALUK'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style=""&gt;                                 &lt;/span&gt;ASAL MUASAL NAMA LIMUNO&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sebuah cerita yang terjadi di sebuah desa yang bernama &lt;b&gt;Teluk Pinang&lt;/b&gt; Sebatang sekarang bernama&lt;b&gt; Koto Taluk&lt;/b&gt; terletak diseberang Sintuo. Buku ini menceritakan tentang &lt;b&gt;asal muasal nama Limuno&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada zaman dahulu orang mendapat buah-buahan dari dalam hutan, sekarang orang desa membeli buah-buahan dari pasar dan mall. Dahulu orang sesat dalam hutan rimba belantara, sekarang orang sesat dalam &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah sebuah kisah seorang pemuda bernama Ali Gepar yang tersasat dalam hutan dan tak tahu lagi mana arah yang akan dituju, mana jalan yang akan ditempuh.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada siapa akan bertanya, kepada siapa akan menghimbau. Berteriak besar-besar, yang menjawab hanya senggaung saja. Mau tidak mau selamatkan diri dari ancaman penghuni hutan rimba raya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya Ali Gepar sampai ke sebuah negeri atau desa yang penduduknya terdiri dari orang-orang Tanaku. Mereka ini menurut hikayat adalah orang-orang bunian yang adat-istiadatnya sangat berbeda dengan adat-istiadat anak cucu. Mereka adalah orang bunian yang populernya disebut bangsa jin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ali Gepar pasrah, ia menduga tidak mungkin kembali ke tanah tumpahnya. Maka di negeri Tanaku ia mencari induk semang, tempat ia menggntungkan hidup, nasib dan peruntungannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia bertemu dengan seorang gadis anak Batin Tanaku. Sebagai manusia normal, ia jatuh hati kepada gadis anak Batin Tanaku. Tali cinta terajut. Tentu hubungan ini diinginkan berakhir ke jenjang pernikahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan rasa cinta yang mendalam Ali Gepar meminta izin kepada calon mertuanya untuk meminta izin kedua orang tuanya yang berada di Koto Taluk. Namun rencana sering tidak sesuai dengaan harapan. Setelah Ali Gepar sampai di Koto Taluk, disambut dengan ratapan dan tangisan yang membawa Ali Gepar kepada perubahan menolak cinta suci murni yang telah tertanam didalam hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semaian cintanya terhadap gadis tanaku telah tumbuh subur. Pohon cintanya telah berurat berakar dihati gadis lugu orang tanaku. Tia-tiba berubah 180 derajat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janji yang telah diikrarkan, dihapusnya dengan tinta kebencian. Semboyan orang tanaku: “Berjanji Berdosa Mungkir, Titian Binasa Lapuk.” Orang-orang Tanaku sangat teguh dengan janji. Memungkiri janji bagi mereka adlah suatu dosa yang sulit dihapus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Ali Gepar, semua menjadi angina lalu. Restu Ibu dan Ayah lebih berharga dari pada cinta. Disatu pihak teguh dengan janji. Sehingga kedua pandangan ini tidak mungkin bertemu. Musyawarah tidak mungkin lagi diadakan. Orang Tanaku mengambil jlannya sendiri, dengan cara melakukan penganianyaan terhadap masyarakat Koto taluk, memakan ternak, membunuh orang dan hewan peliharaan. Orang Tanaku mengganas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemelut cinta antara kedua keluarga yang berbeda agama, adapt istiadat, kebudayan dan jenis ini diakhiri dengan terperangkapnya seekor Harimau yang berubah menjadi gadis cantik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koto Taluk menjadi gempar. Kejadian ini meninggalkan kesan yang dalam dan sekaligus mengakhiri kemelut cinta Ali Gepar dengan Gadis Tanaku dengan sebuah perjanjian yang dikenal dengan Sumpah Seratih antara Orang Tanaku dengan Desa Koto Taluk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;b&gt;Pinang&lt;/b&gt;&lt;/st1:place&gt; Sebatang sekarang bernama&lt;b&gt; Koto Taluk&lt;/b&gt; terletak diseberang Sintuo. Buku ini menceritakan tentang &lt;b&gt;asal muasal nama Limuno&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada zaman dahulu orang mendapat buah-buahan dari dalam hutan, sekarang orang desa membeli buah-buahan dari pasar dan mall. Dahulu orang sesat dalam hutan rimba belantara, sekarang orang sesat dalam &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah sebuah kisah seorang pemuda bernama Ali Gepar yang tersasat dalam hutan dan tak tahu lagi mana arah yang akan dituju, mana jalan yang akan ditempuh.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada siapa akan bertanya, kepada siapa akan menghimbau. Berteriak besar-besar, yang menjawab hanya senggaung saja. Mau tidak mau selamatkan diri dari ancaman penghuni hutan rimba raya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya Ali Gepar sampai ke sebuah negeri atau desa yang penduduknya terdiri dari orang-orang Tanaku. Mereka ini menurut hikayat adalah orang-orang bunian yang adat-istiadatnya sangat berbeda dengan adat-istiadat anak cucu. Mereka adalah orang bunian yang populernya disebut bangsa jin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ali Gepar pasrah, ia menduga tidak mungkin kembali ke tanah tumpahnya. Maka di negeri Tanaku ia mencari induk semang, tempat ia menggntungkan hidup, nasib dan peruntungannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia bertemu dengan seorang gadis anak Batin Tanaku. Sebagai manusia normal, ia jatuh hati kepada gadis anak Batin Tanaku. Tali cinta terajut. Tentu hubungan ini diinginkan berakhir ke jenjang pernikahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan rasa cinta yang mendalam Ali Gepar meminta izin kepada calon mertuanya untuk meminta izin kedua orang tuanya yang berada di Koto Taluk. Namun rencana sering tidak sesuai dengaan harapan. Setelah Ali Gepar sampai di Koto Taluk, disambut dengan ratapan dan tangisan yang membawa Ali Gepar kepada perubahan menolak cinta suci murni yang telah tertanam didalam hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semaian cintanya terhadap gadis tanaku telah tumbuh subur. Pohon cintanya telah berurat berakar dihati gadis lugu orang tanaku. Tia-tiba berubah 180 derajat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janji yang telah diikrarkan, dihapusnya dengan tinta kebencian. Semboyan orang tanaku: “Berjanji Berdosa Mungkir, Titian Binasa Lapuk.” Orang-orang Tanaku sangat teguh dengan janji. Memungkiri janji bagi mereka adlah suatu dosa yang sulit dihapus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Ali Gepar, semua menjadi angina lalu. Restu Ibu dan Ayah lebih berharga dari pada cinta. Disatu pihak teguh dengan janji. Sehingga kedua pandangan ini tidak mungkin bertemu. Musyawarah tidak mungkin lagi diadakan. Orang Tanaku mengambil jlannya sendiri, dengan cara melakukan penganianyaan terhadap masyarakat Koto taluk, memakan ternak, membunuh orang dan hewan peliharaan. Orang Tanaku mengganas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemelut cinta antara kedua keluarga yang berbeda agama, adapt istiadat, kebudayan dan jenis ini diakhiri dengan terperangkapnya seekor Harimau yang berubah menjadi gadis cantik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koto Taluk menjadi gempar. Kejadian ini meninggalkan kesan yang dalam dan sekaligus mengakhiri kemelut cinta Ali Gepar dengan Gadis Tanaku dengan sebuah perjanjian yang dikenal dengan Sumpah Seratih antara Orang Tanaku dengan Desa Koto Taluk.(sumber limuno)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;                               &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8614409007174362239-3844676171535134710?l=komunitasbloggerkuantansingingi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitasbloggerkuantansingingi.blogspot.com/feeds/3844676171535134710/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komunitasbloggerkuantansingingi.blogspot.com/2009/07/asal-muasal-nama-limuno-sebuah-cerita.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8614409007174362239/posts/default/3844676171535134710'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8614409007174362239/posts/default/3844676171535134710'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitasbloggerkuantansingingi.blogspot.com/2009/07/asal-muasal-nama-limuno-sebuah-cerita.html' title=''/><author><name>RANTAU  OSO NAN KURANG DUO PULUA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10317424324579479504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8614409007174362239.post-6619910978397825488</id><published>2009-07-13T16:33:00.001+07:00</published><updated>2009-08-12T17:30:06.861+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MELAYU TALUK'/><title type='text'>KOTA TELUK KUANTAN</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;NOMOR NOMOR PENTING KABUPATEN KUANTAN SINGINGI&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kantor Bupati Kuansing: 0760 561616&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fax Kantor Bupati: 0760 561617&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekretariat DPRD: 0760 561604&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;br /&gt;Mapolres (Polisi) Kuansing: 0760 561604&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejaksaan Negri (Kejari) Taluk Kuantan: 0760 20123&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RSUD (Rumah Sakit) Teluk Kuantan: 0760 561858&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemadam Kebarakan: 0760 20957&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kantor Polisi (Polsek) Kuantan Tengah: 0760 20110&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koramil (Militer) Kuantan Tengah: 0760 20021&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila terdapat kesalahan, ketidakvalidan, berganti saluran, atau terdapat nomor Telepon penting wilayah Kabupaten Kuansing diatas salah ketik dalam penerbitan ini mohon kontak pengelola blog ini guna diperbaiki serta diperbarui, atas kerjasamanya terima kasih.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8614409007174362239-6619910978397825488?l=komunitasbloggerkuantansingingi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitasbloggerkuantansingingi.blogspot.com/feeds/6619910978397825488/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komunitasbloggerkuantansingingi.blogspot.com/2009/07/nomor-nomor-penting-kabupaten-kuantan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8614409007174362239/posts/default/6619910978397825488'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8614409007174362239/posts/default/6619910978397825488'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitasbloggerkuantansingingi.blogspot.com/2009/07/nomor-nomor-penting-kabupaten-kuantan.html' title='KOTA TELUK KUANTAN'/><author><name>RANTAU  OSO NAN KURANG DUO PULUA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10317424324579479504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8614409007174362239.post-7078560134518935156</id><published>2009-07-13T15:56:00.001+07:00</published><updated>2009-08-12T17:31:13.983+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MELAYU TALUK'/><title type='text'>KERAJAAN DI  KUANTAN SINGINGI</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;" class="fullpost"&gt;Kerajaan Kandis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tidak diketahui secara pasti, kapan berdirinya kerajaan Kandis. Yang pasti, kerajaan ini memang ada dan merupakan kerajaan tua yang keberadaannya mendahului Kuantan. Dalam kitab Negara Kertagama, terdapat nama-nama daerah di &lt;st1:place st="on"&gt;Sumatra&lt;/st1:place&gt; yang termasuk dalam Kerajaan Majapahit. Kandis merupakan salah satu daerah yang disebut.Ibukota kerajaan Kandis diperkirakan berada di desa Sangau (Kecamatan Kuantan Mudik) yang sekarang dinamakan Padang Candi. Menurut situs Melayu online Padang Candi sebagai bukti keberadaan kerajaan Kandis pada masa dulu. Ditempat tersebut masih bisa ditemukan reruntuhan bangunan dan batu bata kuno disungai sekitarnya masih sering diketemukan mata kail,dihalaman rumah,dikebun masih sering ditemukan keramik kuno,anting,gelang emas dsb. tentang batu bata kuno tsb, diperkirakan merupakan reruntuhan candi tempat pemujaan/sembahyang agama hindu. Padang Candi untuk sementara ini masih dianggap sebagai pusat Kerajaan Kandis,tetapi diperkirakan pusat kerajaan adalah di  di daerah Bukit Batabuah, yang sampai saat ini masih belum ditemukan lokasinya,kabar menggembirakan didapat baru2 ini bahwa telah ditemukan reruntuhan bangunan dari batu bata kuno menyerupai reruntuhan candi yang terdapat didaerah KASANG kuantan mudik,lokasinya berada jauh ditengah hutan,belum ada penelitian lebih lanjut tentang temuan tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kandis merupakan sebuah kerajaan yang berdiri sendiri, karena daerahnya memang subur dan menghasilkan rempah-rempah, seperti lada. Tidak banyak yang dapat diketahui mengenai kerajaan Kandis ini, apalagi setelah dikalahkan oleh Jambi dan tidak diketahui secara pasti kapan serangan itu terjadi. Serangan dari Jambi itulah diperkirakan meruntuhkan kerajaan Kandis.Dan nama kota Lubuk jambi sendiri adalah untuk mengenang serangan kerajaan jambi tsb. Namun Kandis tidak lenyap begitu saja,  kemudian muncul kerajaan Kuantan yang berpusat di sintuo(desa seberang teluk kuantan)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kerajaan Kuantan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Menurut Melayu online Kisah berdirinya kerajaan Kuantan bisa dilihat dari kisah perjalanan Sang Sapurba(masih keturunan raja sriwijaya) Dalam perjalanannya untuk membangkitkan kembali bangsa Melayu, armada Sang Sapurba diba di Bintan. Disini ia menikahkan putranya, Sang Nila Utama dengan putrid kerajaan Bintan. Selanjutnya, Sang Sapurba kembali melanjutkan perjalanan kea rah barat daya untuk mencari tempat baru yang luas, dimana tempat bangsa Melayu. Akhirnya, armada Sang Sapurba sampai di muara sungai besar, yaitu Sungai Indragiri. Rombongan Sang Sapurba terus berlayar ke arah hulu sungai, hingga suatu ketika, rombongannya kehabisan air, sementara air sungai masih terasa asin. Kemudian Sang Sapurba memerintahkan pengikutnya agar membuat lingkaran rotan seukuran perisai besar. Setelah rotan tersebut jadi, Sang Sapurba meletakkannya diatas permukaan air sungai yang asin, kemudian mencelupkan kakinya kedalam lingkaran rotan tersebut. Tiba-tiba, air sungai yang semula asin berubah menjadi tawar. Konon, peristiwa tersebut terjadi didaerah Sapat, Indragiri Hilir. Rombongan Sang Sapurba mengambil perbekalan air secukupnya, kemudian kembali melanjutkan pelayaran menghulu Sungai Kuantan. Akhirnya, mereka sampai di pusat kerajaan Kuantan di Sintuo (desa seberang taluk Sekarang). Pada waktu itu kerajaan Kuantan tidak memiliki Raja. Oleh sebab itu kedatangan Sang Sapurba disambut gembira oleh Rakyat Kuantan, baik para pembesar, pemuka masyarakat, maupun rakyat jelata. Kemudian mereka mengangkat Sang Sapurba menjadi Raja, dengan persyaratan, Sang Sapurba bersedia membunuh Naga Sakti Muna yang telah merusak ladang milik rakyat.Sang Sapurba kemudian memerintahkan hulubalangnya, Pemasku Mambang untuk membunuh sang naga dengan berbekal sundang (pedang modern) pemberian Sang Sapurba. Hulubalang Permasku Mambang berhasil membunuh naga tersebut, sehingga Sang Sapurba diangkat menjadi raja di Kuantan dengan gelar “Trimurti Tri Buana”. Dengan Peristiwa ini, Kuantan kembali memiliki raja dan meneruskan warisan (dikutip dari melayu online).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kerajaan Kandis menurut informasi tersebut terletak di Lubuk Jambi (Kecamatan Kuantan Mudik), sedangkan Kerajaan Kuantan berpusat di sintuo,dusunTuo Seberang Teluk Kuantan. Sekarang kita kembali ke pertanyaan semula “orang Kuantan asli datangnya dari mana?”. Berdasarkan kisah tersebut di atas orang Kuantan asli bukan berasal dari Melayu ataupun Minangkabau. Sebenarnya keberadaan Kerajaan Kandis yang sampai saat ini keturunannya mewarisi peninggalan-peninggalan Kandis masih ada. Fakta ini akan bisa diungkap dan dipublikasikan jika ingin diketahui kebenarannya oleh Riau bahkan &lt;st1:place st="on"&gt;Sumatra&lt;/st1:place&gt; secara umum harus ada kejujuran dan komitmen dari pihak-pihak yang terkait untuk mengungkap secara jujur tentang Kandis yang sebenarnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Para blogger sekalian,&lt;span class="fullpost"&gt;bahwa kita orang Kuantan bukan berasal dari Minangkabau, dan bukan berasal dari Melayu. Menurut sejarah Kandis yang sebenarnya adalah bahwa “Kandis adalah Kerajaan Tertua di Sumatra” menurut cerita yang turun temurun di kalangan keturunan Kandis bahwa kerajaan Kandis itu sudah ada sejak abad ke 2 Masehi, jauh sebelum kerajaan Kutai, Pagarruyung dan kerajaan lainnya. Istilah dalam tombo adat Minagkabau “Gunung Merapi sebesar telur itik, dan gunung Singgalang sebesar telur ayam” itu di lihat di puncak bukit yang tertinggi didaerah Bukit Bertabuh tak jauh dari pusat Kerajaan Kandis. Jadi sebelum semuanya terbukti (bukan hanya sekedar cerita), perlu melakukan penelitian bidang Arkeologi atau benda-benda purbakala. teori saya adalah bahwa nenek moyang kita lah (orang Kuantan) yang sebenarnya memulai peradaban di Pulau &lt;st1:place st="on"&gt;Sumatra&lt;/st1:place&gt; (yang sudah sering berganti nama: Pulau Perca, Pulau Swarna dwipa, Pulau Emas, Pulau Andalas, dan sekarang Pulau Sumatra). Semoga jawaban ini dapat memberikan gambaran, bahwa kita mempunyai karakter budaya sendiri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Semoga kebenaran ini akan segera terbukti.amiin.(dari berbagai sumber)  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="post-authorvcard"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="item-controlblog-adminpid-1986981446"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=4603320118191277786&amp;amp;postID=3384616429802576632" title="Edit Entri"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="post-labels"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.benaigeneration.com/search/label/esai%20budaya"&gt;&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8614409007174362239-7078560134518935156?l=komunitasbloggerkuantansingingi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitasbloggerkuantansingingi.blogspot.com/feeds/7078560134518935156/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komunitasbloggerkuantansingingi.blogspot.com/2009/07/kerajaan-di-rantau-kuantan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8614409007174362239/posts/default/7078560134518935156'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8614409007174362239/posts/default/7078560134518935156'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitasbloggerkuantansingingi.blogspot.com/2009/07/kerajaan-di-rantau-kuantan.html' title='KERAJAAN DI  KUANTAN SINGINGI'/><author><name>RANTAU  OSO NAN KURANG DUO PULUA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10317424324579479504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8614409007174362239.post-647454404641514588</id><published>2009-07-07T16:25:00.004+07:00</published><updated>2009-12-07T12:05:06.461+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BAHASO TOLUAK'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;                   &lt;span style="color: rgb(153, 0, 0);font-family:webdings;" &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 0, 0);font-size:180%;" &gt;Alhamdulillah,salosai juo blog nan ambo idam2 kan salamo iko ge.walaupun masih jauah dari harapan...ancuarrr...je kwn2.ba'apo je nsanak???hmmmm???tapi biarlah.nan pontiang ado.pado dak ado???dak iyo po? kelimari ge ado kwn nan ndapek koran cabiak di '&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0); font-weight: bold;font-size:180%;" &gt;pasar lumpuar&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 0, 0);font-size:180%;" &gt;'.isinye '&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0); font-weight: bold;font-size:180%;" &gt;CARA MEMBIKIN BLOG SEDERHANA&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 0, 0);font-size:180%;" &gt;'.he..he...iko nye hasial nye...ado ide dari nsanak nan njongo blog ge po? kok ado hubungi ambo mak??goge senek.ambo nak poi lai. cik prang bagi2 ide wak..mak je rang tuo2'SENEK SAMO DIBAGI,BANYAK SAMO DIMAKAN surang....????(Ai botual ih?????)kini ambo nak mbuek terobosan bru dlm dunio 'maya blogger'(nce kan iyo pulo...)tulisan2 nan kan be posting kan ge makai bahaso Toluak ASELI.agar kito sbagai urang TOLUAK KUANTAN'(&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0); font-weight: bold;font-size:180%;" &gt;KOTO TLK,PASAR TLK,SABORANG TLK,PULAU ARO,PULAU KEDUNDUANG,SAWAH TLK, BERINGIN TLK,SUNGAI JORIANG,SINAMBEK,SIMPANG TIGO,JAO,TOBEKPANJANG&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 0, 0);font-size:180%;" &gt;) idak lupo kek bahaso ASELI rang toluak.Sebab la banyak tasuo dek ambo anak2 mudo kito kini la dak topek bonar bahaso toluak nye lai de.la tebaok baok pulo bahaso ntah mano2.kadang2 sahari baliak ntang di POKAN nye.la Beruba bahaso.la bahaso Ndonesiaaaaa...raya lo lai nua...ngecek sambial njangak lo kapalo kate langik nua..untung dak tasipuak kek cik kobau.baloper.jatuah lam bondar.kuyuik salowar.dak iyo nan je ambo ge po???ambo dak manoga anak tuan2 bahaso ndonesia de..tapi..ndak nye jan sampai lupo ke bahaso awak sendiri eh bahaso wak surang...OKE...nsanak...dimano je nsanak kni  manotap...isuak wakotu nan lain wak sambuang carito ge liak...awas Tacobuar ge..salam angek. coca lai rang kan pacu.latian pacu lah di nan mudo2 jak kini.kalah lo suak dek nagori antah berantah di...KOK ADO NSANAK2 sekalian saran,kritik nan membangun klangsungan blog dak masak ayiar ge.tuluang hubungi  ambo.kni ambo nak poi nengok rang latian pacu dek lu..tu....sinan...topi kuantan.....&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0); font-weight: bold;font-size:180%;" &gt;AWASSSSS...TACOBUAR&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 0, 0);font-size:180%;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0); font-weight: bold;font-size:180%;" &gt;LAM BONDAR GE...!&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 0, 0);font-size:180%;" &gt; salam hormat(&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 0, 0);font-size:180%;" &gt;ONGA UNUi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 0, 0);font-size:180%;" &gt; )&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8614409007174362239-647454404641514588?l=komunitasbloggerkuantansingingi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitasbloggerkuantansingingi.blogspot.com/feeds/647454404641514588/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komunitasbloggerkuantansingingi.blogspot.com/2009/07/alhamdulillahsalosai-juo-blog-nan-ambo.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8614409007174362239/posts/default/647454404641514588'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8614409007174362239/posts/default/647454404641514588'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitasbloggerkuantansingingi.blogspot.com/2009/07/alhamdulillahsalosai-juo-blog-nan-ambo.html' title=''/><author><name>RANTAU  OSO NAN KURANG DUO PULUA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10317424324579479504</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
